virus zika
Advertorial,  Kesehatan,  Review,  Traveling

Virus Zika, Berbahaya Tapi Bisa Dicegah

virus zika

Virus Zika akhir-akhir ini kembali menjadi trending topic karena virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aigipty ini mewabah di Singapura sejak Agustus 2016. Singapura? Pasti heran kenapa bisa negara sebersih dan sekeren Singapura bisa terjangkit penyakit Zika. Jangan salah, guys! Justru nyamuk Aedes sukanya di air bersih. Ia berkembang biar pada genangan air jernih bukan di air yang keruh atau kotor. Untuk mengantisipasi agar jangan sampai virus berbahaya ini juga tertular ke warga negara Indonesia (WNI) yang sedang atau ingin melakukan traveling ke Negeri Singa itu, Kementrian Kesehatan pun mengeluarkan travel advisory.

Sebenarnya apa sih virus Zika itu? Yang hobi traveling atau liburan ke negara yang sedang terjangkit Virus Zika, harus tahu nih tentang virus yang ternyata bisa menyebabkan gangguan pada janin dan juga saraf. Well, berikut sedikit ulasan dari dokter Liza kesayangan Anda, #eits.

Apa itu Virus Zika?

Virus Zika adalah virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aigypti. Nama nyamuk ini pasti sudah sangat familiar di telinga sobat semua. Yup, si Aedes yang menyebarkan virus dengue sehingga seseorang menderita demam dengue dan demam berdarah dengue (DBD), juga menyebarkan virus Zika dan membuat orang yang digigitnya menderita penyakit Zika.

Gejala yang disebabkan oleh virus Zika ini juga hampir sama seperti infeksi virus dengue seperti demam, nyeri sendi dan otot, rash (ruam), dan mata merah. Biasanya gejala akan berlangsung 2-7 hari, tergantung ketahanan tubuh si penderita. Lalu, kalau gejalanya sama seperti DBD kenapa virus zika begitu menarik perhatian, ya? Memangnya si virus Zika ini berbahaya sekali?

Nah, ada beberapa alasan yang membuat virus Zika digolongkan ke dalam penyakit yang berbahaya hingga saat ini.

Gejala Virus Zika dan Virus Dengue
Gejala Virus Zika dan Virus Dengue

Bahaya Virus Zika: Bisa Menular Lewat Hubungan Seksual

Jika virus dengue hanya disebarkan lewat gigitan nyamuk Aedes aigypti, maka hal ini tidak berlaku untuk virus Zika. Selain lewat gigitan nyamuk, virus zika juga bisa menyebar lewat hubungan seksual alias hubungan intim. Penularan lewat hubungan seksual menyebabkan gangguan pada ibu hamil dan janin. Lalu bagaimana dengan transfusi darah? Penularan lewat jalur ini masih sedang dalam penelitian.

Virus Zika
Ukuran kepala yang kecil (mikrosefali) akibat infeksi Virus Zika pada janin (sumber foto; bbc.co.uk)

Sebenarnya yang berbahaya dari Virus Zika adalah komplikasi yang ditimbulkan.Penelitian membuktikan bahwa ibu hamil yang terinfeksi  virus Zika bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan mengalami mikrosefali (ukuran otak yang mengecil pada bayi baru lahir dibandingkan bayi normal) dan kelainan saraf. Keadaan ini berdampak tidak baik pada perkembangan bayi seperti kerap mengalami kejang dan retadarsi mental. Penyakit Guillain-Barré syndrome yang merupakan penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf juga menjadi komplikasi pada penyakit akibat virus ini.

Lalu bagaimana mengetahui seseorang terjangkit Virus Zika?

Seseorang dapat dicurigai terinfeksi virus Zika berdasarkan gejala yang dikeluhkan dan riwayat melakukan perjalanan ke daerah yang sedang maraknya penularan virus ini. Diagnosa infeksi virus Zika hanya bisa ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah atau cairan tubuh lainnya seperti urin, saliva, atau sperma.

Pengobatan Virus Zika

Umumnya penyakit yang disebabkan oleh virus tidak memerlukan pengobatan serius, demikian juga dengan virus Zika. Orang yang terinfeksi virus Zika membutuhkan istirahat yang cukup dan minum yang banyak. Untuk gejala lain seperti nyeri otot dan demam dapat diobat dengan obat-obatan yang sering digunakan. Namun, jika gejalanya semakin memburuk segera kunjungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk Virus Zika.

Mencegah Virus Zika

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu kata pepatah. Begitu juga dengan penyakit yang disebabkan oleh virus Zika. Mencegah terinfeksi virus ini jauh lebih baik daripada mengobatinya. Lalu bagaimana cara pencegahan Virus Zika?

Hindari Gigitan Nyamuk

Menghindari gigitan nyamuk adalah kunci utama pencegahan infeksi virus Zika. Hal ini  dapat dilakukan dengan menggunakan repellent anti nyamuk, kelambu, dan lain-lain. Ingat saja prinsip 3 M dalam mencegah demam berdarah, mencegah gigitan nyamuk, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi. Prinsip ini juga bisa diterapkan untuk mencegah penularan Zika.

Gunakan Alat Kontrasepsi SaatBerhubungan seksual

Untuk daerah yang sedang terjangkit virus Zika, semua orang khususnyayang tertular virus ini harus mengetahui informasi kesehatan tentang resiko yang ditimbulkan. Terlebih lagi bagi wanita hamil, sebaiknya hindari hubungan intim dengan suami jika sang suami telah terinfeksi virus Zika. Atau gunakan alat kontrasepsi seperti kondom untuk mencegah penularan virus.

Itu dia sedikit bahasan tentang bahaya virus Zika dana pa saja yang harus dilakukan untuk mencegah penularannya. Menjaga tubuh tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan tinggi antioksidan juga salah satu bentuk cara kita agar kebal terhadap penyakit termasuk virus Zika. Bagi teman-teman yang ingin traveling ke daerah yang sedang terjangkit virus Zika, ada baiknya memproteksi diri dengan baik dengan mencegah gigitan nyamuk.[]

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

65 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: