Uncategorized

Aku Menangis…

Aku menangis saat sebuah persahabatan murni menjadi kemustahilan
Aku menangis saat kejujuran menjadi lakon yang jarang dilakukan
Aku menangis saat keikhlasan berubah menjadi kemunafikan
Aku menangis saat kemungkaran berubah menjadi kebajikan
Aku menangis saat aku melihat keadilan dianggap tindakan memalukan dan tindakan anarkis menjadi undang-undang
Aku menangis saat aku melihat seorang ayah yang berdiri lemah di hadapan buah hatinya yang sakit, lalu ia meminta tetangganya yang Allah anugerahkan nikmat agar ia memberinya sejumlah uang untuk mengobati anaknya, lalu sang tetanggatidak mau memberikannya dengan alasan bahwa ia membutuhkan uang itu untuk menghadiri pesta
Aku menangis saat ajaran agama dan nilai luhur budaya kita mengalami kemunduran
Aku menangis saat materi telah memperkosa nilai-nilai arif dan prinsip-prinsip kebajikan, sehingga orang yang zalim berubah menjadi miskin dan orang yang dizalimi berubah menjadi anarkis
Aku menangis saat rasa malas dan menunda-nunda kesungguhan itu muncul.

Aku menangis saat itu… Saat membaca buku “Dahsyatnya Terapi Air Mata” yang isinya mengalir kata-kata indah tentang tangisan, air mata ini mengalir deras. Aku menangisi diriku yang selalu memaksakan diri untuk tidak menangis.

Ketika seseorang menangis, maka ia telah mengeluarkan semua beban yang berhimpit di dalam hatinya, baik itu emosi, kesusahan hati, ataupun kesedihan jiwa.

sumber foto : http://2.bp.blogspot.com/_qqR_z4Jpaxs/SdcNtl-SoiI/AAAAAAAAAdY/C-wooXF_z0A/s320/air-mata.jpg

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

14 Comments

  • Elsa

    mungkin Antasari Azhar juga baca buku itu ya, sehingga di pengadilan dia menangis terseu-sedu. hehehehe…

    bukunya bagus ya?
    dahsyat banget ya?
    pingin beli. aku hobi nangis soalnya. daripada airmata keluar percuma, kan mendingan keluarnya karena terapi ya.

  • tengkuputeh

    Dengan menangis seseorang menjadi lebih peka, namun sebagai laki2 malu juga harus menangis didepan umum. Klw sendiri dikamar ga apa2… 😀

  • Ardhiansyam

    menangis adalah manusiawi, maka menangislah sebagai seorang manusia yang berkemanusiaan, jangan menangisi sesuatu yang belum jelas kebenarannya (soktau.com :D)

  • liza fathiariani

    @mbak elsa : hehehheh, mungkin juga mbak 🙂 bukunya lumayan bagus, karangan Hasan bin Muhammad Ba Mu'aibid

    @dasir : jangan larang liza untuk menangis dasir, hehhehehe. makasih ya 🙂

    @bang setiawan : iya buku yang bagus dan mencerahkan

    @krethek : wah wah

    @tengkuputeh : sebenarnya itu paradigma yang salah tgk, setiap manusia dikaruniakan air mata dan

  • dasir

    Sidebarnya jatuh ya liz?
    Sama dg punyaku bbrp wkt yg lalu. Yang kulakukan adl:
    1. Mengubah tampilan arsip dr hierarky ke dropdown
    2. Widgetnya ada yang salah tuh liz. Delete aja, lalu ambil br.
    3. Itu terjadi krn ada judul postingan yg kepanjangan.
    Analisa pribadi. Smg brmanfaat.
    Salam

  • d-Gadget

    kunjungan pertama kesini..salam kenala dan salam silaturrahmi..
    setelah baca isinya membuat saya mjd berfikir, knp ketika saya ingin menangis tp saya tidak mampu melakukannya..??

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: