Feature,  Tangse

The Next Juragan Durian

Kalau ingin merasakan durian yang lezat, maka durian Tangse adalah salah satu alternatif jawabannya. Dengan daging yang tebal dan aromanya yang sangat khas, durian Tangse semakin menunjukkan keeksistensiannya dalam jagad dunia durian :). Terlebih lagi pada awal-awal tahun seperti ini, jika Anda ingin mencicipi lezatnya durian datanglah ke Tangse. Karena sekarang buah berduri itu sedang banyak-banyaknya di kota dingin ini.

Aku pun ngga ketinggalan untuk merasakan lezatnya durian kampung halamanku. Ketika pulang kampung beberapa hari yang lalu, mama langsung menyuguhi dengan durian dan leumang. Tidak hanya itu, keesokan harinya-sebelum aku kembali ke Banda Aceh- mama mengajakku langsung ke kebun durian.

“Yuk kita cari duren, langsung ke kebunnya,” ajak mama.

“Emangnya kita punya kebun?”

“Kebun orang pun jadi,” canda mamaku.

“Ok! Siapa takut.”

Maka mulailah kami menghunting durian ke desa Pulo Seunong, sebuah perkampungan penduduk yang terletang di lereng gunung Alue Inong. Dalam penjelajahan kali ini kami ditemani oleh beberapa temanku yang datang dari luar Tangse.

Setelah menanyakan ke penduduk setempat di mana tempat yang banyak duriannya. Langsunglah aku menstarter motor. Menelusuri jalanan terjal, banyak tanjakan, dan penuh dengan bebatuan.

Neuk (nak), ingat-ingat dong kalo di belakang ada makhluk yang bernyawa juga,” seru mama saat aku membawa motor dengan kencang di jalanan bebatuan itu.

Panton dan Blang Rimeh adalah tujuan kami. Di kedua daerah itu banyak terdapat kebun durian, begitu informasi yang kami dapatkan dari penduduk sekitar.

“Walaupun lahir  di Pulo Krueng dan sangat dekat dengan Pulo Seunong, mama belum pernah kemari sekalipun,” jelas mama.

“Seumur hidup, mama? Nanti kalau kita kesasar gimana?” tanyaku sedikit ketakutan dan diiringi gerai tawa teman-temanku yang lain. Entah apa yang  mereka tertawakan.

Di sepanjang jalan yang kami temui hanyalah hamparan sawah menghijau dan kebun durian yang di setiap batangnya terdapat buah.

“Coba ya Ma, kita punya kebun di sini,” harapku sambil membayangkan salah satu kebun itu adalah milikku. Lalu ketika musim seperti sekarang aku akan berpesta durian. Setiap pagi ada yang mengetuk pintu untuk menanyakan adakah durian yang jatuh hari ini dan dijual? Wah, aku pasti bisa menjadi juragan durian. 🙂

“Kita berhenti di sini aja, di atas banyak tumpukan durian. Sepertinya dijual,” kata mama membuyarkan anganku.

Ya, di atas tanjakan di pinggir jalan terdapat sebuah gubuk yang di depannya ada puluhan durian. Kami pun menghampiri sang empunya gubuk yang menenteng beberapa durian yang baru saja jatuh dan membelinya.

cheap levitra onlinestyle=”text-align: justify;”>“Kalau lagi musim, harganya lebih murah. Lima puluh ribu bisa dapat tujuh atau delapan,” jelas mama.

Sebagian besar durian itu kami habiskan di gubuk yang di sekelilingnya terdapat pohon durian yang sedang berbuah dan sebagian lagi di bawa pulang. Duh, senang sekali bisa menikmati nikmatnya durian langsung di kebunnya.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

39 Comments

Leave a Reply to Klara Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: