Kesehatan

Antara Robin Williams, Marshanda, dan Gangguan Bipolar

Akhir-akhir ini berbagai media, baik itu media cetak dan elektronik, atau media sosial dihebohkan oleh kematian tragis yang dialami oleh aktor kawakan dan juga komedian, Robin Williams. Diduga artis papan atas ini mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri (suicide). Ya, tak ada yang menduga, laki-laki 63 tahun yang selalu tampil kocak dan mengundang tawa dalam setiap film komedi yang dibintanginya ternyata mengalami depresi. Ia sudah beberapa kali direhabilitasi karena penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. Dan tidak ada yang menyangka kalau ayah dari Zelda Williams ini akan menutup kisah hidupnya seperti ini. Keputusan Robin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri diduga karena ia menderita gangguan bipolar.

Robin Williams (ninerfans(dot)com)
Robin Williams (ninerfans(dot)com)

Sebelum kejadian bunuh diri papa Robin, infotaiment kita juga dihebohkan dengan kabar “dipasungnya” Marshanda oleh ibu kandungnya di salah satu rumah sakit di Jakarta. Chacha, begitu panggilan mantan artis cilik itu diduga mengalami gangguan jiwa. Meski menyangkal, selama ini Chacha didiagnosa menderita penyakit yang sama dengan Robin, yaitu bipolar.

Marshanda saat masih berhijab (detik(dot)com)
Marshanda saat masih berhijab (detik(dot)com)

Mungkin sempat terlintas dibenak kita, kok bisa sih orang-orang sehebat, sekaya, seterkenal, dan terlihat memiliki kehidupan yang sempurna seperti mereka bisa mengalami depresi? Bahkan, Chacha sering sekali mengaku kalau dirinya tidak bahagia. Lihat saja saat ibu satu anak ini memutuskan untuk bercerai dari Ben Kasyafani, alasannya karena dia ingin bahagia. Pun sekarang ketika tiba- tiba ia melaporkan ibu kandungnya ke polisi, alasannya juga sama, kebahagiannya telah terenggut.

Begitulah gangguan jiwa. Setiap kita pasti mengalaminya tetapi kita sering tidak sadar atau bahkan menyangkalnya. Memang gangguan jiwa yang kita alami bukanlah gangguan jiwa berat melainkan gangguan jiwa ringan. Contohnya saja insomnia, pasti tidak sedikit dari kita yang pernah mengalami kesulitan saat tidur bukan? Lalu phobia? Cemas? Nah, semua itu termasuk gangguan jiwa ringan. Namun, ketika seseorang telah membahayakan dirinya atau orang lain karena gangguan jiwa yang ia derita, maka ia sudah tergolong dalam gangguan jiwa berat. Seperti gangguan bipolar.

Sebenarnya apa sih gangguan bipolar itu?

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, ada beberapa pertanyaan nih yang akan saya ajukan untuk teman-teman semua.
– Pernah tidak kalian merasa kalau mood kalian itu berubah-ubah. sangat senang pada suatu ketika, tapi tiba-tiba menjadi sangat sedih di waktu yang lain?
– Apakah perasaan tersebut Anda alami berminggu-minggu ( minimal seminggu) atau bahkan berbulan-bukan?
– Apakah perubahan mood tersebut membuat kalian sulit untuk tidur, fokus pada sesuatu, dan mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari?

Nah, jika kalian mengalami semua gejala di atas, bisa jadi kalian mengalami salah satu jenis gangguan jiwa berat, yaitu bipolar disorder atau gangguan bipolar.

Jadi, gangguan bipolar adalah salah satu gangguan mental yang serius yang juga disebut dengan penyakit manic-depressive. Penderita penyakit ini akan mudah mengalami perubahan mood. Sewaktu-waktu ia bisa begitu aktif, senang, dan bersemangat atau yang dikenal dengan istilah mania. Sebaliknya, pada waktu yang lain ia bisa merasa sangat sedih, tidak bersemangat, sulit tidur, tidak nafsu makan, merasa tidak bahagia dan disisihkan. Keadaan seperti disebut dengan depresi.

Bipolar tidaklah sama dengan perubahan mood yang mungkin terkadang juga kita rasakan. Saya yakin, teman-teman juga pernah merasakan senang lalu tiba- tiba sedih dan tidak bersemangat. Tapi kita bisa mengembalikan perasaan tersebut dengan sendirinya. Pada gangguan bipolar, perubahan mood yang terjadi sangatlah kuat dan berlangsung lama. Tidak jarang, penderita bipolar ini bisa menyebabkan ketidakharmonisan dalam hubungan dengan keluarga, teman-teman, dan orang sekitar. Mereka juga sulit untuk bekerja atau melanjutkan sekolah. Penderita bipolar juga bisa membahayakan diri mereka sendiri seperti menyakiti diri sendiri dan bahkan bunuh diri.

Meskipun demikian, penderita bipolar bisa diobati. Dengan support dari berbagai pihak, mereka bisa hidup lebih baik dan meraih cita-cita. (Bersambung)

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

15 Comments

  • Idah Ceris

    Ka, itu pertanyaan tentang Bipolarnya menjurus banget, sih. Saya lagi susah tidur nih. Malam2 masih gentayangan di dunia Blogger. Jadi takut. 😆

  • Milo

    Saya dulu sempat mikir kena bipolar karena mood swing yang paraaah banget. Apalagi beberapa tahun lalu ada yang bahas bipolar di Oprah (kalo ga salah) Jadi horror sendiri. Tapi, berhubung saya belum pernah mengalami fase mania (bahagia dan semangat yang berlebihan) dan saya nggak pernah merasa sangat produktif sampai merasa nggak perlu tidur, jadi saya agak yakin kalo yang saya alami bukan bipolar. Dan setelah nyoba2 tes di internet, hasilnya saya “cuma” depresi. Apa harus ke dokter juga buat mastiin saya bipolar ato nggak?

  • @mirasahid

    Mesti antisipasi juga nih. Kebiasaan begadangku (sulit tidur), sudah berlangsung lama. Ah, semoga nggak mengarah ke sana 😀

  • cumilebay.com

    Aku sempet baca buku novel karangan seorang pns asal jogja yg juga menderita bipolar. Dia bercerita ttg kisah cinta dan perjuangan nya, menyaksikan suami nya membawa wanita lain di rumah nya … Pokoke aku meleleh nahan tanggis kalo inget buku nya

  • Una

    Aku ada Kak saudara dekat yang bipolar. Tampilan biasanya sih normal-normal saja. Pinter banget malah, kocak juga orangnya hihihi tapi katanya kalau ngamuk serem. Belum pernah liat pas ngamuk sih 😀

  • Toni

    Penyakit bipolar akhir2 ini banyak menyita perhatian kita. Dulu yang namanya penyakit kejiwaan itu setahu saya hanya gila dan stress, sekarang bipolar.
    Penyakit ini semoga jangan sampai muncul ke dalam diri kita sebab menurut beberapa sumber yang saya baca sangat sulit untuk di obati dan bahkan sampai bertahun – tahun.

  • linajuw

    SAYA mungkin juga pengidap bipolar,,, sekarang sih baru normal2 nya… :p tapi klo sdh kehilangan kontrol, bisa nangis berjam2, bisa marah2 gak jelas, nafsu makan hilang, ngerjain tugas/kerja males (terkadang gak sadar, tp kadang sadar cuma susah utk mengontrol),
    ada fase mania, ya betul sekali,, tp klo tiba2 ingat sesuatu yg membuat sedih bs langsung berlarut kesedihannya…
    saya takut kalo calon suami saya tahu ttg saya yg sbnrnya,,
    saat ini saja klo dy gak ngabarin bs stress sndiri,,, tp klo sdh denger kabar plong langsung senyum merekah,, keponakan dibeliin es krim,, haha,,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: