Traveling

Keliling Jena – Kota Kecil di Jerman Yang Penuh Sejarah

“As soon as you trust yourself, you will know how to live.” Begitu sebut Goethe suatu waktu. Ya, buat kita yang enggak suka baca, mungkin jarang yang tahu tentang siapa itu Goethe, tapi bagi orang Jerman, Goethe adalah salah satu novelist, philosofer dan juga ilmuwan yang pernah mereka punya. Lahir di Frankfurt tahun 1749, dan kemudian belajar di Uni Leipzig, Goethe menghabiskan sebagian besar waktunya di Weimar. Jadi tidak heran kalau Weimar selalu dikaitkan dengan Goethe, padahal Jena pernah jadi tempat dia tinggal. Jarak Weimar ke Jena juga sekitar 23 KM, dan saat itu pasti bisa ditempuh dalam waktu sehari dengan kereta kuda.

Di Jena, Gothe tidak hanya menjadi seorang pengajar di Uni Jena, dia juga pernah menjadi menteri urusan perencanaan jalan. Salah satu peninggalannya adalah penghancuran dinding kota Jena, yang belakangan membuat Napoleon Bonaparte sangat mudah mengusai kota ini. Selain itu, Goethe Juga berteman dengan Humbold bersaudara (Alexandre & Wilhem) yang kemudian namanya menjadi nama universitas di Berlin, dan juga Friedrich Schiller, yang namanya menjadi nama universtas Jena. Bicara tentang universitas Jena, atau lengkapnya Friedrich-Schiller Universitat Jena, dia termasuk salah satu universitas tertua di Jerman. Dibangun tahun 1547 oleh John Frederik, menggunakan bekas gereja sebagai kampusnya. Saat itu penduduk Jena belum begitu banyak, dan jumlah mahasiswanya hanya 170 orang saja.

Detilnya seperti ini

Saat awal dibangun, ada 4 fakultas atau subjek utama yang dipelajari, yaitu kedokteran, ilmu hukum, philosophy dan theologi. Sampai sekarang, lokasi kampus masih sama atau berdekat-dekatan, hanya beberapa fakultas yang sudah dipindah kepinggir kota, FK-nya misalnya. Bicara lulusan, Uni Jena punya banyak penerima hadiah nobel, ilmuwan, penemu dan businessman. Salah satu lulusan yang sangat terkenal adalah Carl Zeiss.

Calz Zeiss adalah pendiri perusahaan optik ternama di dunia. Mungkin lensa smartphone kamu sekarang pakai lensa dari zeiss (coba cek saja, biasanya merek sony, baik smartphone atau kamera pakai lensa zeiss). Selain dipakai oleh produk lain, zeiss sendiri cukup aktif memproduksi alat-alat optik, dan hebatnya kantor utamanya amsih di Jena. Dulu saat perang dunia ke 2, pabrik-pabrik zeiss di Jena hancur lebur dijadikan target pihak Amerika, tapi sekarang udah bangun lagi. Kalau sering main mikroskope, bisa saja mikroskop atau komponen didalamnya juga buatan zeiss. Hebat kan?

Nah, banyak cerita menarik tentang Jena yang lain, untuk kali ini udah cukup aja ya. Nikmati foto-fotonya saja.

Gedung pertama uni Jena
Jena Uniklinikum yang baru

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

4 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: