Life Story,  Uncategorized

Ketika Saya Malas Menulis dan Alasan Absurd di Baliknya

Sepertinya awal tahun 2018 ini adalah hari-hari saya yang sangat tidak produktif. Tidak produktif menulis tepatnya, kalau pekerjaan rutin ya mau enggak mau tetap harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Jika melihat kembali produktivitas saya pada awal tahun 2017 dan membandingkannya dengan tahun ini, perbedaannya bagai langit dan bumi. Jauh…sekali. Di tahun 2017, pada bulan Januari dan Februari, banyak sekali tulisan yang saya terbitkan di blog ini, sedangkan sekarang, bisa dihitung jari. Hanya ada dua tulisan di bulan Januari dan satu tulisan di Februari.

Liza Fathia
Abaikan jerawatnya ya. Thanks to Mbak Ryan kulinerwisata.com untuk jepretannya

Kenapa? Kenapa diriku bisa semalas itu? “Sepertinya kamu bukan malas, Liz, tapi lagi enggak punya waktu saja,” kata temanku mencoba menghibur. Enggak punya waktu? Saya memiliki waktu luang 14 jam yang kalau dikurangi dengan waktu tidur dan bermain dengan anak tinggal 4 jam, 10 jam lagi saya habiskan di kantor dan kegiatan lain di luar rumah. Lantas 4 jam lagi kemana? Nonton drama korea, hahahaha.

Yup, sejak akhir tahun lalu saya keranjingan nonton drama korea. Apalagi saya memiliki paket video max puluhan gigabyte dari kartu pascabayar yang saya gunakan, daripada terbuang, mending dimanfaatkan, begitu alasan saya pada diri sendiri. Kalau menurut teori Mekanisme Pertahanan Ego (MPE) alasan yang saya buat itu adalah bentuk rasionalisasi. Ya, saya mencoba merasionalkan alasan-alasan tersebut sehingga saya pun merasa anteng saja melakukan sesuatu yang sebenarnya ditolak oleh nurani. Ckckck.

Drama korea
Banyak banget listnya kan? Ayo, mau nonton drama korea yang mana?

“Enggak apa-apa, nonton aja, nanti kan bisa kamu review drama tersebut di blog,” temanku kembali memberikan saran sehingga diriku semakin merasa tidak bersalah karena sudah membuang-buang waktu.

Sip, kalau drama korea ini sudah tamat, saya mau review di blog ah. Kan lumayan menambah postingan. Saya kembali memiliki alasan kuat. Satu drama korea selesai, tayang lagi drama korea berikutnya yang enggak kalah seru dan bikin jantung berdebar-debar karena akting pemeran prianya yang aduhai. Seminggu ada 4 episode drama Korea baru dari 2 judul berbeda yang selalu kunantikan. Walhasil, tidak ada satupun tulisan tentang review drama korea yang berhasil saya tulis, bukan selesaikan ya, karena memulai menulisnya saja belum!

Kuantitas menonton drama sedikit berkurang kalau Pak Suami pulang. Ya dong, masa seminggu sekali ketemu terus diriku sibuk dengan dramaku sendiri. Tapi, kalau Paksu atau putriku lagi tidur, kadang sempat-sempatnya juga saya ngedrama #tepokjidat.

Dan suamiku tercinta enggak bosan-bosannya menasehati istrinya yang asyik membuang-buang waktu dengan drama Korea. Video Ustad Abdul Somad yang berisi jawaban pertanyaan seseorang yang ngefans sama artis Korea sebentar-sebentar di sharenya ke akun messenger media sosial yang saya punya.

Coba tebak, si Oppa yang sangat perhitungan ini main di drakor apa?

“Kan biar Adek tambah romantis, Bang. Coba Abang bandingkan Adek yang dulu dengan sekarang” kilahku setiap beliau melarangku nonton. Hehehe.

“Bang, boleh ya nonton satu episode aja. Ini kan bentuk me time Adek,” rayuku pada Bang Tunis kalau beliau tidak memberikan ponselku.

Pokoknya ada saja alasan yang saya ciptakan dan ujung-ujungnya saya sadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Nonton sih nonton, tapi tapi jangan asyik nonton juga sampai-sampai blog lupa diupdate.

Suzy Bae

Ps: sempat-sempatnya screenshot Suzy yang chubby di drakor Dream High dan bandingin doi sekarang yang sudah rusku di drakor While You’re Sleeping

Sebenarnya, selain asyik nonton drakor, pikiran saya juga terpecah dengan rencana pindah tugas ke kabupaten yang lebih dekat dengan Banda Aceh yang ujungnya batal karena sesuatu dan lain hal. Belum lagi dengan perubahan mood yang saya alami pasca memasuki usia 30 tahun. Rasanya belum siap beranjak dari diriku yang masih 20an menjadi Liza yang berumur 30an. Ditambah lagi dengan teman sekantorku yang tidak seorangpun mengingat hari ulang tahunku. Tapi enggak masalah sih, setidaknya saya sadar siapa saja yang peduli denganku dan siapa saja yang hanya formalitas belaka.

Eh, enggak terasa ya postingan curhat enggak jelas saya ini sudah 10 paragraf aja. Coba setiap hari begini, sambil duduk santai, ambil ponsel, nulis di blog, pasti lebih bermanfaat. Setelah selesai nulis dan masih ada waktu, bolehlah nonton episode baru. Atau pada hari-hari tertentu yang drama korea favoritku lagi enggak tayang, bisa dong diriku manfaatkan untuk menulis atau melakukan hal-hal lain yang bermanfaat. Jangan malah online sambil kepoin akun gosip enggak jelas. Hahaha.

Ohya, sekarang saya lagi ngikuti drama Korea Radio Romance, so far ceritanya walau klise, aktik pemeran utama cowoknya bikin klepek-klepek. Kalau kamu? (Ujung-ujungnya tetap cerita drakor)

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

20 Comments

  • Molly

    Beberapa bulan lalu aku juga sempat malas ngeblog, Liz. Tapi bukan gara-gara drakor. HahahahaπŸ˜‚. Untunglah aku bukan peminat film atau musik Korea, jadi aman dari kemungkinan ketagihanπŸ˜€. Wajar siy nulis bisa jenuh juga. Waktu itu aku banyakin baca buku aja siy, ya daripada ngga ngapa-ngapain juga😊.

  • mulyadi

    hadeuh,,,, mb liza ini ada-ada aja deh,, tapi tetep aja curhatannya jadi tulisan yang menarik buat saya,, kayaknya saya kudu banyak belajar lagi nih huhuh

  • Hamba Hambada

    Wah sama banget, mbk. Saya juga banyak menghabiskan akhir tahun kemaren dengan nonton drakor. Berakhir di drama While You’re Sleeping. Tapi hana selesai. Cuma setengahnya. Karena sdh beralih ke kesi ukan lain.

  • lendyagasshi

    Hwayugiii…
    Aku lagi baper sama pasangan Son Oh Gong dan Sam Jang.

    Iyaa, donk…mba Liz.
    Jadiin bahan tulisan. Pasti sru deeh…ngliat tulisan mba Liza dari perspektif seorang dokter gittuu…
    (( kompoorrr ))

    ^^’

  • April Hamsa

    Saya jg peralihan 2017 ke 2018 enggak produktif mbak. Cuma “kepaksa” nulis krn sponsored post aja hehe. Tapi bukan krn drakor melainkan krn sibuk pindahan rumah.
    Duh jd pengen nonton drakor2 lagi nih πŸ˜€
    Hahaha kalau postingan curhat emang selalu gak terasa dah panjang ya πŸ˜€

  • dwi ananta

    Hahahaha waktu luangku juga lebih banyak untuk nonton drakor. Ngeblog mah belakangan saat ada mood saja. Soalnya ngeblog memang bukan prioritasku, bahagia lebih penting #plak. Suami si gak ngelarang, cuma kadang sebel kalau akunya minta dia seromantis lelaki dalam drakor 😜. Aku juga lagi ngikutin Radio Romance! Hwayugi dan Laughter in Waikiki 😁

  • Peri Hardiansyah

    Kalo saya sih paham mbak kenapa sampe begitu. Kalo saya sih lagi keranjingan webnovel terjemahan, pernah sampe berhari-hari ituuuu aja kerjaan. Hahahaha
    Tapi saya yakin koq itu bakal bisa balance lagi, terkadang otak kita memang perlu relax, cuma terkadang juga relaxny bablas. Wkwkwkkwk

  • Desreza Arief Budiman

    hahaha drama korea memang racun. tapi bener juga tuh mbak, mending direview tiap abis nonton drakor, target pembacanya banyak loh kalo drakor

  • Tukang Jalan Jajan

    Drakor ini seperti candu ya bagi sebagian orang. Hehehe bagus juga sih klo langsung ditulis dan dibandingkan dengan beberapa drakor. Jadi ada ide menulis, malah bisa jadi panduan bagi sesama pecinta drakor.

    Buat milisnya aja kak… biar makin rame diskusinya hehehe

  • Irfan

    Satu-satunya cara untuk menahan candu drakor adalah dengan menonton drama yang lagi tayang saja.. kan cuma 2 episode perminggu. mungkin waktunya tidak akan tersita banyak dibanding nonton yang sudah selesai πŸ™‚

    Jgn sekali-kali menonton drakor yang sudah selesai… bisa-bisa 24 jam mata depan layar (pengalaman pribadi hahaha).

    BTW, dramanya Suzy akhir-akhir ini banyak yang terlalu bawa perasaan ya haha

  • Bunda Erysha

    Tenang bun ada temannya. Saya juga penggemar nonton drakor hahaha. Terakhir nonton go back couple. Belum nonton yang lain soalnya belum sempet coz kalau drakor kan suka berjam-jam nontonnya n bikinn ketagihan. Jadi harus cari waktu salse saya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: