Review,  Uncategorized

Balada Sepatu Kerja

Kali ini saya ingin bercerita tentang sepatu. Eits, ceritanya bukan tentang sepatu kulit lembu yang dibelikan oleh ibu karena rajin membantu, tapi tentang sepatu kerjaku yang bisa menendang batu. (Diksinya kurang nyambung, dimaklumi aja ya)

Ya, pada postingan kali ini saya ingin membahas tentang sepatu kerja. Kenapa harus sepatu kerja, karena saya sudah bekerja otomatis “wajib” memakai sepatu saat menuju tempat kerja. Ya, sepatu kerja hanya saya butuhkan sampai di depan pintu UGD Rumah Sakit saja, karena ketika masuk ke dalamnya, saya bisa memanjakan kaki saya dengan sandal jepit.

Walaupun hanya dikenakan dari rumah sampai depan pintu UGD, tetap saja saya tidak boleh sembarangan menggunakan alas kaki. Pernah suatu hari saat baru bekerja di rumah sakit, saya menggunakan sepatu kets, eh malah ditegur sama perawat. “Duh, Bu Dokter, masa pake sepatu beginian ke RS? Modis dikit dong. Kan seorang dokter itu menjadi pusat perhatian, kalau sepatunya saja kek gini, apa kata pasien ntar.”

Sepatu kets yang saya kenakan untuk membolang kadang saya pakai juga untuk bekerja. Hehehe...
Sepatu kets yang saya kenakan untuk membolang kadang saya pakai juga untuk bekerja. Hehehe…

Jleb, apa hubungannya coba seorang dokter menggunakan sepatu kets atau flat dengan kepuasan pasien? Bukannya pasien yang datang ke RS itu butuh pengobatan bukannya nonton fashion show dokter-perawat? Tapi demi menjaga hubungan baik dengan sang perawat dan agar tidak dicap sebagai dokter galak yang baru kerja aja udah mencak-mencak, saya nyengir saja waktu ditegur.

Sebenarnya, bukan sekali itu aja saya diingatkan untuk mengganti sepatu bulukan kesayangan saya itu, Ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk membeli sepatu kerja yang mirip orang kantoran. Sepatu yang digunakan oleh kebanyakan orang. Jangan ngasal, karena sekarang saya bukanlah diri saya yang dulu yang bisa sesuka hati. Sekarang, meski bukan public figure, saya adalah public service alias pelayan masyarakat khususnya mereka yang butuh pengobatan. Otomatis setiap gerak-gerik saya jadi bahan perhatian dan pembicaraan,

Awalnya saya enggak mau ambil pusing dengan ucapan mamak dan teguran dari perawat juga serta teman-teman. Tapi, ketika seorang pasien berkomentar tentang sepatu yang saya kenakan, duh, langsung darah ini beku. “Aneh kali dokter itu, masa sepatunya kayak sepatu anak sekolahan. Ngga nampak kayak dokter. Jadi ngga yakin saya berobat.”

Haloo, sampai segitunya ya? Walhasil saya pun nyerah. Oke, saya akan mengganti sepatu saya dengan sepatu kerja yang seharusnya dikenakan oleh seorang wanita. Tapi, saya paling malas pergi ke pasar atau mall.
Walhasil, Saat tahu anaknya mau membeli sepatu, mamak langsung merekomendasikan saya untuk belanja online saja di Elevenia.

Wadow, emak saya ternyata gaul banget. Selama ini, rupanya beliau asyik mengutak-atik gadget yang saya tinggalkan di rumah.

“Hebat kali hape sekarang ya, apa yang kita tanya langsung dikasih jawaban. Mau belanja apa, tinggal klik-klik pakek ujung jari aja,” ucapnya sambil menunjukkan kemahiran beliau saat browsing di internet.

Beragam toko online yang ada di iklan yang terletak di sidebar blog saya dibukanya. Dan tanpa harus menunggu lama, mamak sudah mempuanyai sebuah sepatu kerja wanita yang menurutnya cocok untuk saya. Tada… Ini dia sepatunya

contoh sepatu kerja wanita yang dijual di Elevenia
contoh sepatu kerja wanita yang dijual di Elevenia

Manis memang dan heelnya tidak terlalu tinggi. Selain itu harganya juga sangat terjangkau. Oke mak, demi engkau dan kepuasan pasien, aku mengganti sepatuku dengan sepatu kerja ini. Semoga kakiku nyaman ya 🙂

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

5 Comments

  • Arifah Abdul Majid (@arifah_feibiii)

    Cantik mak sepatunya 🙂 memang gak ada hubungannya sih, sepatu sama pelayanan dokter. Tapi sebagian orang masih ada yang menilai orang lain dari penampilannya mak..

  • Nely

    waktu hamil kemaren pas lagi ke dokter saya sering iseng ngelongok ke bawah meja dokternya demi ngeliatin sepatunya, abisnya pak dokter sepatunya dan kaos kakinya lucu2 sih warnanya gonjreng2 hehhee

  • wening

    hehehe… saya dulu juga sukanya pake sepatu teprek, tapi kerja di pelayanan publik jadi diwajibkan pake high heels. tpinya lagi tetep nyolong-nyolong pake teprek hehehe

  • ysalma

    mau tak mau, suka tak suka, ternyata keyakinan pasien dipengaruhi oleh penampilan dokter yang dilihatnya ya, katanya sugesti dari seorang dokter juga bisa jadi penyembuh, selamat berburu sepatu cantik dan nyaman 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: