Berani Berkeringat Bersama Lactacyd Baby
lomba blog

Berani Berkeringat Bersama Lactacyd Baby

Berani Berkeringat Bersama Lactacyd BabyMemiliki buah hati yang cerdas dan aktif tentu menjadi kebahagian tersendiri bagi orang tua. Siapa sih yang tidak senang melihat putra–putrinya begitu lihai mengeksplore sesuatu yang belum diketahuinya. Siapa yang tidak bangga melihat bayi mungil yang ketika lahir hanya mampu menangis kini dengan lancar memanggil orang tuanya dengan sebutan, mama dan papa. Orang tua mana yang tidak gemas ketika melihat sang buah hati dengan wajahnya lugu bermain pasir, berlari-lari di atas rerumputan, dan bercanda dengan penuh suka cita.

“Lanjutkan, Nak. Tidak masalah bajumu kotor, badanmu berlumpur. Bermainlah karena apa yang kamu lakukan saat ini tidak akan terulang lagi ketika kamu besar kelak.“

Namun, ada rasa khawatir yang berlebih ketika melihat bayi yang bergerak aktif mulai gelisah pada malam hari akibat biang keringat di tubuhnya. Tidurnya menjadi tidak nyenyak akibat gatal yang dialami, di atas kulitnya yang halus dan lembut muncul ruam kemerahan yang pendih jika digaruk.

Biang keringat, miliaria
Biang keringat di badan Naqiya

Itulah yang saya rasakan ketika melihat putri kecil saya, Naqiya yang kini berumur 19 bulan harus terganggu tidurnya akibat biang keringat yang tumbuh di badannya. Tidur malamnya menjadi tidak nyenyak akibat rasa gatal yang ia rasakan.

Naqiya adalah bocah yang sangat aktif. Jika belum lelah, ia tidak akan duduk diam. Ada saja yang ia lakukan sehingga saya sempat berpikir, “kok ini bocah enggak ada lelah-lelahnya, ya?”. Konon lagi jika diajak ke lapangan terbuka, saya dan suami tidak bisa melarangnya untuk tidak berlarian. Sambil tertawa ia berlari ke sana kemari sampai peluh membasahi seluruh badannya.

Naqiya sedang memberi umpan untuk bebek dan ayam
Naqiya sedang memberi umpan untuk bebek dan ayam

Selain sangat aktif, putri kecil kami juga mudah berkeringat sehingga muncul keringat buntet. Dulu, waktu tinggal di Tangse, salah satu kabupaten di Pidie, Aceh, Naqiya tidak pernah mengalami masalah pada kulit akibat keringat. Soalnya, Tangse adalah wilayah pegunungan yang udaranya sejuk. Meskipun matahari bersinar dengan cerah, tetapi suhu di sana tetap adem. Namun, setelah kami pindah ke Aceh Barat Daya yang notabene lokasinya tidak jauh dari bibir pantai, suhu di tempat tinggal kami yang baru juga sangat panas. Pernah beberapa hari suhu mencapai 32 derajat Celcius. Nah, bisa dibayangkan apa yang terjadi dari perpaduan dari suhu yang panas plus Naqiya enggak bisa diam dan suka mengeksplorasi berbagai hal? Berkeringat dan muncul biang keringat.

Biang Keringat Pada Bayi

Memiliki bayi yang mengalami biang keringat membuat saya semakin ingin tahu tentang penyakit yang istilah medisnya disebut dengan miliaria. Dari referensi yang saya dapatkan, ada tiga jenis miliaria, yaitu miliaria kristalina, miliaria rubra, dan miliaria profunda. Masing-masing jenis miliaria berbeda lokasi dan gejala yang ditimbulkan. Miliaria kristalina misalnya, ia timbul pada bagian atas kulit, berbentuk kristal berukuran 1-2 mm, dan tidak gatal. Lain halnya dengan miliaria rubra yang muncul pada bagian tengah kulit, berbentuk gelembung kecil berwarna merah, dan sangat gatal. Sedangkan miliaria profunda, ia muncul pada kulit bagian dalam, berupa bintil putih, dan tidak gatal.

biang keringat, miliaria
Jenis-jenis biang keringat atau miliaria (sumber : fanpage Lactacyd Baby)

Dari ketiga jenis miliaria tersebut, Naqiya mengalami miliaria rubra. Pantas saja ia begitu tidak nyaman saat tidur dan sering meminta saya mengusap-usap bagain punggungnya karena gatal.

“Atal, Ma. Atal,” ucap putri saya dengan suara cadelnya seraya menarik tangan saya untuk menggaruk halus pada bagian punggungnya.

Kenapa bisa timbul biang keringat?

Para ibu pasti sudah tahu kalau kulit bayi itu sangat sensitif. Seluruh bagian tubuh bayi mengalami perkembangan dan penyempurnaan, termasuk kulit. Salah satu contohnya adalah ketika proses penyerapan dan pengeluaran keringat. Karena belum berjalan sebagaimana mestinya, maka jangan heran ketika kita sering melihat bayi yang berkeringat berlebihan.

Normalnya, butiran keringat bisa keluar melalui pori-pori kulit, tetapi kulit air bayi yang mestinya selalu berganti menjadi tidak berganti. Menurut dr. Risma, spesialis anak langganan saya, belum diketahui penyebab kulit ari bayi itu tidak berganti. Nah, sebagai akibatnya, kulit ari tersebut menyumbat pengeluaran keringat. Kumpulan keringat ini kemudian mendesak kulit sehingga timbullah bintil-bintil kecil berwarna merah dan terasa gatal. Bagian tubuh yang rawan serangan biang keringat adalah dahi, leher, bahu, dada, punggung, dan lipatan-lipatan kulit.

Tenang, biang keringat bisa dicegah dan ditangani

Bayi aktif dan berkeringat adalah dua hal yang lumrah terjadi. Malah kita harus bersyukur karena pertumbuhan dan perkembangan buah hati kita berjalan normal. Ya, walaupun terkadang saya merasa sedih ketika melihat Naqiya agak rewel saat tubuhnya gatal-gatal dan karena dia sudah mulai besar, ia sudah bisa meminta saya untuk menggaruk punggungnya. Tapi, enggak mungkin juga saya menyuruhnya untuk beraktivitas di dalam rumah saja ketika suhu sedang panas-panasnya.

Seorang ibu pasti punya cara jitu agar buah hatinya tumbuh dengan sehat dan bisa bergerak aktif tanpa takut dengan keringat. Nah, saya pun bertanya pada dokter, teman-teman, dan mencari berabagai referensi untuk menangani bayi yang memiliki masalah dengan keringatnya. Mau tahu apa saja caranya?

1. Beri kenyamanan di lingkungan sekitar si kecil, jika di dalam ruangan usahakan ventilasinya terbuka sehingga sirkulasi udara terjaga. Agar suhu ruangan tidak panas bisa disiasati dengan menggunakan kipas angin atau air conditioner (AC),
2. Segera ganti baju si buah hati setiap ia berkeringat. Sebelum mengganti baju, lap dulu dengan air hangat. Biarkan tubuh si kecil beberapa saat tanpa baju sampai kulitnya menjadi kering.
3. Usap sedikit bedak terutama pada punggung dan dada anak,
4. Pilih pakaian yang kering dan bersih. Baju tersebut hendaknya terbuat dari serat alami yang mudah menyerap keringat, seperti bahan katun dan kaos sehingga membuat si anak nyaman dan tidak kepanasan,
5. Setiap kali mandi, mandikan si kecil dengan sabun pembersih yang mencegah pertumbuhan bakteri seperti Lactacyd Baby.

cara mencegah biang keringat
Cara mencegah biang keringat pada bayi (sumber : fanpage Lactacyd Baby)

Kenapa memilih Lactacyd Baby?

Dari hasil sharing dengan teman-teman yang anak mereka memiliki masalah kulit yang sama dengan Naqiya, mereka merekomendasikan beberapa sabun pembersih khusus bayi dan salah satunya adalah Lactacyd Baby. Selain terbuat dari bahan alami, sabun yang memiliki pH normal yaitu 3-4 ini juga terbukti ampuh merawat kulit bayi yang sensitif.

komposisi lactacyd baby
Komposisi Lactacyd Baby

Sayangnya, tidak mudah menemukan sabun pembersih yang memang dirancang untuk kulit bayi yang sensitif di tempat tinggal saya sekarang. Adanya, sabun-sabun bayi yang kerap muncul di iklan televisi dan tidak bisa mengatasi masalah biang keringat pada kulit Naqiya. Sampai suatu hari, ketika berbelanja di swalayan langganan, saya pun bertanya pada pelayannya.

“Kebetulan masih ada satu lagi, Kak. Cepat kali habis stoknya memang. Soalnya banyak yang cari,“ jelas pramuniaga itu sambil mengambilkan Lactacyd baby berukuran 150 ml.

Cara Pemakaiannya

Pemakaian skin care yang pada kemasannya terdapat karikatur boneka yang sedang berdiri di atas bola dan memegang payung ini sangat mudah, kocok dahulu sebelum digunakan, lalu encerkan 3-4 sendok penuh (@5 ml) ke dalam tempat mandi yang telah berisi air, dan mandikan  anak seperti biasa. Eits, tidak perlu sabun tambahan lain lho untuk memandikan si kecil. Tinggal usapkan saja air yang telah mengandung Lactacyd ke tubuh dan kepala bayi lalu bilas dengan air biasa. Lactacyd wangi banget dan tidak perih di mata.

Aku berani berkeringat dan enggak takut muncul biang keringat karena selalu mandi dengan Lactacyd baby
Aku berani berkeringat dan enggak takut muncul biang keringat karena selalu mandi dengan Lactacyd baby

Hasilnya

Biang keringat yang selama ini mengganggu kenyamanan tidur putri kecil saya perlahan mengering dan hilang setelah 3 hari pemakaian. Tidak dipungkiri memang, jika suhu terlalu panas dan tubuh Naqiya mengeluarkan banyak keringat si miliaria akan datang lagi, tetapi saya sudah punya solusi yaitu selalu mencampurkan sabun yang bahan utamanya adalah Lactic Acid dan Lactoserum itu ke dalam air mandi.

Naqiya semakin aktif berkespresi tanpa harus takut berkeringat dan timbul biang keringat
Naqiya semakin aktif berkespresi tanpa harus takut berkeringat dan timbul biang keringat

Dan yang membuat saya senang menggunakan Lactacyd Liquid Baby ini adalah produk ini enggak hanya untuk kulit bayi yang sensitif,lho! Tapi bisa juga digunakan oleh orang dewasa yang memiliki keluhan pada kulit. Saya pernah menggunakan sabun ini saat wajah saya merah-merah karena tidak cocok dengan salah satu produk kosmetik, alhamdulillah langsung berkurang. Cara pakainya sama seperti memakai sabun cair biasa.

***

Cerita mama, Naqiya, dan Lactacyd Baby
Cerita mama, Naqiya, dan Lactacyd Baby

Itu dia cerita saya, Naqiya, dan biang keringat yang dialaminya. Sebagai orang tua, kita tidak boleh menghambat aktivitas anak hanya karena takut ia berkeringat dan kulitnya yang sensitif akan menimbulkan biang keringat. Biang keringat bisa dicegah dan ditangani dengan memberikan kenyamanan lingkungan sekitar si kecil, memakaikan pakaian yang menyerap keringat , dan memilih sabun pembersih yang bisa membersihkan, menjaga, dan merawat kulit bayi tetap bersih, segar, dan lembut.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

14 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: