Giveaway

Kenapa Tema Giveawaynya Tentang Gangguan Jiwa?

Sebenarnya saya tidak berpikiran untuk memilih tema tentang gangguan jiwa dalam GIVEAWAY kami selenggarakan. Saya lebih suka tema giveawaynya mengenai sesuatu yang fresh, santai dan menyenangkanlah, seperti yang sering dibuat kawan-kawan blogger lain. Bisa itu cerita masa kecil, pengalaman jalan-jalan, ceritain apa yang ada didalam kamar, atau yang ada didalam tas, atau yang paling senang, ceritain nostalgia indah masa-masa sekolah dulu. Tapi pacar saya kekeuh agar giveaway yang kita buat, selain menyenangkan, juga bermanfaat. Dari awal beliau sudah nyaranin agar tema giveawaynya tentang kesehatan jiwa. “Tau kan kalau pasien jiwa itu kelompok yang paling tidak bisa memperjuangkan hak mereka? jangankan memperjuangkan, didengar saja tidak, syukur-syukur diskriminasinya bisa dikurangi”, sebutnya suatu waktu. Kalau sudah begini, saya memilih anguk-angguk saja.

Nah, setelah membaca beberapa tulisan yang berpartisipasi dalam giveaway ini, kata-kata suami saya ada benarnya juga. Memang masalah jiwa itu tampak sedikt “berat”, tapi bukan blogger namanya kalau tidak bisa menterjemahkan kedalam bahasa yang mudah dipahami, plus solusi-solusinya yang luar biasa. Ketika kita setuju memilih “Aku dan Orang Gangguan Jiwa” sebagai tema giveawaynya, kita hanya berharap, setidaknya orang tidak lagi menyebut “orang gila” kepada ODGJ; setidaknya, orang tidak lagi merasa malu jika dirinya atau keluarganya menderita gangguan jiwa. Syukur-syukur setelah baca tulisan kawan-kawan mereka mau berobat rutin, bisa terus produktif dan sebagainya. Dan ternyata, dari beberapa saja tulisan yang sudah masuk, kesan yang kami dapat justru jauh diluar ekspektasi, blogger-blogger Indonesia memang luar biasa.

Oh ya, lewat postingan ini kami juga infokan kalau HADIAH GIVEAWAYNYA BERTAMBAH..horeee… Iya, kemarin saat kita minta seorang dokter jiwa yang aktif di medsos Dr Andri SpKJ, me-retweet postingan giveaway kami, beliau tidak hanya meretweet, tapi langsung menawarkan hadiah tambahan berupa enam buku hasil karya beliau. Tiga bukunya berjudul “Jangan Sebut Aku Gila” dan tiga “buku saku psikosomatik” akan ditambahkan ke pememang utama dan pemenang harapan giveaway ini. Terima Kasih dokter ya!!

Buat kawan-kawan lain yang mau nyumbang hadiah, kami masih menerima dengan tangan terbuka. Dan yang belum nge-post, yuk segera di post, makin cepat kan makin baik, makin banyak yang baca dan yang ngasi komen, jadinya orang juga lebih bisa lebih familiar dengan ODGJ. Semoga.

Salam Sehat Jiwa.

Liza & Tunis.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

4 Comments

  • Audi

    Pernah liat drama Korea mengenai gangguan jiwa belum sist?
    Ada ‘it’s okay thats love’ mengenai schizoprenia & ‘kill me, heal me’ mengenai DID (dissociative identity disorder). Dua-duanya recomended banget.
    Ada satu quote yang selalu aku ingat dari film ‘it’s okay thats love’.
    Orang yang sakit kanker, atau sakit fisik apapun selalu dapat rasa simpati dari orang lain, kenapa orang dengan sakit jiwa tidak? Padahal keduanya sama-sama ‘sakit’ lho, butuh pertolongan dan bantuan. Kalau tidak segera ditolong, orang yang sakit jiwa juga bisa meninggal, entah bunuh diri atau apa.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: