#BPN30DAYBLOGCHALLENGE,  Blogging and Social Media,  Life Story

Apa Barang Koleksimu?

Apa barang koleksimu? Kira-kira begitulah tema tantangan #BPN30DayBlogChalleng untuk hari ke 11. Sebelum mengulas lebih dalam, dalam, dan semakin dalam lagi tentang barang koleksi, yuk kita buka KBBI dan mencari tahu makna dari kata KOLEKSI

ko·lek·si /koléksi/ n 1 kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap); 2 kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian; 3 cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya;

Setiap orang cenderung memiliki barang koleksi. Mamakku misalnya, memiliki koleksi piring-piring dan gelas yang disimpan di dalam lemari dan baru digunak saat kenduri. Temanku memiliki koleksi komik dengan judul tertentu dan lengkap semua versinya. Ada juga saudaraku yang gemar mengoleksi mata uang tertentu.

Lantas apa barang koleksiku?

Apa ya? Bisa dibilang aku tidak memiliki sesuatu untuk dikoleksikan. Ada sih niat untuk mengoleksi benda-benda tertentu seperti bunga, magnet kulkas, atau buku. Namun hal itu belum kesampaian dikarenakan kehidupanku masih nomaden dan statusku masih kontraktor.

Dulu saya pernah memiliki koleksi berbagai macam tanaman bunga lidah mertua. Namun, karena pindah-pindah rumah, bunta tersebut jadi rusak dan mati. Walhasil, saya jadi malas untuk mengoleksi apapun. Ditsmbah lagi dengan bayangan akan ribetnya pindahan membuatku urung untuk mengoleksi sesuatu. Mudah-mudahan ketika pindah ke rumah sendiri nanti, hasratku untuk memiliki barang koleksi tercapai.

Ohya, baru ingat, sebenarnya saya memiliki barang koleksi. Apa itu? Barang koleksi saya saat ini adalah magnet kulkas dari berbagai negara tercapai ya. Saat ini, di kulkasku sudah ada belasan magnet kulkas yang dibawa pulang sama Bnag Thoenis saat beliau ke luar negeri dan saya ingin magnet tersebut bertambah. Ya, sebelum kaki ini berhasil melangkah di negara tersebut, setidaknya sudah ada gambarnya di kulkasku.

Kalau diingat-ingat, awal mula saya meminta suami saya membelikan magnet kulkas untuk dikoleksi adalah karena keputusasaan saya akan beliau. Jangan harap beliau akan membelikan oleh-oleh setiap melakukan perjalanan ke luar negeri. Paling, kalau dibeli cuma coklat. Maklumlah, penghasilan kami masih pas-pasan dan perjalanan beliau ke LN itu karena dibiayain, bukan biaya sendiri. Nah, agar ada kenang-kenangan gitu kalau sudah sampai ke suatu daerah, saya meminta beliau untuk membeli magnet kulkas. Harganya terjangkau dan bisa menggambarkan landmark suatu negara. Hihihi

Lalu bagaimana dengan teman-teman? Apa barang koleksimu?

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

One Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: