Aceh

Serunya Maulid di Aceh, Perayaannya Sampai Tiga Bulan

Di tempat kamu tinggal ada perayaan maulid nabi tidak? Kalau ada berapa lama? Nah, kalau di Aceh, perayaan maulid Muhammad SAW bisa berlangsung sampai tiga bulan. Ya, persis tiga bulan, dan perayaannya biasanya berpindah-pindah dari satu kampung ke kampung yang lain. Tanggal perayaan maulid di gampong-gampong (desa-desa) di Aceh di rencanakan oleh perangkat desa, terdiri dari tuha peut, tuha lapan, teungku imum, geuchik dan kadang juga melibatkan seluruh warga. Musyawarah biasanya dilakukan saat malam, setelah selesai shalat isya. Biasanya dalam sekali rapat, keputusan mengenai tanggal kapan maulid dilakukan langsung bisa didapat. Dalam rapat ini, siapa undangan, berapa banyak sumbangan yang dibebankan ke warga, serta siapa dai nya juga diputuskan.

Dalam pemilihan tanggal, biasanya dipilih berdasarkan keinginan warga, biasanya disesuaikan dengan musim bersawah atau berladang. Ada desa yang memilih di awal, pertengahan atau di akhir. Maksud di awal ini adalah di bulan pertama maulid, karena dalam kalender Aceh ada tiga bulan dimana maulid bisa dilakukan di salah satu bulan tersebut, yaitu buleun mulod (bulan ketiga dalam kalender Aceh), adoe mulod (bulan ke empat), atau mulod akhe (bulan kelima). Nah, perayaannya bisa di awal, pertangahan, akhir atau di tanggal manapun di salah satu hari dalam tiga bulan tersebut.

Beginilah Semaraknya maulid Kampung-kampung di Aceh, Lokasi : Meunasah Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Geudong, Aceh Utara. Photo by @eddyazhar
Foto @eddyazhar di Flickr

Mengenai undangan, yang selalu menjadi tamu istimewa dalam perayaan maulid tentunya anak yatim. Biasanya yayasan tempat penampungan anak yatim selalu kebagian undangan, hampir tiap hari. Selain anak yatim, anak pesantren juga sering dapat undangan, terkhir baru tetangga kampung, biasanya dua atau tiga desa terdekat yang di undang, tergantung juga seberapa besar jumlah penduduk dan seberapa banyak stok makanan yang akan tersedia untuk menjamu para tamu tersebut.

Nah, untuk makanan, biasanya dibawa oleh penduduk kampung, sesuai dengan kemampuan mereka. Ada yang membawa dalam TALAM, RANTANG, ada juga yang membungkus dalam kotak. Seberapa banyak makanan yang akan dibawa oleh tiap kepala keluarga sudah ditentukan sebelumnya saat rapat desa. Dengan cara ini, jumlah makanan yang tersedia diusahakan sesuai dengan jumlah undangan yang diundang ke maulid.

Hidangan Maulid, Foto Flickr

Malamnya ada Dakwah,

Nah, ceramah maulid, atau dalam bahasa aceh kita sering sebut dengan dakwah, merupakah puncak dari perayaan maulid. Tiap kampung berusaha mendatangkan penceramah kondang yang sudah terkenal dengan kemapuan ceramahnya. Biasanya penceramah kondang ini susah didapat, karena selama maulid, jadwal mereka sangat padat, karena harus hampir tiap malam mereka ceramah, dan tempatnya berpindah-pindah, tidak hanya di satu kabupaten, tapi bisa dalam dimana saja dalam provisi Aceh. Tersebutlah dai kondang seperti Tgk Yusri Puteh, Tgk Abdul Wahed, Tgk Mulyadi dan sebagainya. Sangking terkenalnya, banyak ceramah maulid mereka yang di upload warga ke youtube.

Ceramah maulid ini bisa berlangsung hingga tengah malam, dan bisa dipastikan orang tak akan beranjak hingga dakwahnya selesai. Waktu kecil dulu, selain makan-makan, pergi ke tempat dakwah adalah hal yang paling saya tunggu selama perayaan maulid di kampung. Seru kan perayaan maulid di Aceh? Bagaimana di tempat kamu?

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

One Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: