keagungan cinta

BETAPA AGUNGNYA CINTA
Manusia boleh aja berbeda suku bangsa,warna kulit,ras atau kelamin. Tetapi seluruhnya padu dalam satu rasa cinta sekalipun rumit memahami beragam bahasa di dunia, bahasa cinta tetap aja bias dimengerti. Cukup menyimak getar hati, setiap keturunan adam mampu memahami gejolaknya. Begitulah keajaiban cinta!

Cinta merupakan hal yang ngga pernah usai dikaji. Banyak pakar yang menghabiskan umur demi membahas cinta, tetapi hingga akhir hayatnya belum seorangpun yang berhasil menuntaskannya.

Membahas cinta adalah pekerjaan yang berbahaya sekaligus mengasyikkan. Mengkaji cinta akanmnguras energi lahir batin, menyedot pemikiran sampai mengorbankan perasaan. Ini pekerjaan berat yang berisiko tinggi. Oleh karena itu jangan coba-coba bermain cinta kalo takut berkorban!

Namun apapun yang dilakukan atas nama cinta ngga pernah sia-sia. Pada tataran lebih tinggi cinta adalah masalah akidah yang menjadi pokok keimanan seorang hamba. Salah satu hadis menerangkan “tidak sempurna iman seseorang yang tidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai diri sendiri”

Cibta sangat mengasyikkan sebab ia sanggup menjungkirbalikkan segala cita rasa. Pahit terasa manis, sakit menjadi senang, derita tetapi gembira, dan benci umpama rindu. Cinta itu perkara rasa, upacara jiwa yng engga bias ditakar dengan jenis mata uang apapun. Pecinta sejati ngga pernah merugi sebab mereka selalu bias menemuaka sebuah happy ending dalam keadaan paling menyedihkan sekalipun.

Cinta juga banya menciptakan hal-hal yang mennakjubbkan, bahkan melampaui wilayah akal. Lakon cinta yang paling malang tetap aja dipuja-puja. Tradegi cinta yang sangat menyedihkan malah menjadi kenangan legendaries. Makanya, kisah Romeo-Juliet, Samso-Delila, Laila-majnun, Siti Nurbaya-Samsul bahri tatap menjadi long lasting story, bahkan dikenang sepanjang masa.

Logika cinta memang berbeda dari takaran akal biasa. Dosa bunuh diri yang dilakukan Romeo-Juliet ngga menjadi masalah, ketololan Majnun yang memutuskan untuk gila ngga diambil pusing. Bahkan, Samsul bahri yang melarikan kekasihnya Siti Nurbaya istri Datuk Maringgih pun ngga dikecam. Cinta sangat diagungkan. Segala perbuatan, bahkan dosa besar sekalipun seolah dihalalkan atas nama cinta. Luar biasa!

Cinta seakan membuat manusia kehilangan daya nalar, kehati-hatian dan kedewasaan lahir batinlah yang harus digunakan untuk memaknai keagungannya.

Published by Liza Fathia

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

Join the Conversation

2 Comments

  1. Ciee..knapa za?kok nulis tentang keagungan cinta?waktu nulis ini sedang jatuh cinta ya?atau sedang mencari “true love” seperti kata bg mulyadi? 😀

    Yang namanya ‘cinta’ memang kompleks..sebagai bagian dari kehidupan, ‘cinta’ memang terkadang indah terkadang pula tidak..

    Btw, nonong tu panggilan liza za..mulai sekarang ijal panggil liza nonong ya 😉

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: