melahirkan dengan bpjs

Tidak terasa, tiga tahun sudah BPJS Kesehatan menjadi penyelenggara jaminan kesehatan di Indonesia. Lewat program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang berkesinambungan bagi seluruh rakyat di seantero negeri. Program JKN-KIS ini sangat terasa manfaatnya bagi mereka yang sakit dan membutuhkan pengobatan. Pun demikian bagi ibu-ibu yang ingin melahirkan anaknya pun sangat tertolong dengan program ini. Tidak mengherankan jika banyak sekali yang bertanya bagaimana prosedur melahirkan dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

Sebelum diluncurkannya program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, melahirkan, tidak hanya menimbulkan rasa sakit bagi ibu hamil, tetapi biaya yang harus dikeluarkan untuk persalinan pun tidak sedikit. Lebih-lebih kalau sang ibu tidak bisa melahirkan secara normal dan harus dilakukan tindakan sectio caesaria (SC). Belasan juta rupiah biaya yang harus dikeluarkan untuk proses melahirkan ini. Yang memiliki asuransi komersil pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk kasus persalinan. Asuransi komersil tidak menjamin persalinan baik normal atau SC, karena hamil pada dasarnya bukanlah sebuah penyakit. Walhasil, mau tidak mau sang ibu dan keluarga pasrah.

Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan tingginya biaya persalinan baik itu persalinan normal atau caesar. Semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Lalu bagaimana prosedur Melahirkan dengan BPJS Kesehatan? Bagi yang belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS atau yang lebih dikenal dengan kartu BPJS yang dimiliki, pasti penasaran bagaimana pengalaman melahirkan dengan BPJS Kesehatan, bukan? Yuk simak testimoni blogger berikut ini saat memanfaatkan kartu ini saat melahirkan normal ataupun caesar di fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Baca juga pengalaman saya mendaftar BPJS Kesehatan : Mudahnya Mendaftar BPJS Kesehatan

Suria Riza, pemilik blog echaimutenan.com

Echa, begitu panggilan akrab ibu dari Raffi dan Raffa ini. Beberapa bulan yang lalu, blogger yang sering mengulas tentang family dan parenting di blognya baru saja melahirkan anak keduanya melalui proses sectio caesaria. Sebenarnya jika boleh memilih, ia ingin melahirkan secara normal saja, seperti anak pertamanya Raffi. Namun, karena posisi bayinya yang melintang, dokter memutuskan untuk melakukan tindakan caesar atas dirinya.

Sebenarnya Echa sudah mempersiapkan biaya untuk biaya persalinan caesar. Namun, ternyata Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) tempat ia bersalin telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga biaya persalinan gratis bagi pemilik kartu JKN KIS tersebut. Kebetulan Echa juga memiliki Kartu JKN-KIS kelas 2 yang didaftarkan oleh perusahaan tempat suaminya bekerja sehingga ia pun tidak perlu mengeluarkan sepeserpun biaya untuk melahirkan.

melahirkan dengan bpjs
Pengalaman Echa melahirkan caesar dengan BPJS Kesehatan (credit photo: echaimutenan.com)

Melahirkan dengan BPJS Kesehatan prosesnya sangat mudah. Karena memang memiliki indikasi untuk dilakukan SC (letak lintang.red), maka Echa tidak perlu membawa rujukan dari Faskes tingkat pertama lagi saat ke RSIA. Ia cukup membawa pengantar dari Dokter Spesialis Obgyn ke ruang bersalin, maka waktu operasinya pun langsung dijadwalkan.

Echa merasa sangat puas dengan pelayanan di RSIA tersebut. Tidak ada perbedaan perlakukan antara peserta BPJS Kesehatan dengan pasien umum.

“Untuk perlakuan sama saja, karena saya melahirkan di RSIA. Dan kayaknya kalau lahiran lebih baik emang di RSIA karena lebih enak perawatan, rooming in, obat-obatan, dll dibandingkan RS Umum,” ungkapnya.

Pengalaman Echa saat melahirkan dengan BPJS Kesehatan juga ia tuangkan dalam bentuk tulisan di blognya di http://www.echaimutenan.com/2017/01/pengalaman-melahirkan-cesar-dengan-bpjs-kesehatan.html.

Helena Mantra, pemilik blog helenamantra.com

Hal serupa juga dirasakan oleh blogger yang kerap disapa dengan Helen. Mom blogger ini juga memiliki pengalaman melahirkan dengan BPJS Kesehatan. Helena adalah peserta JKN KIS Mandiri Kelas 1 yang setiap bulannya membayar iuran Rp 80.000. Kehadiran BPSJ Kesehatan sangat membantunya saat menjalani proses persalinan. Jika Echa memiliki pengalaman melahirkan caesar dengan BPJS Kesehatan, maka Helen memiliki pengalaman melahirkan normal dengan BPJS Kesehatan.

melahirkan dengan bpjs
Helena saat sedang mengandung anak pertamanya (credit photo: helenamantra.com)

“Alhamdulillah sangat membantu jadi lebih hemat biaya selama periksa rutin kehamilan dan biaya persalinan. Kalau tanpa BPJS Kes, melahirkan di RS situ sekitar 5 juta yang normal.” Jelas Helena.

Pengalaman ibu satu anak ini saat melahirkan dengan BPJS Kesehatan pun telah dituangkan dalam tulisan di blognya di sini: http://www.helenamantra.com/2017/01/melahirkan-normal-bpjs-kesehatan.html

Nova, pemilik blog Novanovili.com

Mom blogger yang satu ini juga memiliki pengalaman melahirkan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Saat mengetahui dirinya hamil, Nova langsung memutuskan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri Kelas I.  Ketika melahirkan, ia harus menjalani proses sectio caesaria yang saat itu biayanya mencapai 8 juta rupiah. Syukurnya, dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, ia tidak perlu mengeluarkan uang sepersen pun.

melahirkan dengan bpjs
credit photo: novanovili.com

Ia juga mengakui tidak ada kendala berarti saat berobat dengan menggunakan fasilitan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan. Pun demikian dengan pihak RS tempatnya berobat, sangat bagus dalam melayani pasien tanpa membeda-bedakan apakah ia peserta BPJS Kesehatan atau bukan.

Nur Aliah Saparida, pemilik blog widihie.com

Blogger yang berdomisili di Tegal ini pun mengungkapkan hal yang sama ketika saya menanyakan pengalamannya melahirkan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Baginya, kehadiran BPJS Kesehatan sangat membantu terutama saat ia bersalin. Kebetulan waktu itu Nuraliah melahirkan pada salah satu Rumah Sakit Swasta di daerah tempat tinggalnya. Pelayanan yang diberikan oleh pihak RS sangat memuaskan dan tidak ada tambahan biaya apapun ketika ia bersalin di sana.

melahirkan dengan bpjs
credit photo: widhie.com

Para emak-emak blogger ini sangat merekomendasikan para ibu yang ingin melahirkan dengan menggunakan kartu JKN-KIS. Bagi yang belum terdaftar, segera daftarkan diri ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Itu dia testimoni dari 4 mom blogger kece tentang pengalaman melahirkan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Bagi teman-teman blogger lain yang memiliki pengalaman saat melahirkan dengan BPJS Kesehatan atau kartu JKN-KIS, ditunggu komentarnya.

Published by Liza Fathia

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

Join the Conversation

12 Comments

  1. Aku punya BPJS dari kantor suami, tapi jarang dipake karena takut ribet & selalu pake asuransi kantor kalau ada apa2, ternyata pake BPJS ngga seribet yg dipikirkan 😀 apalagi baca pengalaman bloher2 hebat diatas 🙂

    1. kalau ada asuransi lain memang lebih gampang ya mbak, tapi kalau kita enggak punya asuransi apapun, bpjs worth it

  2. Aku pakai budok.

    Pengalamanku BPJS dari Solo, melahirkan di Manado.
    Aku melahirkan SC di RS Siloam. Prosesnya, sudah dibilang dari awal sama dokternya. Jadi,pertama aku lapor dulu ke BPJS kesahatan pusat di Manado, minta mereka tanda tangan di fotocopy kartu BPJS di situ ada keterangannya *aku lupa 🙁
    Terus keterangan dari puskesmas area tempatku tinggal bahwa aku akan melahirkan di RS Siloam dengan SC. Terus rujukan dari rumkit tipe *apa gitu lupa -hiks
    Sewaktu masuk rumkit karena kontraksi (jadi sebelumnya udah ada jadwal tapi geser), aku belum ada surat rujukan dari rumkit tipe *yg di atas itu, tapi mereka terima terus sama kakak diurus.

    Aku hanya mengeluarkan uang untuk bayar ruang bayi saja 2jt, biaya lain nggak ada. Pelayanan pun baik, bahkan obat yang memang udah disediakan terus nggak dipakai dikasih ke aku. 😀

    Aku pakai BPJS kelas 1. Aku sih recomended BPJS ini karena udah rasakan manfaatnya.

    1. bener banget kak ranny, kalau udah kontraksi, di rs manapun bisa pakai bpjs. enggak mesti ada rujukan

  3. Alhamduillah yaa ikut seneng denger cerita temen2 sekarang yang ikut BPJS diberi kemudahan dalam prosesnya. Dulu di awal-awal berdirinya BPJS, beberapa temen cerita prosedurnya ribet

  4. Alhamduillah yaa ikut seneng denger cerita temen2 sekarang yang ikut BPJS diberi kemudahan dalam prosesnya. Dulu di awal-awal berdirinya BPJS, beberapa temen cerita prosedurnya ribet

  5. kalau sekarang sudah mudah sepertinya, kemarin teman saya sebelum istrinya melahirkan kurang 3 hari mengurus dan mendaftarkan anaknya dan di acc.

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: