nasi ambeng warung ibu
Kuliner,  Traveling

Nasi Ambeng Warung Ibu: Rasanya Juara!

nasi ambeng

Nasi ambeng. Jujur baru pertama sekali saya mendengar salah satu makanan khas Jawa ini. Dan, saya mengetahui plus mencicipi nasi ini saat melakukan lawatan ke Selangor, Malaysia tepatnya ketika mengikuti acara Rentak Selangor bulan Maret lalu. Adalah Warung Ibu, sebuah rumah makan yang terletak di Tanjung Karang, Selangor yang menyediakan menu nasi ambeng ini.

Baca juga: Menikmati Kuliner Khas Kelantan di Restoran Belanga

“Oh, begini rupanya nasi ambeng,” seruku ketika melihat nasi putih diletakkan di atas talam dan disajikan dengan lauk pauk barupa perkedel, ikan asin goreng, rempeyek, sambal goreng, telur rebus, tempe goreng,urap, bihun goreng, mie goreng, serundeng dan ayam kecap.

“Ini namanya nasih ambeng kahwin,” ucap Ibu Tatminah, sang pemilik Warung Ibu.

Wow, ternyata nasi ambeng pun ada yang kahwin alias dimakan secara berpasangan. Romantis sekali pasti jika saya dan suami bisa menikmati nasi ini suatu hari, pikir saya waktu itu.

nasi ambeng
Nasi Ambeng Kahwin – Warung Ibu, Tanjung Karang, Selangor

Wanita 65 tahun itu lalu menjelaskan alasan nasi ambeng yang disajikan di atas meja tersebut dinamakan nasi ambeng kahwin, “Dinamakan nasi ambeng kahwin karena ada dua nasi dan lauk pauk di dalam talam yang disantap oleh dua orang.”

Kedatangan saya ke sana tepat saat jam makan siang tiba plus cuaca sedang panas-panasnya. Rasa dahaga langsung sirna ketika saya menyeruput segelas jeruk limau yang dicampur dengan asam boi yang menjadi minuman pendamping nasi ambeng ini. Rasanya sangat segar.

nasi ambeng
Es jeruk limau dan asam boi. Rasanya asam dan segar. Minuman ini menjadi pendamping saat menikmati nasi ambeng

Baru kemudian saya dan Kak Suci, yang menjadi pasangan saya untuk menghabiskan nasi ambeng kahwin ini. Cara menyantap nasi ambeng adalah dengan tangan terbuka alias tidak menggunakan sendok. Setelah mencuci tangan, saya lalu mencampurkan aneka lauk ke dalam nasi lalu menikmati suap demi suap si nasi ambeng. Rasanya, juara! Serundeng kelapa serta sambal goreng tempe dan kentang membuat nasi ambeng terasa khas sekali Indonesianya, sangat lezat dan cocok di lidah saya. Pun demikian dengan urap yang ikut disajikan di dalamnya, saya suka, saya suka.

Sejarah Nasi Ambeng Warung Ibu

Setelah menyantap habis nasi ambeng, saya berkesempat berbincang-bincang dengan Ibu Tatminah. Wanita keturunan Jawa itu dengan ramahnya menceritakan sejarah nasi ambeng dan awal mula beliau membuka warung ini.

nasi ambeng
Selain nasi ambeng warung Ibu juga menjual soto dan aneka lauk pauk

“Nasi ambeng ini adalah salah satu bentuk silaturahmi di Jawa. Biasanya disajikan setiap ada kenduri arwah, sunatan, bertunang atau kahwinan. Satu talam itu, kadang dimakan oleh empat atau lima orang. Ada juga yang dibawa pulang untuk disantap bersama keluarga,” Ibu memulai ceritanya.

Lalu ia mengisahkan tentang masa lalunya saat belum membuka warung.

“Saya hobi memasak dan kalau ada kenduri seperti kahwinan atau kenduri arwah, saya yang jadi tukang masaknya. Saya juga menerima katering dan menjual nasi lemak dari rumah,” ucap wanita itu.

nasi ambeng
Ibu Tatminah dengan ramah menjelaskan sejarah nasi ambeng dan warung Ibu kepada kami

Sebenarnya selain nasi ambeng, BU Tatminah juga lihai mengolah aneka masakan lainnya, namun nasi khas Jawa ini menjadi menu andalan dari beliau. Resep nasi ambeng ini diturunkan secara turun temurun di dalam keluarganya dan ia mendapatkan resep keluarga ini dari almarhumah ibunya. Karena banyaknya orderan nasi ambeng, anak laki-laki Bu Tatminah lalu menyarankan agar sang Ibu membuka warung. Usul sang anak pun diterima oleh ibu dan berdirilah Warung Ibu ini tepat di pinggir jalan Tanjung Karang, Selangor. Di belakang warung yang konsepnya terbuka itu terdapat rumah panggung yang tidak lain adalah rumah pusaka yang diwariskan secara turun temurun.

nasi ambeng
Rumah panggung yang merupakan warisan dari ayahnya Ibu Tatminah

“Beberapa bulan setelah membuka warung, lakunya hanya sedikit,” kenang Bu Tatminah, “namun, dengan tekad yang kuat, anak laki-laki saya mempromosikan Warung Ibu ini ke khalayak. Syukur Alhamdulillah, Warung Ibu ini menjadi laris sampai sekarang.”

Baca juga: Pengalaman Buruk Makan di Kuala Lumpur

Ibu menceritakan bahwa kini Nasi Ambeng Warung Ibu cukup dikenal oleh warga Malaysia. Banyak orang dari berbagai penjuru Malaysia yang khsusus datang untuk menyantap nasi ambeng. Usaha rumah makannya ini juga pernah diliput berbagai stasiun televisi Malaysia dan Thalaind.

nasi ambeng
Para peserta rentak selangor usai menyantap nasi ambeng

Sukses terus untuk Ibu Tatminah dan Warung Ibu. Semoga saya berkesempatan mencicipi nasi ambeng Warung Ibu lagi suatu hari nanti 🙂

 

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

31 Comments

Leave a Reply to Dikki Cantona Putra Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: