Opini

10 Tipe Teman yang Sebaiknya Di Unfriend/Unfollow di Media Sosial

Pernah enggak sih merasa tiba-tiba perasaan kamu berubah menjadi badmood saat membaca status yang muncul di timeline jejaring sosialmu? Atau pernah enggak sih kamu merasa sebal saat melihat wall Facebook kamu sudah penuh dengan iklan dari teman-temanmu yang berjualan baju, kosmetik, tas, atau barang elektronik? Atau merasa terganggu dengan notifikasi di media sosial kamu penuh dengan ajakan teman-temanmu untuk bermain game? Jika kamu sudah merasa terganggu, sudah saatnya kamu berpikir untuk meng-unfriend atau unfollow saja teman-teman di media sosial tersebut. 

Memiliki banyak teman di media sosial sah-sah saja. Apalagi bagi mereka yang sedang menekuni bisnis online, semakin banyak jejaring yang mereka miliki, maka semakin bagus pula prospek bisnis yang mereka geluti. Namun, bagi kita yang hanya sekadar ingin memperluas jaringan dengan menambah teman, mungkin harus berpikir kembali jika itu dilakukan di ranah maya. Orang yang statusnya teman di media sosial belum tentu menjadi teman kita. Setelah add dan confirm, belum tentu kita akan melakukan interaksi dengannya. Jangankan mereka yang kita kenal lewat media sosial, teman yang memang akrab dengan kita di dunia nyata, belum tentu dekat di dunia maya.

Kesamaan hobi dan pandangan akan sesuatu masalah bisa mengakrabkan kita dengan teman di media sosial. Misalnya, si A dan si B sama-sama hobi traveling dan berkenalan di medsos. Akhirnya pertemanan tersebut semakin akrab karena kesamaan minat. Namun, tidak jarang lama kelamaan kita menjadi tidak suka dengan teman di jejaring sosial itu. Entah karena pandangan politik yang berbeda atau karena tidak suka dengan kenarsisannya.

Nah, berikut ini adalah 10 Tipe Teman yang Sebaiknya di Unfrien/Unfollow di Media Sosial yang dikutip dari Majalah Femina Edisi Oktober 2014:

  1. Over Narsis. Status dan linimasanya hanya dipenuhi foto wajahnya. Sama sekali tidak informatif.
  2. Penyebar Hoax. Suka menyebar link yang didapatkan entah darimana tanpa memeriksa kembali kebenarannya.
  3. Terlalu Sepi. Tidak pernah update status, disapa dan dikirimi pesan tidak pernah direspon. Bisa jadi dia tidak pernah online.
  4. Fanatik Berlebihan terhadap partai, tokoh, golongan, atau paham yang dia anut bahkan akan menyerang siapa pun yang berbeda dengannya.
  5. Polisi Moral. Menghakimi siapa pun seolah-olah mereka yang paling benar.
  6. Update terus tanpa henti. Seakan jemarinya tidak pernah lepas dari ponsel pintarnya. Kita bisa tahu dia lagi dimana, makan apa, bahkan baru dari toilet pun nge update status.
  7. Hobi Mengeluh. Setiap status di medsosnya berisi keluhan semua dan lama-lama merusak mood orang yang membacanya.
  8. Ajakan games. Ingat,mtidak semua orang suka main game
  9. Nge-tag Dagangan. Jualan online sih boleh-boleh saja, tapi kalau semua dagangannya dia tag ke kita dan puluhan notifikasi masuk ke smartphone, pasti sangat mengganggu.
  10. Anonim. Setelah dilihat-lihat teman di medsos itu sama sekali tidak kita kenal, tidak saling menyapa, tidak ada satu aspekpun yang menghubungkan kita dengan mereka.

Psikolog Raymond dalam ulasannya di Majalah Femina dalam artikel yang berjudul Friend or Unfriend  memaparkan bahwa:

Jika Anda merasa kehilangan energi, kepercayaan diri, bahkan kehilangan kemandirian, kemungkinan besar dia tidak cocok untuk kita. Jika pertemanan itu terus dibiarkan, kebahagiaan kita akan tergerogoti. Hal ini justru memberikan dampak negatif pada diri kita.

Jadi, dari pada badmood saat membaca timeline di facebook, mending unfriend/unfollow saja teman-teman yang membuat perasaan kita jadi negatif.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

15 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: