Advertorial,  Life Story,  Review

Ketika Beli Tiket Bioskop Ada Situsnya, Aceh Malah Belum Punya Bioskop

Bioskop

Kapan terakhir kamu ke bioskop?

Jika itu ditanyakan kepada saya, maka jawabannya adalah tahun 2004, sebelas tahun yang lalu waktu film Eifel I’m in Love yang dibintangi oleh Sandi Aulia dan Samuel Rizal sedang heboh-hebohnya. Ayo, masih ingat kan film yang menjadikan Paris dan Menara Eifel sebagai salah satu tempat syutingnya? Sebelas tahun yang lalu sebelum Gajah Theatre, satu-satunya bioskop di Banda Aceh tutup akibat tsunami dan tetap tutup sampai sekarang.

Kapan pertama sekali kamu ke bioskop?

Jawaban yang sama akan saya ungkapkan jika ada yang bertanya pertanyaan demikian. Tahun 2004, di bioskop Gajah, nonton film Eifel I’m in Love, bersama teman, Β dan tidak pernah ke bioskop lagi karena bioskop tersebut tutup karena tsunami, clue-nya masih sama.

Baca Juga Artikel Menarik Β LainnyaΒ di Sini

Yup. Tahun 2004 adalah kali pertama dan terakhir saya nonton bioskop. Itu menjadi debut saya karena pada awal tahun itu saya baru berani jalan-jalan sendirian di Banda Aceh dan waktu itu kebetulan sekolah saya ada di ibukota Provinsi Aceh. Akan tetapi, saya tidak pergi sendiri ke bioskop melainkan bersama Dara, teman SMP saya. Jika musibah tsunami tidak melanda dan bioskop Gajah masih ada, tentu saya tidak hanya sekali saja menonton di layar lebar tersebut.

Sebelum ke bioskop, saya sempat mikir gimana gitu waktu teman-teman sekolah cerita kalau hari Minggu mereka sering nonton di sana. Cerita dari mulit ke mulut yang mengatakan kalau bioskop itu tidak baik, sering dijadikan tempat pacaran, yang pergi ke bioskop itu orang enggak benar, dan lain-lain. Tapi setelah masuk dan nonton di dalam bioskop, suasananya enggak ngeri-ngeri amat kok, gelap memang, tapi enggak seperti yang terlintas di pikiran saya dan apa yang saya dengar dari orang-orang.

Nonton bioskop tentu berbeda dengan nonton tv di rumah. Bedanya dimana? Tentu perbedaan yang paling kentara ada di layar bioskop yang super lebar. Dengan layar besar, kita dengan puas bisa menyaksikan para aktor bermain peran, begitu juga dengan setting tempat dan pencahayaannya. Suasana yang gelap dan juga hening membuat kita bisa menikmati setiap adegan yang diperankan tanpa terusik oleh bunyi yang lain. Nah, kalau nonton tivi, di ruang keluarga sambil menemani anak bermain, maka sebaiknya tv dimatikan karena pasti enggak sempat nonton.

Kapan ya Aceh punya bioskop lagi? Secara pribadi, saya mendukung penuh pembangunan bioskop di Aceh. Syariat Islam bukanlah halangan untuk membuka kembali tempat nonton film tersebut. Takut ada yang mesum karena tempatnya gelap? Aih, dimana -mana kalau ada kesempatan, mereka yang “otaknya mesum” pasti bakal ngelakuin hal itu. Kalau ingin menghindari khalwat, mesum, zina, dan lain-lain enggak masalah kok kalau tempat duduk cewek dan cowok dipisah dan dibuat tirai sekalian. Takut filmnya unrestricted alias bla bla bla? Sensor aja. Kalau tidak layak tonton, ya tinggal keluarkan larangan. Lagipula sekarang banyak banget film-film yang bagus dan bernilai moral yang tinggi. Film-film bernuansa islam dan islami juga tidak kalah bagus. Masa sih warga Aceh harus menunggu dvd film tersebut beredar atau menanti film-film itu diputar di televisi dalam jangka waktu yang sangat lama baru bisa nonton? Come on! Hari gini gitu, loh!

Omong-omong tentang bioskop, jadi ingat dulu waktu beli tiket film Eifel I’m in Love. Karena baru pertama sekali ke bioskop jadinya saya dan Dara tidak tahu harus beli di mana. Setelah berputar-putar setengah jam, akhirnya ketemu juga loket karcis yang letaknya memang di pintu depan. Setelah mengantri panjang, alhamdulillah kami masih kebagian tiket yang laris manis di hari Minggu itu. Syukur juga film tersebut baru dimulai ketika kami tiba ke dalam.

Kalau dulu harus keringatan buat mengantri beli tiket apalagi kalau filmnya masuk box office, maka sekarang, di zamannya internet ini, semua bisa dilakukan secara online. Cukup bermodalkan jemari, klik sana klik sini, maka semua yang kita mau bisa dengan mudah didapatkan. Termasuk untuk membeli tiket bioskop, tinggal klik, booking, bayar, maka ketika film tersebut dipitar pada hari H, kita tinggal menunjukkan tiket yang tekah kita pesan via online.

Salah satu situs penyedia tiket bioskop itu adalah Idbookmyshow. Di Bookmyshow ini, kita tidak hanya bisa membeli tiket bioskop, tetapi juga tiket-tiket berbagai event seperti konser, pertandingan sepakbola, dan lain-lain. Jadi, kalau mau nonton bioskop, konser, atau pertandingan sepakbola, enggak perlu lagi mengantri panjang sampai keringatan karena telah ada solusinya di situs penyedia tiket online.

Nah, ketika orang-orang yang mau ke bioskop tinggal beli tiket secara online tapi kapan ya Aceh punya bioskop? Masa harus ke Medan atau ke kota lainnya baru bisa nonton film-film baru.[]

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

18 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: