Layakkah Ini Disebut Rumah?

IMAG1814

Layakkah ini disebut rumah? Dindingnya tersusun dari daun kelapa yang kian rapuh dimakan usia. Atapnya dari daun rumbia yang kerap melayang ketika angin kencang.

Layakkah ini disebut rumah? Tiang penyangganya kian lapuk. Kayu yang dipaku semakin reyot. Ketika kaki melangkah ke dalam, bunyi kreak terdengar, goyangan bagai gempa terasa.

Layakkah ini disebut rumah? Seorang lelaki dengan kaki terpasung tengkurap di lantai beralas tikar pandan. Dinding daun kelapa yang telah bolong ditutup dengan kain agar cahaya mentari tidak langsung masuk. Ganja menjadikannya gangguan jiwa. Saban hari ia menunggu dengan sabar mobil ambulan datang membawanya ke RSJ. Obat yang didapat di Puskesmas tak mampu menghalau halusinasi yang membuatnya mengamuk, bahkan membunuh ayah kandungnya.

IMAG1950

Layakkah ini di sebut rumah? Seorang wanita jompo setiap hari diliputi rasa cemas. Cemas jika anaknya yang dipasung mengamuk, menarik ikatan rantai sampai merobohkan rumah mereka. Setiap hari ia mencari pinjaman untuk membawa sang buah hati berobat dengan jaminan nanti akan diganti oleh Puskesmas.

IMAG1961

Layakkah ini disebut rumah? Iya, ini adalah rumah tempat ibu dan anak bertahan hidup. Ibu yang kian renta harus menghidupi anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Iya, meski tidak pantas disebut rumah, ini tetaplah rumah. Rumah rakyat Indonesia yang dalam salah satu pasal undang-undang negaranya berbunyi; fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Nah, bisa dilihat sendiri bagaimana nasib peliharaan negara kita? Hidup di rumah yang tidak lebih baik dari kandang ayam. Hidup penuh ketakutan di negara yang katanya sedang memberlakukan bebas pasung untuk yang sakit jiwa.

Mon Jambee, Gandapura, 19022013
Saat melakukan homevisit ke rumah pasien

Published by Liza Fathia

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

Join the Conversation

21 Comments

    1. Gambar diatas adalah sebagian dari foto mereka yang hidup dibawah category sangat-sangat miskin tetapi belum tersentuh.

  1. Astaghfirullah, trenyuh hatiku melihat mereka. Bagaimana tidak, kita hidup penuh kecukupan sedangkan masih ada saudara yang kesulitan. Kita hanya bisa membantu melalui penyalur zakat
    salam

  2. Pemda setempat harusnya tahu kondisi ini kan ya? ?ยต?? dinkesnya dan Masyarakat terdekat. Ikut mendoakan yg terbaik buat mereka.

  3. Semoga para pemimpin daerahnya lebih banyak bertidak daripada bicara untuk mereka.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  4. akibat korupsi yang terlalu membabi buta hingga rakyat terlunta-lunta.
    masih ingat saat anak di Suku Talang Mamak, Riau mengatakan kalau ini Negeri Hutan saat di tanya reporter Trans7.
    yah gini jadinya ๐Ÿ™

  5. Ya ALLAH,.. lalu apakah kita masih merasa kurang dan tak bersyukur…
    makasih sharenya mbak, salam kenal dari jawa ๐Ÿ™‚

  6. Hi Mba Fathia, ini adalah kehidupan. Saya rasa itu pantas sebagai RUMAH (tempat berteduh) dan menemukan kebaagiaan.

    HOME SWEET HOME

  7. sesuatu yang mengharubirukan perasaan, jika pada judul yang bernuansa pertanyaan, tentu jawabnya adalah tidak layak tetapi tetap saja itu rumah mereka. dibalik kenestapaan, tentu ada secuil kebahagiaan. Meski UU menjamin untuk kesejahteraan, tetapi siapa peduli. Kita tidak bisa marah pada kekuasaan, tetapi para tetangga adalah kerebat mereka, dan itu ada dimana? Astaghfirullah….., saya hanya bisa menulis komentar seperti ini….

  8. rumah adalah tempat kita merasakan kedamaian, ketenangan dan tempat kembali. Mudah2an dengan kondisi seperti itu tapi mereka merasakan kedamaian dan kebahagiaan ๐Ÿ™‚

  9. sedih bgt liatnya ๐Ÿ™ harus bersyukur dengan apa yg kiya punya sekarang.
    salam kenal bu dokter

  10. mesti banyak bersyukur, dan semoga juga dapat terbantu nasib mereka yang saat ini masih jauh dari kehidupan yang layak …

    1. itulah ironinya kak, ternyata masih banyak penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh keluarga.

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: