Naqiya di sungai
Life Story,  Parenting

Selamat Ulang Tahun Putri Kecilku, Jadilah Sosok yang Bermanfaat untuk Semesta

Naqiya di sungaiDear Naqiya,

Hari ini adalah ulang tahunmu yang kedua. Tidak terasa ya, dua tahun sudah kamu hadir di tengah-tengah keluarga ini. Rasanya baru kemarin Mama melahirkanmu di sebuah rumah sakit di Banda Aceh. Dan kini kamu telah berubah menjadi putri kecil yang sangat menggemaskan.

Naqiya, tahukah kamu, kehadiranmu adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada Mama dan Ayah. Engkau adalah cahaya yang menyinari dunia kami. Tawamu, tangismu, selalu kami rindukan. Kebahagiaan kami semakin bertambah dengan adanya dirimu bersama kami.

Naqiya, anakku. Di hari ulang tahunmu ini Mama ingin mengingat kembali masa-masa dua tahun yang lalu. Ketika kamu mulai belajar merangkak. Kamu tidak seperti bayi-bayi kebanyakan yang merangkak dengan menggunakan perut dan lutut. Namun, kamu memulai beranjak dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mengesot. Lucu sekali gaya ngesotmu waktu itu.Lalu ketika kamu mulai berjalan diusiamu 11 bulan. Tidak peduli terjatuh berkali-kali kamu tetap semangat untuk bangun dan berjalan hingga ketika umurmu tepat setahun kamu telah lancar berjalan.

Kamu itu sangat menyukai bunga. Setiap melihat bunga, kamu pasti meminta mama untuk memetik. “Tik ma, tik.” Lalu sekarang, ketika kamu sudah bisa memetik bunga itu sendiri, kamu langsung berlari ke arah mama dan meberikan bunga tersebut kepadaku. Terima kasih, Nak.

Selain bunga, kamu juga sangat menyukai binatang. Bebek, ayam, merpati, ikan, adalah binatang yang paling menarik perhatianmu. Kalau kamu pulang ke kampung, kamu pasti langsung mengajak nenekmu untuk memberikan umpan kepada binatang tersebut. Dan dari semuanya, bebek adalah binatang favoritmu. Ketika menonton di Youtube, kamu pasti meminta mama memutarkan video bebek kepadamu dan lagu Five Little Ducks adalah kesukaan. Sampai-sampai kamu menghafalnya dan meniru gaya bebek di video tersebut. Kamu juga sangat suka gambar bebek. Kalau mama mengajakmu menggambar, kamu pasti memintaku untuk mengambar bebek. Kwek, kwek, kwek.

Seiring bertambahnya umurmu, maka semakin bertambah pula akalmu. Ada saja tingkah lakumu yang membuat Mama terkagum-kagum. Kamu sangat penyayang, Nak. Kamu tidak bisa melihat orang lain kesakitan atau menangis. Ketika mama kesakitan, kamu langsung mengelus-elus tubuh mama dan bertanya, “Masih atit, Ma?” Lalu kamu menghembusnya dan berkata, “udah sembuh, ya?”. Kamu juga sangat suka dipeluk dan memeluk. Kalau kamu menangis, mama tinggal memelukmu dan kamu pun terdiam. Begitu pun ketika mama menangis, dengan sok dewasanya, kamu mengulurkan kedua tanganmu, lalu memelukku.

Di usiamu yang kedua ini, kamu juga sudah pintar mengenali barang milikmu dan orang-orang sekitarmu. Kamu tahu yang mana baju mama, baju ayah, baju nyaksyik, cek Gamal, bahkan kamu juga bisa mengenal barang-barang yang dijual di pasar yang mirip dengan yang ada di rumah. Kamu juga suka sekali menyerakkan mainan milikmu dan mengajak anak-anak tetangga bermain di rumah. Terkadang mama mulai merasa jenuh dengan kebiasaanmu menghamburkan mainanmu bahkan setelah mama membereskannya. Namun tenang, Nak. Mama akan terus mengajarimu cara membereskan mainanmu meskipun kamu sering berkata, “Mama aja yang beresin.”

Kamu juga memiliki hobi jalan-jalan. Mungkin ini karena sejak masih berumur satu bulan, Mama sudah mengajakmu berpergian keluar kota. Dan sampai sekarang, setiap bulan, kita pasti melakukan perjalanan walaupun hanya sampai ke Banda Aceh. Karena sering bepergian, perjalanan jauh bukanlah suatu masalah bagimu. Begitu juga dengan kendaraan untuk bepergian, mau naik mobil, sepeda motor, atau hanya berjalan kaki, itu tidak masalah bagimu.

Anakku, sedih sekali rasanya mendengar jawabanmu saat Mama bertanya, “Yaya, Yaya mau mama kerja atau enggak usah kerja?”

“Enggak usah kerja aja.”

‘Terus Mama ngapain?”

“Main sama Yaya, aja. Enggak usah kerja aja ya, Ma.”

Begitu juga ketika kamu menangis histeris saat mama menitipkanmu kepada Mak Ita, pengasuhmu. Kamu ingin ikut mama dan tidak mau ditinggal. Akan tetapi, seiring bertambah usiamu, kamu semakin mengerti atau mungkin kamu terpaksa memahami keadaan kita saat ini. Kamu tidak lagi menangis ketika mama titipkan, malah ketika kita melangkah ke rumah Mak Ita, kamu sendiri yang berkata, “Mama igi kerja, ya? Yaya ke rumah Mak Ita, ya?”

Ah, Naqiya. Banyak sekali yang ingin Mama ceritakan kepadamu. Bercerita tentang kehidupan yang kita jalani bersama selama dua tahun ini. Sungguh, mama tidak menyangka waktu akan berlalu secepat ini. Kamu yang dulu mama timang kemana-mana, sekarang mulai terasa berat. Kamu yang dulu hanya bayi kecil yang lucu dan menggemaskan, kini perlahan menjadi teman curhat yang sangat menyenangkan.


Dan di hari ulang tahunmu ini, Mama berdoa semoga Allah selalu menjagamu. I hope you are able to feel every bounce of love that surrounds you. I hope you know that you were born into a family that wants the very best for you. I hope that your childhood shapes up to be much of what mine was, and also a lot of what mine wasn’t. I know life won’t always be perfect because it just doesn’t work that way. But I do know that life will always have magic in it if you simply train your eyes to see it. I hope we do a great job teaching you how to train your eyes.

Loving you always and forever,

Mama

 

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

12 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: