Traveling

Wahana Impian Malaka, Tempat Liburan Seru Bersama Keluarga

Wahana Impian Kuta Malaka

Wahana Impian Malaka? Nama tempat liburan keluarga ini belum begitu familiar di telinga saya. Maklum, beberapa tahun belakangan saya lebih banyak menghabiskan waktu di Aceh Barat Daya (Abdya) dibandingkan dengan jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Di Kuta Malaka itu waterboom juga, sama kayak di Ulee Lheu atau Mata ie,” jelas Amar, keponakanku. “Tempatnya lebih luas dan lebih dingin karena dekat gunung.” Lanjutnya meyakinkanku.

Kebetulan sekali liburan akhir pekan waktu itu saya dan Naqiya berada di Banda Aceh. Jadi, kami pun memutuskan untuk menghabiskan liburan ini dengan manceburkan diri ke air yang ada di Wahana Impian Malaka (WIM) 69 ini.

Mendengar nama WIM pasti langsung terpikir kalau Malaka yang dimaksud adalah salah satu wilayah di Kuala Lumpur. Eits, anggapan itu salah total. Di Aceh Besar, ada juga lho kecamatan yang bernama Kuta Malaka. Kecamatan ini beribukotakan Samahani. Nah, kalau teman-teman tahu dan pernah mencicipi roti selai Samahani, maka tidak jauh dari pasar itulah Kuta Malaka waterboom ini berada.

Dengan menumpangi mobil milik keluarga Amar, kami pun beranjak ke wahana permainan air di daerah yang dulunya pernah dicanangkan sebagai ibukota Aceh Besar. Jarak Banda Aceh ke Kuta Malaka hanya 30 menit perjalanan dengan menggunakan mobil yang berkecepatan sedang.

Wahana Impian Malaka
Lahan parkir yang luas di WIM 69

Lokasi Wahana Impian Malaka ini sangat strategis. Jauh dari hiruk pikuk dan polusi udara. Hanya ada beberapa rumah yang terlihat ketika mobil yang saya tumpangi berbelok kanan mengikuti petunjuk jalan.

Sepanjang jalan menuju WIM, hanya satu dua kendaraan yang berpas-pasan dengan kami.

“Jangan-jangan enggak ada orang,”pikir kak Iqlima, umminya Amar. Saya pun berikiran sama.

Ternyata asumsi kami salah, puluhan mobil dan motor telah terparkir di area parkir wahana impian itu. Lahan parkirnya sangat luas dan bisa menampung banyak kendaraan. Di depan lahan parkir juga terdapan gundukan tanah yang sepertinya hendak dijadikan area off road.

Hari menjelang siang waktu itu, setelah membayar tiket masuk, kami pun mencari lapak di pondok-pondok yang dibangun untuk para pelanggan. Harga tiket masuk Wahana Impian Malaka ini adalah Rp 30.000 per orang pada hari libur. Sedangkan pada hari kerja, harga tiketnya Rp 25.000.

Wahana Impian Malaka
Selamat datang di Wahana Impian Malaka, Kuta Malaka

Wahana Impian Malaka sangat luas. Seluncuran yang terdapat di dalamnya juga bervariasi. Ada yang tingginya mencapai 20 meter ada juga yang rendah. Kolam renangnya juga banyak dan bervariasi. Ada yang khusus untuk orang dewasa, anak-anak, dan bayi.

Karena terletak di lereng bukit barisan, suasana sejuk udara pegunungan bisa kita rasakan sambil bermain air di dalam kolam.

Naqiya sangat girang ketika saya menceburkannya ke dalam air. Ia enggan beranjak meski sudah satu jam lebih bermain air. “Lagi, lagi,” ucapnya ketika saya mengajaknya pulang.

Wahana Impian Malaka

Karena kecapaian bermain seluncuran dan berenang, kami pun kelaparan. Naasnya, karena perginya mendadak dan tanpa persiapan bekal, kami pun terpaksa mencari warung yang menjual makanan. Namun sayangnya, hanya ada satu warung nasi di dalam wahana bermain itu dan sudah habis. Ada memang beberapa pondok yang menjual mie intans, tapi mana kenyang? Syukurnya kak Iqlima membawa bekal untuk anaknya dan Naqiya sehingga para bocil enggak akan rewel karena lapar.  

Semoga ketersediaan lapak penjual makanan menjadi perhatian sang empunya Wahana Impian Malaka, ya. Karena letak wahana yang jauh masuk ke dalam, agak sulit rasanya kalau harus keluar lagi untuk mencari makan. Bagi yang hendak mengajak keluarga ke WIM 69, jangan lupa bawa bekal, kalau enggak suka makan mie instan atau roti selai Samahani 🙂

Selain arsitektur wahana yang terlihat natural, ad poin plus lain yang saya berikan untuk wahana Kuta Malaka ini. Apakah dia? Yup, toilet dan tempat ganti bajunya yang didesain tidak seperti pemandian umum lainnya. Ada shower di sana untuk membasuh dan setiap kamar mandi dipisahkan oleh terpal berwarna putih. Tempat nya juga bersih dan tidak becek serta ada petugas yang standby untuk mengepel jika ada air yang tergenang. 

Wahana Impian Malaka

Wahana Impian Malaka

Setelah menunaikan shalat dzuhur di mushalla yang di bangun di tengah-tengah wahana, kami pun pulang ke rumah. Karena perut minta segera diisi, kami singgah sejenak di pasar Samahani untuk membeli roti sela yang terkenal itu. Lumayan ampuh untuk mengganjal perut. Ohya, WIM 69 juga memiliki toko yang menjual roti tersebut tepat di pinggir jalan utama.  

Itu dia cerita saya dan keluarga data mentioning Wahana Impian Malaka, tempat liburan seru keluarga yang.bisa Anda coba.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

19 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: