Advertorial,  Feature

(Sponsored Video) Kala Messi dan Punggawa Barca Lainnya Beralih Profesi

Dapatkah kamu membayangkan jika suatu hari nanti kamu pergi ke sebuah pulau dengan menumpang pesawat terbang Qatar Airways. Pulau yang kamu tuju itu adalah Pulau Barcelona. Sebuah pulau yang didesain berbentuk logo Barcelona, klub sepakbola favoritmu. Ketika kamu melihat ke samping, di tempat duduk sebelahmu, seorang lelaki yang sangat mirip dengan Javier Mascherano, sedang tertidur sambil memeluk bola.

Pesawat pun mendarat dan kamu segera menuju gerbang imigrasi. Di sana, sosok lelaki yang wajahnya juga sudah tidak asing lagi di matamu, tandem Mascherno di lini belakang, Gerard Pique menjadi petugas imigrasi. Pique dengan seragam petugas imigrasinya sedang memeriksa paspor Neymar, sang pemain teranyar Barca dan memberikan cap yang baru saja menjadi milik Barcelona pada 17 Agustus 2013 di paspor milik pemain asal Brasil itu. Perhatianmu lalu beralih ke Neymar yang tiba-tiba melakukan juggling bola ketika melihat tas milik salah satu penumpang terjatuh.

Kemudian kamu keluar dari bandara. Sebuah taksi dengan corak warna biru merah khas Barcelona datang menjemputmu. Mobil itu membawa kamu melewati jalan bernama Tiki-Taka dan beberapa wilayah lain di pulau Barcelona. Di tengah perjalanan kamu melihat beberapa pemain The Blaugrana beralih profesi. Andres Iniesta dan Sergio Busquets menjadi seniman mural! Keduanya begitu kreatif membuat gravity tiga pemain Barcelona hanya dengan terus menendang bola yang dilumuri cat ke dinding itu.

Tak lama berselang, sebuah poster bergambar kapten Barcelona, Carles Puyol terpampang jelas di pinggir jalan. Ia sedang bergelantungan di sebuah ranting pohon ala Tarzan. Poster yang meyiratkan tentang peran Puyol yang merupakan aktivis di organsiasi pelindung orang utan.

Taksi yang kamu tumpangi berhenti di sebuah museum seni. Kamu membayar ongkor taksi dan menyadari kalau ternyata sang supir adalah Gary Lineker, eks pemain Barcelona asal Inggris. Di dalam museum, seorang lelaki yang menjadi idolamu sedang memimpin sebuah sanggar tari. Lelaki itu adalah Lionel Messi dan ia sedang menari. Namun, tarian yang dipimpin Messi berbeda karena ada objek lain di sana, apalagi kalau bukan bola.

Dari museum, kamu berjalan di pinggir kota. Sebuah vas bunga hampir saja jatuh di kepala dua orang perempuan yang sedang duduk dan mengobrol. Untungnya sebuah sundulan dan tandukan dari seorang laki-laki yang tidak lain adalah Puyol membuat vas pecah. Kecelekaan pun terhindar. Setelah bertemu Puyol, kamu menuju destinasi selanjutnya yaitu stadion kebanggan FC Barcelona, Camp Noe.

Di sana, ribuan penggemar Barcelona lain telah memadati bangku penonton. Betapa terkejutnya kamu ketika seluruh laki-laki yang kamu jumpai di sepanjang perjalanan sudah bersiap di lorong stadion dengan seragam lengkap Barcelona. Dan kamu bisa menyaksikan pertandingan skuat inti FC Barcelona kesayanganmu secara langsung.

Fantastic, bukan? Itulah yang saya bayangkan ketika menyaksikan video bertagline ‘Qatar Airways and FC Barcelona. A Team that unites the world‘. Video berdurasi 1 menit 31 detik itu membuat saya membayangkan kalau ada saya disamping pramugari pesawat Qatar Airways yang menjadi peran utama di video ini. Kami sama-sama memiliki kesempatan untuk mengelilingi Pulau Barcelona dan bertemu dengan skuat utama Azulgrana. Saya yakin, kamu yang mengaku fans berat Barca pasti membayangkan hal serupa. Apalagi kalau bisa langsung menonton pertandingannya di Camp Noe. Ahaa…

This post has been sponsored by Qatar Airways, but all thoughts are my own

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

4 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: