Feature,  Kuliner,  PhotoBlog,  Traveling

Mancing, Makan, dan Berenang di Riung Gunung Jantho

IMAG3114

Pelisiran kemanapun belum lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner setempat. Apalagi kalau kamu setiap hari pulang pergi ke tempat tersebut. Aih, nggak komplit banget rasanya kalau belum sekalipun mencicipi sajian lezat yang ada di sana. Harusnya tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali!

Nah, setelah dua bulan bolak-balik Banda Aceh-Jantho, akhirnya saya berhasil juga menikmati lezatnya kuliner yang ada di ibukota Kabupaten Aceh Besar itu. Tepatnya hari Sabtu (5/10) saya dan suami berkeliling-keliling mencari hidangan lezat yang kerap saya dengar dari rekan kerja di rumah sakit. Dari cerita mereka, tempat kuliner di Jantho itu adanya di Jantho Baru.

Kenapa dinamakan dengan Jantho Baru? Karena pemukiman yang disana terbentuk setelah para transmigran dari Pulau Jawa di tempatkan di areal hutan Jantho. Nah, di kompleks transmigrasi inilah beberapa tempat wisata kuliner bisa ditemukan. Ada Adem Ayem, Rata Resto, dan Riung Gunung. Sayangnya, beberapa di antaranya terpaksa gulung tikar karena minim pengunjung. Maklum saja, Jantho terletak 55km dari Banda Aceh dan butuh waktu 1,5 jam untuk tiba ke sana. Meskipun ibu kota kabupaten, wilayah ini sangat sedikit penduduknya. Para abdi negara yang bekerja di kantor pemerintahan rata-rata tinggal di Banda Aceh. otomatis, setelah jam kantor usai, mereka kembali ke rumah masing-masing. Begitu pun dengan saya.

Setelah beberapa ratus meter berjalan dengan sepeda motor, kami melihat pamflet restoran Adem Ayem. Sama seperti namanya, restoran ini sangat sepi, pintu pagarnya juga di gembok. Kami pun terus melaju memasuki Jalan Langsat dan akhirnya kami pun menemukan restoran yang pernah direkomendasikan teman-teman di RS yaitu Riung Gunung.

IMAG3101

Membaca papan namanya mengingatkanku pada objek wisata yang ada di Puncak, Jawa Barat. Mungkin sang pemilik restoran ini sengaja memilih nama Riung Gunung yang menunjukkan bahwa restoran ini adalah tempat berkumpul siapapun sambil menikmati pemandangan alam pegunungan Jantho. Desain restoran ini juga terlihat alami. Bambu kuning dan pohon markisa yang tumbuh subur meneduhkan siapa saja yang beranjak masuk ke dalamnya. Beberapa pondok lesehan juga dibangun di atas kolam ikan. Para pelanggan bisa memancing sendiri ikan yang akan disantapnya. Ada ikan mas, mujair, gurami, dan nila.

IMAG3099

Karena sudah terlanjur kelaparan, saya dan suami memilih untuk memesan ikan gurami bakar yang sudah tersedia saja. Sedangkan pengunjung lain terlihat begitu asyik melemparkan kail ke dalam kolam. Nah, sambil menunggu pesanan datang, kami juga ikut memancing ikan di kolam bawah lesehan tempat kami duduk. Yiha! Hanya dengan umpan kelapa muda serut saja ikan mujair kecil dengan mudahnya terperangkap di pancingan.

IMAG3103

Akhirnya setelah hampir setengah jam menunggu, pesanan pun datang. Gurami bakar dengan sambal kecap, kangkung tumis, dan sebakul kecil nasi. Dari aromanya saja hidangan di depan kami sudah menggoda begitu pun dengan rasanya. Yummy. Lapar dan dahaga langsung lenyap seketika setelah menghabiskan sebakul nasi dan setengah kilo gurami juga segelas besar kelapa muda.

Soal harga juga bisa dibilang sangat ekonomis. Misalnya saja gurami bakar pesanan kami hanya Rp 65.000/ setengah kilogram. Selain dibakar, ikan-ikan air tawar itu ada juga yang digoreng dan dimasak asam manis. Tinggal pilih saja mana yang kamu sukai.

IMAG3106

IMAG3107

IMAG3102

Di sana juga terdapat kolam renang. Jadi, cocok banget kalau kita mengajak keluarga ke Riung Gunung ini. Sambil menunggu pesanan datang, kita bisa memancing atau mandi di kolam renang. Eits, tak hanya itu, di pematang yang memisahkan kolam satu dengan yang lainnya juga tumbuh pohon rambutan. Konon kabarnya kalau rambutannya sedang berbuah, pengunjung Riung Gunung bisa memetik sepuasnya rambutan tersebut dan membawa pulang. Gratis, bo! Seru banget, kan?

IMAG3111

Pondok Makan dan Kolam Pancing Riung Gunung

Alamat : Jalan Langsat Desa Jantho Baru Kec. Jantho Kab. Aceh Besar

Akomodasi : Jarak dari Banda Aceh 60 km dapat ditempuh dengan mobil atau sepeda motor selama 1 jam. Pada hari kerja, ada bus Pemda yang bisa kita tumpangi sampai ke kota Jantho cukup dengan membayar Rp 5.000. Selain itu juga ada angkutan L300 yang bisa mengantar sampai ke tujuan dengan ongkos Rp 20.000.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

26 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: