Life Story

Maafkan Kami, Alan…

Saya sempat penasaran ketika seorang teman membagikan foto seorang bocah laki-laki berkulit putih dan mengenakan baju kaos merah dan celana biru dongker yang bertuliskan Mystery Space Riders. Di dalam foto tersebut ia terlihat begitu gembira.

image

Namun, dari tiga foto yang teman saya bagikan di facebook, dua lagi berupa lukisan. Lukisan pertama adalah bocah laki-laki yang sama yang sedang tidur tengkurap di pinggir pantai. Ia mengenakan baju kaos merah, celana pendek biru dongker, dan sepatu coklat. Ombak yang mengenai tubuhnya dilukiskan bagaikan sebuah lemut yang sedang menyelimuti anak kecil itu.

image

Sedangkan lukisan kedua juga bocah yang sama dengan posisi serupa tetapi ia sedang tertidur sambil tengkurap di atas telapak tangan raksasa.

image

Awalnya saya berpikir, apakah bocah tersebut adalah anak-anak Palestina yang gagah berani dan berhasil membuat tentara Israel takluk? Mengingat teman saya tersebut memang sering berbagi tautan tentang Palestina. Tapi apa hubungannya Alan dengan tubuh yang tengkurap di bibir pantai?

Malam ini, setelah meninabobokan putri saa Naqiya, saya membuka facebook dan melihat beberapa orang teman membagikan tautan berita yang berjudul ; Maafkan kami, Alan…

Karena pertanyaan saya belum terjawab, saya pun membuka link berita tersebut. Membaca paragraf demi paragraf isinya. Melihat dengan detail foto yang disematkan. Dan, saya begitu terhenyuh… air mata spontan keluar… hati saya sakit… pikiran saya berkecamuk… dan ah saya tidak sanggup membayangkan jika hal itu terjadi pada diri saya.

Alan Kurdi adalah bocah pengungsi Suriah yang jasadnya terdampar di pantai Turki. Balita berusia tiga tahun itu meninggal ketika sampan yang ia dan keluarganya tumpangi saat hendak mengungsi ke Kanada diterjang ombak besar. Alan, kakaknya yang bernama Ghalib, dan ibunya Rehana meninggal dunia sedangkan ayahnya Abdullah berhasil menyelamatkan diri.

Foto jenazah Alan ternyata telah menggemparkan dunia. Foto tersebut menjadi trendng topic di media sosial beberapa hari ini. Foto yang bahkan orang awam seperti saya saja terenyuh melihatnya menjadi pembicaraan masyarakat dunia. Lihatlah, betapa foto tersebut memperlihatkan kepada kita bahwa yang paling menderita akibat perang adalah anak-anak. Perang membuat mereka kehilangan masa depan. Perang membuat mereka harua meregang nyawa. Padahal, apa salah mereka? Anak-anak hanyalah malaikat kecil yang tidak bernoda. Lalu  mengapa mereka harus ikut menderita? Kenapa mereka harus menjadi imbas segala kekejaman orang dewasa?

image

Mengutip apa yang disampaikan oleh fotografer Prancis, Alain Mingam,

Foto ini seakan berbicara kepada mata, nurani, dan kesadaran kita. Foto ini menggamkan kengerian yang luar biasa, yang ternyata terjadi di pantai yang biasanya kita manfaatkan untuk berlibur. Inilah dua sisi kontras dunia, antara surga dan neraka.”

Kita semua sudah sering melihat foto kekejaman perang. Entah itu lewat media sosial, koran, atau televisi. Namun, foto Alan sangat berbeda. Seperti yang disampaikan Mingam, di dalam foto tersebut hanya ada satu anak kecil yang berjuang sendirian menghadapi kematian. Sebagai ibu yang memiliki anak kecil, melihat foto tersebut sungguh mengiris hati. Tetapi, kegelisahan dan keharuan yang saya serta teman-teman rasakan tidak seberapa jika dibandingkan dengan beratnya perjuangan Alan-Alan lain yang harus berjuang sendiri menghadapi kematian. Atau bocah-bocah lain yang sedang bertahan hidup ditengah kecamuk perang.

Hanya doa yang bisa saya panjatkan semoga apa yang dialami Alan bisa membuka mata dunia untuk membantu pengungsi Suriah lainnya yang sedang menyelamatkan diri dari perang. Amiin.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

10 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: