Feature

Hati-hati Bersihin Telinga pakai Cotton Buds: Bisa Tuli!

Setiap saya pulang dari Blang Pidie, rumah kontrakan kami di Banda Aceh pasti dikunjungi oleh keluarga besar kami dari seulimeum. Karena saat kami ada di Banda Acehlah kesempatan mereka untuk melepas rindu dengan anak kami, Naqiya. Setiap kali mereka datang, mobil kijang pick up mertua saya hampir selalu penuh, karena keluarga besar disana hampir semuanya ikut. Tapi kemarin berbeda, yang datang hanya ayah dan ibu mertua saya saja. Belum sempat nanya yang lain kenapa tidak ikut, nyanyak sudah menjelaskan karena kemarin bukan hari libur, Yen, bunda, mami, atau Uty, semuanya punya kesibukan masing masing. Yen jualan, Uty mengajar, Mami harus jaga cucu sedangkan Bunda lagi sakit. Hah? Sakit apa bunda?

“Bunda udah seminggu sakit nak, awalnya mencret gitu, sekarang entah apa-apa sakitnya, mana suaminya kesawah, anaknya kuliah, sayang kita lihat tidur sendirian di rumah”, cerita nyanyak. “bunda juga udah tuli-tuli gitu, udah gak dengar kita ngomong, kemarin waktu belanja sama nyanyak, dia ada mau beli kasur, waktu ditanya harga barangnya berapa, yang jual bilang 100 ribu, trus bunda tawar, 80 ribu boleh?, trus yang jualan bilang, 60 ribu juga boleh untuk ibu, trus bunda tanya lagi, 80 irbu bioleh kan? Yang jualan bilang lagi, 60 ribu saya kasi ke ibu, bunda nawar sampai 3 kali, sampai penjualnya ketawa. Akhirnya nyanyak bilang ke penjual, “maaf bang, adik saya ini sudah sulit untuk mendengar” akhirnya penjualnya ngerti” cerita nyanyak panjang lebar”

Cotton fields white with ripe cotton ready for harvesting

Sesampai di rumah, nyanyak saranin bunda untuk periksa ke dokter THT, awalnya dia menolak, tapi akhirnya mau juga di bawa sama mikyal (adik ipar saya) ke RS dimana dia bekerja. Dan setelah di periksa, ternyata bunda bisa susah mendengar gitu karena kebiasaanya membersihkan telinga pakai cotton buds, emang bisa?

Ya bisa lah, berikut sekilas penjelasannya.

BIONICMESudah jadi rahasia umum kalau penggunaan cotton buds yang tidak hati-hati, bisa berakibat tidak baik untuk telinga. Setidaknya sekitar 7000 orang tiap tahun harus masuk rumah sakit dengan cedera telinga karena penggunaan pembersih telinga yang salah. Berdasarkan sebuah riset, sekitar 36% orang dari seluruh responden mengaku sering menggunakan cotton buds untuk membersihkan telinga mereka, dan satu dari enam orang yang di interview mengaku pernah melihat atau tahu ada orang yang rusak telinganya akibat penggunaan cotton buds ini. Masalah yang sering terjadi adalah iritasi pada kulit, infeksi, hingga kehilangan pendengaran secara permanen.

Lebih lanjut, perilaku penggunaan pembersih telinga ini bisa bersifat adiksi, orang yang keenakan saat menggunakannya cenderung mengulang lagi, lebih sering dari orang lain. Jadi tidak heran kalau penggunaan yang berulang bisa berakibat pada iritasi dan infeksi didalam telinga. Penggunaan yang terlalu sering, penggunaan yang salah bisa merusak gendang telinga, yang akhirnya bisa menyebabkan kehilangan pendengaran yang permanen, bahaya kan?

Taik kuping yang bermanfaat

Dalam Bahasa Inggris, benda yang kita kenal dengan taik kuping ini disebut wax, dan dalam lmu medis, taik kuping ini sebenarnya banyak manfaatnya. Ia bisa menghidari gendang telinga dari debu yang masuk, kuman, dan sebagainya. Jadinya punya taik kuping tidak selalu merugikan, tapi malah bermanfaat. Untuk membersihkan, sebenarnya bukan tidak boleh sama sekali, boleh boleh saja, selama dilakukan dengan benar, hati-hati dan tidak menusuk dengan benda keras. Pastikan menusuknya pelan-pelan, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Kalau dirasa mulai punya masalah, seperti rasa sakit, atau butuh informasi bagaimana cara yang tepat untuk membersihkan wax ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter THT. Karena kalau ditunggu lama-lama, aku bisa diambil orang, eh itu lagu dangdut ya? Karena kalau sakitnya dibiarkan tanpa diobati, bisa tambah parah, dan bukan tidak mungkin berakhir dengan kehilangan pendengaran secara permanen, kasihan kan?

 

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

4 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: