btn properti
Advertorial,  Life Story

(Sponsored Post) Beli Rumah atau Beli Mobil? Rumah Aja, Say!

btn properti

“Bang, kita beli mobil aja, yuk. Kalau Adik dan Naqiya pulang ke Banda Aceh seperti sekarang ini, kita tetap bisa jalan-jalan walaupun hujan,” ucap saya kepada Bang Tunis, suami saya. Weekend kali itu giliran saya dan Naqiya pulang ke Banda Aceh dari Blangpidie.

(Pasti penasaran kenapa saya dan Bang Tunis tinggal berjauhan. Yuk Baca kisah LDR saya dan suami di sini : LDR setelah Menikah Itu)

“Hmm…” Bang Tunis seolah mengacuhkan ucapan saya. Sebenarnya sudah sering kali saya mengusulkan untuk membeli mobil. Menurut saya, kami butuh kendaraan roda empat tersebut. Saat hari hujan misalnya, kami tidak perlu menunda pergi ke suatu tempat. Atau kalau keluarga besar kami datang, kami bisa mengajak mereka jalan-jalan keliling kota Banda Aceh dengan menggunakan mobil tersebut.

“Mobil second pun jadi, Bang.” Saya pun mulai uring-uringan.

Selain karena memang perlu, dorongan dari pihak keluarga pun semakin memantapkan hati saya untuk segera mengajak Bang Tunis membeli mobil.

“Masa Pak Doktor dan Bu Dokter masih naik kereta. Anak si A yang kerjanya jualan aja udah beli mobil,” kata salah seorang sanak famili kami. Kereta adalah istilah orang Aceh yang berarti sepeda motor.

Mungkin karena susah sering kali saya meminta dibelikan mobil, malam itu, ketika putri kami sudah tidur, Bang Tunis pun angkat bicara.

“Dek, mungkin uang kita sudah cukup untuk beli mobil. Tapi coba Adek pikir lagi, kalau kita beli mobil, mau diparkir dimana? Saat ini kita juga masih ngontrak. Tinggal pun masih terpisah. Jadi, dari pada beli mobil, mending kita bangun rumah. Nanti kalau sudah ada rumah, baru kita rencanakan beli mobil.”

“Tapi Abang kan bisa pakai mobil itu waktu kerja. Kasian kali Abang kalau harus hujan-hujanan naik motor waktu mau ngajar ke kampus,” saya pun mulai berasalan.

“Abang nyaman kok dengan keadaan Abang sekarang. Enggak masalah hujan-hujanan. Sekarang daripada kita asyik berdebat, coba kita tentuin prioritas. Yang paling tahu tentang keluarga kita ya kita sendiri. Jangan gara-gara orang nyuruh kita beli mobil terus kita latah beli mobil. Beli kalau memang kita butuh. Dan menurut Abang, yang paling kita butuhkan saat ini adalah rumah.”

Apa yang disampaikan Bang Tunis benar adanya. Sebenarnya keinginan saya membeli mobil lebih karena dorongan orang luar, bukan karena saya dan keluarga yang butuh. Memang sih,  kalau lagi musim hujan rasanya mobil itu penting banget. Tapi selama ini kami tetap bisa survive dan bisa jalan-jalan dengan menggunakan motor. Dan kami memang lebih membutuhkan rumah dibandingkan mobil. Masa iya mau jadi kontraktor alias tukang kontrak rumah terus?

Beli atau Bangun Sendiri?

Setelah pillow talk tersebut, saya dan suami pun sepakat untuk fokus memiliki rumah. Awalnya kami sempat bingung, mau beli rumah yang sudah dibangun oleh developer atau membangun sendiri. Apalagi kami berdua tidak memiliki pengalaman dalam membangun rumah. Rasanya membeli rumah yang dibangun oleh developer lebih meyakinkan.

Bang Tunis pun akhirnya berkonsultasi pada temannya yang berprofesi sebagai arsitek. Menurut sang arsitek, kalau memang kami memiliki rumah yang desainnya sesuai dengan keinginan kami, lebih baik bangun sendiri. Harganya pun lebih murah jika dibanding dengan rumah yang dibangun oleh developer. Namun, kalau kami membutuhkan rumah hunian segera, tidak masalah kalau membelinya lewat developer.

Lantas apa saja yang kami lakukan untuk mewujudkan impian kami memilki rumah? Yuk, lanjut baca lagi.

Tentukan budget rumah yang ingin dibeli

Budget yang saya dan suami miliki sebenarnya tidak cukup untuk membeli rumah secara cash. Tahu sendiri kan berapa harga rumah di Banda Aceh saat ini? Untuk tipe 45 saja harganya 300 juta ke atas. Namun, mahalnya harga rumah bukan berarti rencana kami untuk memiliki hunian sendiri harus dipending. Saat ini banyak sekali solusi untuk bisa membeli rumah sendiri. Salah satunya adalah dengan mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di bank seperti BTN.

btn properti

Tips agar lolos saat untuk mengajukan KPR pun sangat mudah. Kita tinggal melengkapi  segala dokumen yang dibutuhkan, memastikan proporsi hutang dan pendapatan sudah seimbang, rutin menabung di bank yang memiliki program KPR rumah, dan memiliki riwayat keuangan yang baik.

Selain itu, untuk karyawan seperti saya yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan juga bisa mendapatkan Pinjaman Uang Muka Perumahan atau PUMP yang jumlahnya disesuaikan dengan gaji perbulan.

Persayaratan PUMP ini juga mudah antara lain belum memiliki rumah sendiri, aktif menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan minimal 1 tahun, memperoleh rekomendasi dari perusahaan, dan upah minimal Rp 4,5 juta.

Pengajuan KPR BTN semakin mudah lewat BTN Properti

btn properti

Pekerjaan di kantor yang menumpuk sering kali membuat saya mengulur-ulur waktu untuk mencari informasi  tentang cara pengajuan KPR langsung ke Bank BTN.  Namun, dengan adanya situs BTNProperti.co.id saya tidak perlu datang lagi ke BTN untuk mengajukan KPR ataupun melihat informasi rumah yang ingin saya beli ke developer yang berkerja sama dengan BTN. Saya tinggal mengunjungi situs BTN properti di https://www.btnproperti.co.id/pengajuan-online.html, registrasi dan ajukan KPR rumah.

Ada 2 opsi pengajuan KPR di Bank BTN, yaitu KPR Konvensional dan KPR Syariah. Tinggal klik saja jenis KPR yang kita inginkan kemudian isi formulir yang tersedia di sana. Pembiyaan yang kita ajukan secara online ini akan langsung diproses oleh kantor cabang yang kita pilih. Seperti saya yang tinggal di Banda Aceh, maka pembiayaan akan di proses di BTN Cabang Banda Aceh.

Lalu bagaimana dengan dokumen yang harus kita lengkapi? Tenang, selama ini dibenak kita kalau udah ngomongin tentang dokumen pengajuan KPR rumah pasti banyak dan prosesnya lama. Sekarang, semua itu tidak berlaku lagi. Cukup sediakan scan KTP dan slip gaji, maka kita bisa langsung mengajukan pembiayaan.

btn properti

Nah, bagi yang belum paham bagaimana simulasi KPR BTN, di situs BTN Properti ini juga ada kolom khusus tentang simulasi KPR BTN. Kita tinggal mengisi saja jenis subsidi, harga beli properti, jumlah uang muka, margin pertahun, dan lama pinjaman. Lalu klik hitung, maka simulasi KPR rumah kita akan muncul.

btn properti

Proses pengurusan KPR rumah Bank BTN secara online sangat mudah, murah, dan cepat, bukan? Doakan agar rumah impian saya dan keluarga segera terwujud ya teman-teman.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

53 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: