Uncategorized

WISATA di MEDAN

Danau Toba,…Subhanallah…

Untuk farewell party, panitia membawa kita ke Danau Toba. Asyiikkk banget. Dari Medan, kita harus menempuh lima jam perjalanan. Cukup melelahkan, tapi pesona danau toba bisa menggantikan kepenatan selama perjalanan.

Sore hari kita tiba di penginapan yang terletak berhadapan dengan danau toba. Aku yang kelelahan memutuskan untuk beristirahat saja di penginapan bersama Nur dan Icha, sedangkan beberapa temanku yang lain tidak sabar ingin melihat indahnya danau toba.

Malam harinya, panitia mengumpulkan kami untuk mengikuti acara penutupan. Dengan dikelilingi api unggun, kami dihibur dengan aksi kocak pasangan soulmate Uta dan Komang, delegasi dari Univ. Udayana Bali. Setelah itu kami melakukan pesta DURIAN. Ho ho ho… ada puluhan durian yang dibawa oleh pembantu dekan FK USU, bang DEDI. Dan dengan puas kami melahap seluruh durian itu. Alvine yang maniak duren langsung memilah durian yang menurutnya bagus dan manis. Sedangkan aku, menunggu durian selesai dikupas dan dibagi-bagikan saja.

Setelah pesta durian, kami semua kembali ke kamar masing-masing. Suhu daerah Prapat yang dingin membuat kami ingin segera beristirahat.

Keesokan harinya, kami menuju pulau Samosir. Sebuah pulau yang terletak di tengah-tengah danau toba. Dengan menggunakan kapal fery, kita pun menuju Samosir. Ditengah-tengah perjalanan, panitia menunjukkan sebuah gunung yang terdapat batu gantung.

Menurut cerita, batu gantung yang menyerupai kaki manusia itu adalah kaki seorang putri Samosir yang tersangkut ketika hampir jatuh ke jurang bersama anjingnya. Saat itu sang putri sedang melarikan diri dari rumahnya karena tidak ingin dinikahkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Kemudian tersangkut ia di sebuah pohon ketika hampir jatuh ke jurang hingga akhirnya membatu seperti saat ini. Hmmm,.. apakah itu kenyataan atau sebuah ilusi,.. entahlah,..aku tidak mau berspekulasi.

Di Samosir,..kami hanya diberikan waktu setengah jam untuk jalan-jalan dan belanja. Sangat singkat karena ada beberapa delegasi yang harus kembali ke daerahnya pada sore hari. Keasyikan berfoto membuat kami semua tidak sempat berbelanja pernak-pernik khas Toba. Sampai akhirnya kita harus kembali ke kota Medan dan pulang ke daerah masing-masing…

Semoga di lain waktu aku bisa kembali ke danau Toba..

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

2 Comments

  • adn@n

    Asyiknya temu ilmiah sembari rekreasi…:) Masih banyak lho tempat-tempat rekreasi yang lebih bagus dari danau toba, seperti Bali, danau tiga warna Kelimutu, Bromo, Anyer, wisata bawah laut Bunaken, dan masih banyak lagi tempat-tempat indah yang dianugerahkan Tuhan untuk bangsa ini.

    Semoga semakin sering kita mengunjungi tempat-tempat yang indah di negeri ini, akan semakin menambah rasa

  • liza

    yup,..setuju banget mas adnan,..
    makanya,..ngga asalahkan kalau hobi liza jalan2,..liza tuh suka bgt ke tempat2 yang membuat liza semakin bersyukur atas karunia yang di ata

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: