biaya pap smear
Duta BPJS Kesehatan,  Kesehatan

Saya Sudah Pap Smear, Kamu?

Saya sudah pap smear, kamu? Berhubung Januari adalah bulan peduli kanker serviks maka pada postingan kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya melakukan deteksi dini kanker leher rahim tersebut dengan pap smear. Mungkin untuk sebagian orang, istilah pap smear masih sangat asing terutama kaum Adam. Maklum saja, pap smear ini adalah pemeriksaan yang hanya dilakukan untuk perempuan yang sudah menikah/pernah berhubungan badan. Sebelum saya paparkan lebih lanjut bagaimana pemeriksaan yang saya jalani, alangkah lebih baikknya kita ketahui lebih dulu apa itu pap smear.

Apa itu pap smear?

Pap smear adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sel-sel yang ada di leher rahim, kemudian diperiksa dengan mikroskop, dan bertujuan untuk mendeteksi ada/tidaknya potensi kanker serviks (leher rahim).  Pap smear juga dikenal dengan Pap test atau Papanicolao test karena yang menemukan tes ini adalah seoarang dokter Yunani yang bernama Georgios Papanikolaou.

pap smear

Kenapa perempuan harus pap smear?

Menurut data dari Kementrian Kesehatan, kanker serviks menjadi pembunuh nomor 1 perempuan di Indonesia yang diikuti dengan kanker payudara. Setiap perempuan memiliki resiko terkena kanker yang disebabkan oleh Human Paviloma Virus (HPV) ini. Oleh karena itu, mendeteksi lebih dini kanker serviks lebih baik karena jika penyakit ini cepat diketahu maka pengobatannya pun akan lebih mudah. Namun, kalau kanker serviks baru terdeteksi setelah mencapai stadium IIb dan seterusnya, maka pengobatannya pun semakin sulit. Nah, salah satu cara mendeteksi kanker leher rahim ini adalah dengan pap smear.

Berapa kali pap smear sebaiknya dilakukan? Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan setahun sekali.

Syarat Pap Smear

Sebelum melakukan pap smear, ada beberapa persyaratan yang harus kita penuhi. Kalau syarat tersebut enggak sesuai, maka pap smear tidak bisa dilakukan. Berikut ini adalah syarat-syarat pemeriksaan pap smear:

  1. Perempuan, laki-laki tidak bisa ya, guys!
  2. Sudah pernah melakukan hubungan seksual, kalau belum menikah tapi suda melakukan hubungan seksual juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini.
  3. Tidak melakukan hubungan intim selama 48 jam (2 hari) sebelum pemeriksaan karena ditakutkan bisa mengaburkan hasil pemeriksaan akibat gesekan yang menimbulkan luka lecet atau adanya sisa sperma. Waktu melakukan pap smear tempo hari, ada seorang teman yang melakukan hubungan intim dengan suaminya pada malam hari. Petugas laboratoriumnya langsung menolak untuk pemeriksaan pap smear.
  4. Selama 24 jam sebelum pemeriksaan tidak diperkenalkan melakukan pencucian atau pembilasan dan memakai bahan-bahan antiseptik pada vagina. Tujuannya adalah agar tidak mengaburkan hasil pemeriksaan
  5. Tidak sedang haidh/nifas. Pemeriksaan sebaiknya 5 hari setelah habis haidh.
  6. Bagi perempuan yang baru melahirkan, operasi rahim, atau mendapatkan radiasi, sebaiknya melakukan pemeriksaan 6-8 minggu kemudian.
  7. Perempuan yang mendapatkan pengobatan lokal seperti vagina supositoria (obat yang dimasukkan lewat vagina) atau ovula, sebaiknya hentikan pengobatan ini selama 1 minggu sebelum pap smear
  8. Tidak sedang dalam infeksi berat, contohnya keputihan yang sangat parah.

Karena semua syarat tersebut saya penuhi, maka saya bisa langsung dilakukan pap smear oleh petugas. Takut? Sempat takut sih, tapi setelah mendengar cerita teman-teman yang lebih dulu diperiksa dan menurut mereka enggak sakit, hanya sedikit ngilu ketika spekulum dimasukkan, saya pun lebih tenang.

Ketika memasuki ruang periksa, saya sedikit deg-degan. Iya dong, kan baru pertama kali pap smear. Saya pun diminta untuk berbaring di atas  meja pemeriksaan dengan membuka kedua kaki. Karena saya mengenakan gamis, jadi tidak perlu mengantinya dengan kain yang disediakan di sana.

pap smear gratis
Peralatan pap smear. Credit photo: sclarcorp.com

Dengan menggunakan spekulum (cocor bebek) single use yang terbuat dari silikon, petugas memulai melakukan pemeriksaan.  Saya disuruh menarik nafas saat spekulum dimasukkan. Kemudia ia mengambil sampel dengan menggoreskan dinding serviks dengan menggunakan spatula. Tahapan pap smear selanjutnya adalah dengan pengambilan sampel jaringan yang berada di bagian saluran mulut rahim serta bagian dalam rahim. Tahapan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang berbentuk seperti sikat menyerupai bentuk sapu yang kecil bernama Cytobrush. Setelah itu, spekulum pun dikeluarkan dan pemeriksaan selesai. Lamanya tidak sampai 15 menit.

pap smear
Dokter sedang melakukan pemariksaan dengan metode pap smear. Credit photo: wisegeek.com

Terus bagaimana rasanya saat dipap smear? Sakit, enggak? Seperti yang disampaikan oleh teman saya sebelumnya, rasanya sedikit ngilu terutama saat spekulum dimasukkan, kita disuruh menarik nafas, kemudian saat spesimen di ambil.

Spesimen yang diambil kemudian dioleskan pada kaca gelas kemudian diperiksa di laboratorium patologi dengan menggunakan mikroskop oleh dokter spesialis patologi anatomi.

Yang bikin deg-degan lagi dalam proses pap smear ini adalah waktu melihat hasil. Alhamdulillah hasil pap smear saya normal. Itu artinya tidak ada tanda-tanda kanker pada serviks saya.

Selain normal (negatif), hasil pap smear juga ada yang positif, artinya ditemukan sel epitel yang abnormal. Kalau hasilnya positif, maka dokter akan menganjurkan si penderita untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti kolposkopi yaitu mengolesi asam asetat pada leher rahim dan tes HPV untuk mengetahui ada/tidaknya infeksi virus HPV. Kalau dokter menemukan kelainan, maka akan dilakukan biopsi untuk mengetahui jenis lesi yang ditimbulkan.

pap smear
Hasil pap smear. Credit photo: gynla.com

Hasil pap smear tidak hanya positif dan negatif, ada juga displasia. Hasil ini masih dalam batas normal hanya saja ditemukan perubahan sel yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau virus. Untuk kasus seperti ini, dokter akan membarikan terapi yang sesuai dengan penyakitnya.

Berapa biaya pap smear? Pasti pertanyaan ini timbul dibenak teman-teman semua. Biaya pap smear biasanya sekitar Rp 300.000 – Rp 400.000. Namun, pap smear yang lakukan kemarin itu GRATIS. Kok bisa? Yup, PAP SMEAR GRATIS DENGAN MENGGUNAKAN KARTU BPJS KESEHATAN.

Baca juga: Berapa Biaya Pap Smear dan Apa Saja Syaratnya?

Dengan menggunakan Kartu BPJS Kesehatan, kita bisa mendapatkan pemeriksaan pap smear gratis di laboratorium atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Seperti waktu saya pap smear tempo hari, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Laboratorium Prodia untuk melakukan screening kanker serviks dengan pap smear bagi seluruh wanita Indonesia yang memiliki kartu JKN/KIS.

Caranya, kukup bawa fotokopi kartu identitas (KTP/KK) dan kartu JKN/KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ke laboratorium atau faskes yang bekerja sama.

Jadi, tunggu apa lagi. Yuk, seluruh perempuan Indonesia, segera lakukan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Lebih cepat mendapatkan pengobatan juga lebih baik daripada membiarkan penyakit tersebut terus menggerogoti tubuh kita.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

86 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: