Dalam dunia blogging, kita sudah semua tahu istilah blogwalking, berkunjung ke blog lain, membaca dan meninggalkan pesan. Dengan blogwalking, kita jadi tahu informasi baru, jadi kenal cara gaya dan cara si penulis menyampaikan pesan atau pengalaman, dan juga sering bisa kerkenalan langsung dengan penulisnya. Dengan perkenalan ini pula, rasa keakraban sesama blogger akan bertambah, bahkan tak sedikit yang kemudian menjadi teman dekat, sahabat karib atau bahkan teman sejiwa (nikah maksudnya :)).

Saat blogwalking, selain meninggalkan komentar dari tulisan yang kita baca, sudah tentu kita biasanya menulis nama (baik nama asli, nama samaran atau nama blog), email dan tentunya alamat blog kita sendiri. Berharap nantinya si empunya blog juga berkunjung balik ke blog kita. Dengan cara ini, selain bisa mencapai tujuan yang saya sebutkan diatas, juga bisa menambah pengunjung blog kita, yang secara otomatis meningkatkan traffict blog dan page rank yang lebih baik. Siapa sih yang tak senang saat blognya menjadi lebih terkenal?

Beberapa bulan terakhir, blog saya kerap dikunjungi oleh pengunjung-pengunjung yang juga kerap meninggalkan komentar dibawah tiap postingan saya. Komennya sangat singkat dan sepertinya hanya merangkum tulisan di paragraf terakhir postingan. Entah mereka membaca semua atau tidak, tetapi begitulah kesan yang saya dapat setelah membaca komentar-komentar mereka. Sebenarnya bagi saya pribadi hal ini sama sekali tidak masalah, dibaca semua ya syukur, dibaca sebagian juga alhamdulillah, belum lagi jika mereka mau meninggalkan jejak alias berkomentar, pasti ini akan menyenangkan kita sebagai seorang blogger.

blogwalking

Namun yang menurut saya kurang etis adalah saat pesan yang ditinggalkan pengunjung itu disertai dengan promosi ke website perusahaan lain, bukan blog si pengunjung tersebut. Tidak hanya ke website perushaan, tetapi ke produk yang dijual oleh perusahaan tersebut. Menurut saya, hal ini sangat tidak etis, karena si perusahaan memanfaatkan blog kita untuk memperoleh pembeli, padahal seperti kita tahu, mereka punya dana yang besar untuk promosi produk yang dijual, tapi ini malah memanfaatkan blogger untuk menitip iklan gratis. Entah bagaimana pendapat kawan-kawan blogger lain, tapi bagi saya ini tidak bisa diterima.

Mungkin bagi kita yang nge-blog untuk kesenangan atau hobi semata, hal ini tidak jadi masalah, tapi harus kita ingat juga, banyak kawan kita yang sesama blogger menggantungkan hidup mereka, hidup keluarga mereka dengan ngeblog. Seharusnya mereka mendapatkan “bantuan” dari perusahaan yang menjual produk lewah tulisan, baik berupa review, atau hanya sekedar back-link dari, di blog mereka, tapi ini malah hanya dimanfaatkan secara gratis.

Teringat tulisan di status Facebook Pakde Cholik, “saya sengaja minta fee yang besar dari sponsored post bukan karena ingin sombong, tapi supaya mereka (pemberi iklan) tahu bahwa menulis itu capai, butuh luangan waktu dan pikiran, dan sebagianya, dan juga supaya mereka bisa lebih menghargai kawan-kawan blogger yang lain” (kira-kira begitu tulisannya, ntar kalau salah, biar pakde sendiri yang koreksi, hehe). Dan ini juga kenapa sekali lagi saya sebut cara kampanye di blog orang ini adalah tidak etis.

Nah, jika mereka, entah orang yang dibayar perusahaan atau karyawan perusahaan itu sendiri, datang bernkunjung ke blog kita, serta meninggalkan pesan plus link ke url pruduk yang mereka jual, sebagai empunya blog, kita tinggal manage saja pesan mereka. Kalau saya sendiri biasanya url nya saya hapus, sedangkan nama dan pesannya biar saja di blog, gampang kan? Gimana pendapat blogger-blogger lain? Setuju dengan cara saya ini? Atau punya cara lain? (minta upeti misalnya? Hehe)

Saleum

Published by Liza Fathia

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

Join the Conversation

13 Comments

  1. Waaah aku nggak sesabar dirimu. Kalau ada yang masukin url di kolom komentar, bukan di kolom url yg tlh disediakan, langsung saya delet. Yang menggunakan nama “obat panu” dsb, bukan nama orang, langsung saya delete juga meskipun kasih komen. Kalau yang nggak nyambung, langsung klik spam.

  2. obat2an itu ya mbak, kalo saya sama dengan mak liza, saya biarkan saja tapi link hidupnya dihapus, soale kasian juga sudah mampir waloun engga baca coz ketaun kok cuma muji2 aja hehe

  3. Skrg emang makin banyak akun2 jualan yg turut melestarikan Blogwalking, Mbak. Usaha dari mereka untuk mendapat perhatian kita memang kadang bikin keki. Hehehe

    Kalau di blogku udah jarang, sihn aku seringnya lihat di blog teman2.

  4. iya bener banget mbak, kadang promosi mereka memang terlalu tidak etis, dan kelewat batas. kadang saya juga gedeg kalau lita promo promo gak jelas di blog blog favorit saya 🙁

  5. Mereka punya jasa meramaikan blog saya, meskipun demikian ada akhirnya saya pun merelakan mereka, delete juga haha…

  6. Kalau punya saya, jika ada link hidup yang disertakan dalam komentar. Baik link jualan atau blog pribadinya, langsung saya edit, hapus link hidupnya. Hampir sama dengan kebijakan Bu Dokter.

  7. Benar sekali mbak, mereka niat blogwalking bukan untuk menambah informasi tetapi hanya untuk menyebar blog supaya terkenal saja.

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: