Aceh,  Traveling

Sie Reuboh, Kuliner Aceh Besar yang Harus Dicoba 

 

Resep Sie Reuboh Aceh Besar
 Sie Reuboh Aceh Besar

Menjadi istri dari pemuda Aceh Besar membuatku mau tidak mau harus mempelajari dan mengikuti beragam adat istiadat serta budaya di sana. Begitu pula dengan makanan kabupaten yang disebut juga dengan Aceh Rayeuk itu, suka tidak suka, saya pasti pernah mencicipinya. Dan, Alhamdulillah tidak ada kuliner Aceh Besar yang tidak saya suka. Semuanya dengan gampang masuk ke dalam mulut dan diterima dengan baik oleh perut. Termasuk sie reuboh, daging yang direbus dengan bumbu yang khas ini.

Sebenarnya sudah lama saya mengetahui sie reuboh ini. Selain kari kambing atau yang disebut kuah rayeuk oleh orang Aceh Besar, daging rebus ini juga termasuk ke dalam daftar makanan yang dibanggakan oleh masyarakat yang tinggal di Seulimum sampai Lhoong ini. Namun, sebelum menikah, belum pernah sekalipun saya mencicipi sie reuboh ini. Di Pidie, kampung halaman saya, ada juga sebenarnya sie reuboh. Tapi daging rebus ala Pidie adalah murni daging yang direbus, kalau pun ditambahkan bumbu, bukan bumbu ala orang Aceh Besar.

Olahan sie reuboh  ini memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan daging rebus biasa. Resep sie reuboh Aceh Besar ini adalah daging has yang telah dipotong-potong sesuai selera dilumuri garam, air jeruk perut, kunyit, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan lengkuas. Jangan lupa tambahkan air untuk merebus. Tidak ada rempah-rempah dalam sie reuboh, berbeda dengan masakan Aceh lainnya. Dan yang membuat sie reuboh Aceh Besar berbeda adalah ketika memasak daging yang telah dicampuri beragam bumbu, jangan lupa tambahkan air cuka yang terbuat dari nira atau enau. Cuka enau inilah yang menambah cita rasa sie reuboh.

A photo posted by Liza Fathia (@lizafathia) on

Wadah untuk memasak sie reuboh Aceh Besar juga khusus, begitu jelas nyanyak, ibu mertua saya. Periuk yang terbuat dari tanah adalah pilihan untuk mematangkan daging tersebut. Media kayu juga menjadi pilihan untuk memasak. Rasa sie reuboh yang dimasak dengan bara api dari kayu lebih alot dan lebih terasa bumbu serta cukanya dibandingkan dengan menggunakan kompor gas.

Jika ditelusuri kembali sejarah sie reuboh, ternyata olahan daging ini berperan penting dalam perjuangan para pahlawan Aceh dalam memerangi kaphe Belanda. Konon, selain keumamah (ikan tongkol yang diawetkan secara tradisional), sie reuboh juga menjadi lauk yang dibawa oleh para syuhada ke medan perang sebagai bekal makanan. Karena proses memasaknya yang sedemikian rupa membuat sie reuboh bisa bertahan berhari-hari.

Sie reuboh yang telah masak bisa langsung dikonsumsi atau diolah lagi menjadi beragam menu lainnya. Seperti dipeuleumak alias dimasak dengan santan, ditumis dengan bawang, cabai, dan tomat, atau digoreng hingga garing. Soal rasa, pastinya jawara.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

48 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: