Opini

Dokter Muda Gadungan

Heboh! Yup, beberapa waktu lalu kalangan dokter muda RSUDZA dihebohkan oleh “dokter muda gadungan” yang ngakunya berasal dari FK USU dan sedang melakukan penelitian  di bagian bedah. Dengan menggunakan jas putih dan badge (papan nama) DOKTER MUDA  serta bermodalkan stetoskop, sang coass imitasi itu berhasil berleha-leha di dalam RS.

Rupanya acara nyamar-menyamar menjadi dokter itu ngga hanya berlaku di sinetron khas Indonesia ya. Dimana setiap pemeran antagonis bisa menyamar menjadi perawat atau dokter yang dengan bebas keluar masuk kamar pasien dan bahkan ruang operasi. Tetapi efek dari sinetron itu beranjak ke dunia nyata. Masih ingat kisah Lutfi, peserta Big Brother Indonesia yang ngaku-ngaku berprofesi sebagai dokter? Dan kejadian serupa pun berlaku di sekitar saya. Dan saya tidak tahu apa-apa sampai beritanya muncul di koran. Hoho.

Usut punya usut, ternyata penyamaran sang dokter muda gadungan yang mengaku bernama Cut Dura Rizky itu terbongkar oleh seorang konsulen (dokter spesialis). Biasanya, setiap berjumpa dengan konsulen kami selalu menyapa. Sekadar mengucapkan kata, “Dokter,” sambil menundukkan kepala dan mengulurkan senyum. Semua dokter melakukannya, entah pada sesama dokter atau dengan pegawai lainnya, karena itu sudah menjadi budaya tersendiri dan akan aneh jika ada yang meninggalkannya. Bisa-bisa dicap tidak beratitude jika hal demikian berlaku.

Namun, itu terjadi pada sang dokter muda gadungan. Ia sama sekali tidak menegur atau sekadar tersenyum pada konsulen tersebut. Yeah, wajar saja. Namanya juga dokter ecek-ecek, mana tahu dia yang mana dokter yang mana bukan. Tetapi hal ini sungguh tidak wajar dikalangan dokter. Kecurigaan pun memuncak ketika Cut Dura mengatakan bahwa ia tidak mengenal sang konsulen.

Lalu akhirnya sang wanita diinterogasi satpam dan diboyong ke kantor polisi karena ia tak mampu menunjukkan identitas sebagai dokter muda maupun peneliti dari FK USU di RSUZA Banda Aceh. Apalagi saat dikonfirmasi kepada koordinator ruang bedah, diperoleh jawaban bahwa tidak ada co-ass dari FK USU Medan yang melakukan penelitian/praktik ke RSUZA. Juga tidak ada co-ass bernama Icut di ruang bedah.

Baiklah. Siapapun dokter muda gadungan itu, saya rasa hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa ternyata adegan di sinetron itu berperan andil dalam tindak kriminal di kehidupan nyata. Selain itu, tentunya ini menjadi pengalaman berharga bagi para dokter muda. Masa tidak ada yang tahu kalau ada penyelundup di antara ratusan calon dokter yang terkenal kompak dengan para rekan sejawatnya?

Dan sebagai penutup, jika memang benar Cut Dura Rizky terbukti bersalah, saran saya lain kali sebaiknya belajar menyamar dari film-film barat saja. Cari tahu dulu mekanisme menjadi dokter muda dan trik-trik yang digunakan jika ada yang curiga. Masa masih 19 tahun dan duduk di semester 5 sudah menjadi dokter muda? Ok, kalo umur muda bisa jadi karena cumlaude, tapi semester lima? Paling cepat saja semester tujuh baru bisa wisuda S.Ked lalu masuk koas, ini semester lima sangat tidak bisa diterima dengan akal sehat. Pernah nonton Catch Me If You Can? Bisa nih niru cara Leonardo untuk menyamar menjadi dokter. Eitss ini penutup hanya intermezzo, tidak ada niat mengajari yang tidak-tidak.

Akhir kata, semoga Cut Dura segera insaf dan mendapatkan ganjaran yang setimpal.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

17 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: