Guest Post,  Traveling

Ini Dia 5 Kebiasaan Buruk Penumpang Saat Naik Pesawat

  
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan kurang baik kebanyakan orang Indonesia ketika bepergian dengan pesawat udara, khususnya dengan maskapai full service seperti Garuda Indonesia. Bukan bermaksud pukul rata, tapi ini adalah ‘kelakuan’ tak elok sebagian besar penumpang kita, yang pada gilirannya tentu akan membawa citra buruk bagi kita bersama, bangsa Indonesia tercinta ini.

1. Bagasi bejibunSaya sering takjub melihat barang bawaan penumpang yang seabrek – mengingatkan saya akan peristiwa pengungsian atau orang pindah rumah. Semua barang bawaan diangkut ke dalam kabin: koper besar, koper kecil, ransel, tas jinjing, tas belanjaan, kantong plastik, kardus oleh-oleh. Bahkan ada satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak membawa masing-masing satu koper, ransel, dan tas jinjing sekaligus!

2. Mengambil koran/majalah lebih dari satu

Jika Anda penumpang kelas bisnis ke atas, hal ini tentu masih bisa dimaklumi, tapi bagi penumpang kelas ekonomi ‘keserakahan kecil’ seperti ini tak layak dipelihara. Oke Anda hobi membawa dan ingin memperbarui informasi, tapi bukan berarti Anda harus mengambil jatah orang lain. Sering kejadian bahwa penumpang yang masuk belakangan tak kebagian bahan bacaan.

3. Maruk meraup permen

Selain koran dan majalah, maskapai full service biasanya juga memberikan permen secara cuma-cuma sebagai take-off issue. Nah, kebanyakan orang kita malah menganggap ini sebagai ‘peluang emas’ untuk mengambil permen sebanyak mungkin untuk dibawa pulang. Ada beberapa penumpang yang bahkan telah siap dengan kantong muntahan atau tas tangan untuk menyimpan permen yang mereka raup dengan sangat serakah dari tray yang dihidangkan oleh awak kabin. What a shame! Beberapa kota tujuan penerbangan yang para penumpangnya sering ‘norak’ dalam mengambil permen (dan juga bagasi) ini terkenal dengan julukan 3 P dan 3 M (tiga kota dengan huruf awal P dan M. Silakan Anda cari tahu sendiri).
4. Tidak mengindahkan aturan keselamatan penerbangan

Berkutat dengan hape, sibuk dengan komputer jinjing, main games, tetap memakai headset saat pesawat akan lepas landas – adalah beberapa kebiasaan buruk penumpang kita yang susah dihilangkan. Anda mempunya waktu yang cukup banyak di perjalanan menuju bandara ataupun di ruang tunggu terminal untuk sekadar menelfon keluarga, pacar, kenalan, kolega, dsb. Tapi mengapa baru kepikiran pada saat sudah di dalam pesawat? Aneh.

5. OKB yang norak

Pelanggan maskapai full service biasanya kelas menengah ke atas. Banyak dari mereka yang memang udah dari orok hidup dalam kemewahan, namun tak sedikit pula di antaranya adalah para social climber yang (sayangnya) banyak yang norak. Para Orang Kaya Baru (OKB) ini akan sangat terlihat jelas ketika berada di pesawat full service: suka memerintah, barang bawaan segudang, dan tak tahu aturan penerbangan. Pernah OKB yang duduk di exit row seat (jendela darurat) dan marah-marah ketika pramugari memintanya memindahkan tas jinjing yang ia taruh di depan kursi. Ia bersikeras untuk tidak memindahkan barang bawaannya tsb ke kompartemen. Padahal peraturan penerbangan mewajibkan daerah di seputar exit row harus klir dari obstacle (halangan) apapun. Malunya lagi, ia malah didamprat oleh penumpang lain karena merasa terganggu dan bilang begini: “Ibu ya dari tadi saya dengar berisik terus. Menyalah-nyalahkan pramugari! Ibu yang gak tahu aturan!”. Dan dia hanya bisa diam, menahan malu.
Itulah 5 Kebiasaan Buruk Penumpang Saat Naik Pesawat Terbang, semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan penumpang tersebut.| Afri Meldam, Flight Attendants Garuda Indonesia Airline dan Penulis Kumcer Hikayat Bujang Jelatang.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

20 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: