bayi sering bab setelah makan
Kesehatan,  Life Story,  Parenting

Duh, Nak. Kok Kamu BAB Terus sih Habis Makan?

Duh, Nak. Kok kamu BAB terus sih habis makan? Kapan gemuknya kalau begini terus? Pertanyaan itu terucap ketika menghadapi anak saya, Naqiya saat masih berumur di bawah 2 tahun yang selalu buang air besar (BAB) setiap kali selesai makan. Sehari bisa 2 atau 3 kali ia BAB. Semakin banyak ia makan, maka makin sering pula ia BAB. Sampai-sampai saya berpikiran, kok bisa ya bayi saya selalu BAB setelah makan? Apakah normal kalau bayi sering BAB setelah makan?

“Mungkin makanannya enggak cocok,” kata mamak saya mengingat Naqiya pernah mengalami alergi makanan saat awal-awal MPASI dulu, “atau terlalu keras teksturnya.”

Yuk baca tulisan tentang alergi buah yang dialami putri saya saat awal MPASI di sini: Bayi Naqiya Alergi Makanan

Saya pun mencoba memberikan putri saya makanan lunak dan Alhamdulillah frekuensi BABnya berkurang. Tapi ketika saya titipkan ke pengasuhnya, Naqiya lahap sekali makan karena bersaing-saingan dengan anak sang pengasuh. Ia bisa berkali-kali nambah porsi nasi. Dan ujung-ujungnya dia makin sering BAB.

bayi sering bab setelah makan
credit photo: pixabay.com

Bayi sering BAB setelah makan apakah bisa dikatakan mengalami diare? Kalau ditinjau dari segi definisi, diare itu buang air besar dengan konsistensi lunak atau cair, bercampur lendir atau darah dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari. Nah, pada bayi saya, memang sih, BABnya kadang sampai 3 kali sehari atau lebih, tapi konsistentensinya biasanya aja. Kadang agak lunak, tapi setelah saya periksa perutnya, tidak ada masalah apa-apa. Naqiya juga sangat aktif dan tidak ada tanda-tanda dehidrasi.

“Jangan-jangan itu karena Naqiya stress akibat ditinggal kerja sama mamanya,” canda Meri teman sekantor saya.

Hm… Saya pun kepikiran dengan apa yang diucapkan teman saya itu. Apa mungkin bayi saya itu tertekan karena saya tinggal kerja? Makanya, Naqiya selalu BAB setiap kali selesai makan? Tapi dia terlihat happy bersama pengasuhnya. Lalu kenapa bayi saya sering BAB setelah habis makan? Kenapa? #mulaihisteris

Akhirnya saya pun berkonsultasi pada dokter spesialis anak (DSA) dan membaca berbagai referensi tentang penyebab bayi yang berumur di bawah 2 tahun sering BAB setiap habis makan. Ternyata, menurut penjelasan DSA, apa yang dialami oleh putri saya juga dialami oleh kebanyakan bayi lainnya. Dan hampir semua mahmud alias mamah muda khawatir sekali dengan masalah BAB yang dialami bayinya itu. Terlebih lagi ketika mendapatkan intervensi dari sang nenek yang menganggap sang ibu kurang becus mengurus cucunya.

Kekhawatiran saya pun sirna ketika mengetahui kalau bayi sering BAB setelah makan itu bukanlah sesuatu penyakit. Bukan pula karena ia stress karena ditinggal ibunya pergi kerja. Lantas apakah yang menyebabkan bayi sering BAB setelah makan?

Masih kuatnya refleks gastrokolika

Berdasarkan artikel yang berjudul Setiap Habis Makan Kok Buang Air Besar (BAB)? pada situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu idai.or.id, ternyata anak/bayi yang buang air besar setelah makan adalah normal. Hal ini terjadi karena masih kuatnya refleks gastrokolika.

bayi sering BAB setelah makan

Apa itu refleks gastrokolika? Refleks gastrokolika adalah refleks yang terjadi ketika lambung terisi maka usus besar akan terangsang sehingga menimbulkan sensasi ingin buang air besar. Nah, inilah yang menyebabkan kenapa bayi saya selalu BAB setelah makan.

Yang dikeluarkan BUKAN makanan yang BARU dimakan

Pasti para ibu yang anaknya sering BAB setelah makan sering berpikir, kapan jadi dagingnya makanan yang dimakan, kalau setiap habis makan anak saya langsung BAB. Setelah membaca lebih lanjut artikel yang narasumbernya adalah dr. Muzal Kadim, SpA(K), dokter spesialis anak di RSCM, ternyata pemahaman saya selama ini salah. Ayo, baca lagi tentang sistem pencernaan. 

Makanan yang dimakan langsung keluar adalah sebuah persepsi yang salah. Makanan baru sampai ke anus itu setelah 4 jam, lho. Makanan setelah masuk ke mulut, ia akan masuk ke lambung. Nah, di lambung butuh waktu untuk pengosongan selama 2-3 jam. Kemudian menuju usus dan terakhir baru anus. Dari usus ke anus juga butuh waktu selama 1 jam.

Jadi, makanan yang dikeluarkan setelah anak/bayi kita makan itu adalah makanan yang dikonsumsi 3 atau 4 jam sebelumnya. Makanan tersebut keluar karena refleks gastrokolika tadi. Refleks ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya sembelit pada anak-anak.

Tidak ada hubungan dengan berat badan anak

Awalnya saya sempat mengira kalau berat badan Naqiya yang naiknya hanya sedikit padahal ia makan banyak tidak ada hubungannya dengan seringnya ia BAB. Lagi-lagi persepsi saya salah (makanya, jangan asyik berpersepsi. Jadi emak kudu rajin baca, biar enggak salah persepsi). Pada usia di atas satu tahun, pertambahan berat badan anak memang tidak sesignifikan saat ia masih di bawah satu tahun. Terlebih lagi, anak sedang aktif-aktifnya pada waktu itu sehingga banyak energi yang dihabiskan. Selama berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) anak sesuai dengan usianya, maka para ibu tidak perlu khawatir. Kalau BB dan TB anak tidak sesuai dengan usianya, maka perlu diinvestigasi lebih lanjut penyebabnya kenapa.

Berkurang Seiring Bertambah Usia

Kini, anak saya sudah beurmur 2 tahun lebih. Frekuensi BABnya sudah tidak lagi sesering dulu. Biasanya ia hanya sekali dalam sehari BAB. Kalau banyak makan, kadang 2 atau tiga kali.

Jadi, kalau adik bayi sering buang air besar setelah makan, enggak perlu khawatir ya Bunda karena itu masih normal. Kita baru perlu mencari penanganan segera jika BAB adik bayi cair, berlendir atau berdarah, dan berbau. Kita juga enggak perlu khawatir kalau berat badan bayi tidak naik secara signifikan, selama berat badan dan tinggi badannya sesuai dengan usianya, berarti anak kita status gizinya baik. []

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

68 Comments

Leave a Reply to Adriana Dian Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: