Parenting,  Traveling

Naqiya is My Travelmate

Kalau ada yang bertanya siapakah travelmate kamu?

Jawaban saya adalah putri saya, Naqiya.

 

Memiliki anak perempuan adalah anugerah terindah bagi seorang ibu. Ia tidak hanya menjadi perempuan kecil yang manis dan menggemaskan tetapi juga menjadi teman. Itulah yang saya rasakan ketika memiliki Naqiya, putri kecil saya yang kini berusia 1 tahun 4 bulan. Meski masih berstatus bayi, Naqiya kini tidak ubahnya bagaikan seorang teman bagi saya. Tanpa disuruh, ia langsung menghampiri saya yang sedang mencuci pakaian dan membantu saya untuk membilas. Ya, bisa dibayangkan apa yang dilakukan bayi kalau melihat busa detergen, baju, dan air. Semuanya menjadi objek mainan dia. Begitu pula dengan aktivitas lain yang saya lakukan ketika di rumah, Naqiya kecil selalu ingin ikut serta.

Ketika suami kembali ke Jerman untuk studinya, maka hanya ada saya dan Naqiya di rumah. Karena tinggal berdua, maka ketika saya cepat pulang dari kantor atau akhir pekan tiba, saya selalu mengajaknya jalan-jalan. Terkadang pengasuh Naqiya juga ikut serta. Dengan menggunakan gendongan, dengan mantap saya menggendong Naqiya dan menstarter motor matic yang akan membawa kami jalan-jalan di seputaran Aceh Barat Daya.

Karena sering saya ajak berpergian, ia dengan tenang menikmati perjalanan di dalam gendongan. Ketika melihat burung, ia dengan bersemangat menunjuk burung-burung yang sedang terbang dan berteriak ‘ung, ung.’ Tidak jarang pula ia mendadahi setiap pengguna jalan yang lewat,’dadah, dahah’ lalu tersenyum girang.

Tempat-tempat yang menjadi favorit kami untuk jalan-jalan adalah kompleks perkantoran Aceh Barat Daya yang tidak jauh dari rumah kontrakan kami. Sawah-sawah yang berbentuk tarasering dan matahari tenggelam menjadi daya tarik tempat itu. Begitu juga dengan objek wisata Irigasi Ie Dikila yang tidak jauh dari kompleks perkantoran adalah tempat favorit saya dan Naqiya. Jernihnya air sungai dan leyatnya makanan yang dijual oleh pedangan di pinggir irigasi itu membuat tempat ini sering kami datangi.

 

Selain itu, Objek Wisata Putroe Aloh yang terletak di Alur Sungai Pinang juga menjadi pilihan. Biasanya kalau ayah Naqiya pulang, kami sering ke tempat itu sambil mandi-mandi dan makan mie goreng pakai telur.

Saya akui, menjadikan bayi sebagai travelmate adalah sebuah tantangan tersendiri. Naqiya yang masih kecil terkadang sulit diajak kompromi. Ketika ia mulai bosan, maka saya harus bisa membujuknya atau melakukan berbagai atraksi agar ia lupa akan kebosanannya. Belum lagi kalau dia mengantuk dan minta pulang, maka rencana jalan-jalan pun batal. Begitu juga dengan pemilihan tempat untuk jalan-jalan juga harus saya perhatikan. Pernah suatu hari saya mengajak Naqiya ikut serta membeli ikan di PPI Ujung Serangga Susoh. Naqiya sih senang banget saya ajak kesana karena sebelum membeli ikan, saya mengajaknya bermain pasir di pantai PPI. Namun, ketika kami menunggu perahu nelayan menurunkan ikan, banyak kaum Adam yang merokok dan asapnya langsung ke arah Naqiya.

Selama ini, rute traveling saya dan Naqiya masih seputaran Abdya. Kalau ada ayah, barulah kami jalan-jalan lebih jauh dengan si skuter matic. Semoga aja, seiring bertambah umur dan akal Naqiya, kami bisa jalan-jalan lebih jauh lagi. Mungkin menyusul ayah ke Jerman? Hehehe…

 

Tulisan ini dibuat dalam rangka posting bareng bertema #UltimateTravemate  yang digelar oleh komunitas Travel Blogger Indonesia dalam rangka meramaikan hari kasih sayang. Jadi, ada banyak artikel bertema senada yang bisa kalian baca di blog travel blogger yang lain. Janji, pada keren-keren tulisannya. Yuk ah, langsung diklik.

1. Indri Juwono – Si Pelari Selfie
2. Rey Maulana – Ke Mana Lagi Kita Berjalan, Kawan?
3. Leonard Anthony – Travelmate(s), It’s Our Journey
4. Atrasina Adlina – Menjelajah Sebagian Ambon Bareng Bule Gila.
5. Richo Sinaga – My Travelmate, Pria Berjenggot dengan Followers. 380K
6. Mas Edy Masrur – Istriku, Travelmate-ku.
7. Rembulan Indira – Ultimate Travelmate: Kakatete.
8. Astin Soekanto – Travelmate, Tak Selalu Harus Bareng Terus Traveling Kemana-mana.
9. Parahita Satiti – #UltimateTravelmate: Rembulan Indira Soetrisno.
10. Liza Fathia – Naqiya is My Travelmate.
11. Titiw Akmar – 10 Alasan Mengapa Suami adalah Travelmate Terbaik.
12. Puspa Siagian – Travelmate : GIGA.
13. Tekno Bolang – Mbok Jas Teman Perjalanan Terbaik.
14. Dea Sihotang – Hindari 7+1 Hal Ini saat Sedang Ingin Cari Teman Jalan.
15. Gio Taufan – Travelmate Drama, Apa Kamu Salah Satunya?
16. Shabrina Koeswologito – 14 Signs You Found The Perfect Travel Mate.
17. Imama Insani – Teman Perjalanan.
18. Olyvia Bendon – My Guardian Angel.
19. Lenny Lim – 3 Hal Tentang Travel-Mate.
20. Fahmi Anhar – Teman Perjalanan Paling Berkesan.
21. Karnadi Lim – Teman Perjalananku dan Kisahnya.
22. Matius Nugroho – 3 Host, 3 Negara, 3 Cerita.
23. Wisnu Yuwandono – Teman Menapaki Perjalanan Hidup.
24. Putri Normalita – My Unbelievable Travelmate.
25. Vika Octavia – Kisah Supardi Menuju Tanah Suci.
26. Albert Ghana
27. Felicia Lasmana
28. Eka Situmorang
29. Wira Nurmansyah
30. Bobby Ertanto
31. Danan Wahyu Sumirat

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

39 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: