Life Story,  Opini

Terpukau dengan Cak Lontong

Cak Lontong (sumber : wikipedia)
Cak Lontong (sumber : wikipedia)

Salam Lemper. Pasti sudah pada tahu kan itu salam milik siapa? Yup, salam lemper adalah salam khasnya Cak Lontong, pria kelahiran Surabaya 43 tahun silam yang namanya kini semakin melejit sejak tampil sebagai comic di acara stand up comedy dan narasumber di Indonesia Lawak Klub (ILK).

Setiap malam, rasanya tidak afdhal kalau tidak menonton lawakan cerdasnya ILK. Lawakan yang membuat Denny alyas Chandra mencak-mencak karena geram setiap mendengar kata-katanya. Saking ngga tahannya dengan premis yang dilontarkan Cak Lontong, Denny menyiapkan boneka VoDoo berwajahkan Cak Lontong, “kalau macam-macam saya tusuk,” begitu candanya. Survey yang sebenarnya masuk diakal tetapi membuat Fitri Tropika kerap mengeluarkan kata-kata, “aku terpukau,” atau “Cak Lontong mirip Hello Kitty, lucu sih tapi kata-katanya menyakiti.”

Semalam saja tidak menonton Cak Lontong membacakan survey-nya, rasanya ada yang kurang. Seperti tadi malam, entah kenapa transmisi UHF Trans 7 di Banda Aceh ditutup sehingga saya tidak bisa menonton ILK. Walhasil, saya langsung matiin TV.

Saya bukanlah orang yang suka nonton TV, begitu pun suami yang baru nonton kalau ada tayangan bola. Nah, karena terpukau (ikut-ikutan Fitrop) dengan ILK khususnya Cak Lontong, setiap malam kami meluangkan waktu khusus untuk bisa melihat aksi Komedian yang bernama asli Lies Hartono itu.

Lawakan Cak Lontong memang beda, meskipun rada nyinyir, tapi dia tidak pernah mengeluarkan candaan berbau sara atau menyinggung pihak tertentu. Ucapannya malah membuat penonton dibawa untuk berpikir. “Mikir! Think!” Begitu kerap diucapkan pria yang ternyata telah melanglang buana sebagai komedia sejak awal tahun 1990.

Lawakannya juga khas dengan premis dan silogisme. Dan yang paling membuat saya selalu ngakak adalah ketika melihat ekspresi Cak Lontong yang datar aja walaupun seluruh komedian di ILK udah marah-marah, sebal, geram, dengan hasil surveynya. Ini dia salah satu hasil survey Cak Lontong

Pejabat dan rakyat itu berbeda
Pejabat adalah orang penting
Kalau rakyat, yang penting orang

Batasan fasilitas yang bisa digunakan oleh pejabat :
Pejabat tidak boleh menggunakan mobil dinas saat tidur walaupun tinggal di rumah dinas.

Nah lho, bingung kan? Makanya mikir (Cak Lontong mode on). Ada lagi yang lain yang membuat saya pada awalnya sempat mikir maksud si Cak,

Pak, saya anak ketiga satu-satunya. Soalnya saya punya kakak nomor satu satu-satunya danย Nomor dua, satu-satunya.

Setelah googling tentang Cak Lontong, ternyata pria 43 tahun ini adalah lulusan teknik elektro ITS angkatan 1989, lho. Sejak dibangku kuliah Cak Lontong udah tergabung dalam kelompok ludruk Tjap Toegoe Pahlawan. Terus pernah juga dikotrak oleh SCTV tahun 1992 di acara Komedi Kampus So Pasti. Nah, yang membuat saya terkejut ternyata Cak Lontong juga pernah ngisi di acara Pesta Indonesiar. Wah, kok ngga ngeh ya, padahal dulu suka banget nonton Pentas Sejuta Aksi ini.

Selain itu, Cak Lontong juga merupakan salah satu Comic dalam stand up commedy. kiprahnya sebagai comic (sebutan untuk komedian di sana) juga baru saya ketahui setelah terpukau dengan lawakannya di ILK. Selain itu, ia juga pernah menjadi konsultan teknik di sebuah perusahaan Jepang sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menjadi komedian. Setelah membaca profil Cak Lontong dari berbagai sumber, saya pun semakin terpukau. Ternyata ia bukan pelawak kacangan atau pelawak karbitan seperti pelawak lain yang kini menghiasi televisi. Ucapan yang dilontarkan begitu cerdas, mungkin selain karena background pendidikannya, juga karena sepak terjangnya di dunia komedi Indonesia yang sudah lumayan lama.

Sebenarnya tidak hanya Cak Lontong yang membuat saya terpukau di acara ILK. Seluruh komedian lain yang menjadi narasumber juga patut diacungi jempol. Lebih-lebih Kang Maman, no tulen yang mampu menyimpulkan seluruh rangkaian acara dengan tulisan yang sangat bijak. Denny Chandra yang begitu ciamik membawakan acara ini dan memberikan kesempatan setiap pembicara untuk mengeluarkan pendapat tanpa memotongnya di tengah jalan, beda sekali dengan acara yang hampir serupa di stasiun televisi lain. ILK adalah acara komedi yang tidak hanya menghibur penontonnya, tetapi ada manfaat yang dipetik di sana. Meski tagline acara tersebut adalah mengatasi masalah tanpa solusi, tapi ILK berhasil menghibur penonton dengan cara yang cerdas. Namun menurut saya, ILK seakan kehilangan ruhnya jika Cak Lontong sehari saja absen menjadi narasumber di sana.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

17 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: