Advertorial,  Kuliner

(Sponsored Post) Happy World Baking Day

Hai teman-teman semua… Selamat menikmati liburan bersama keluarga tercinta. Sudah tahu kan kalau hari Minggu yang cerah ini diperingati sebagai Hari Membuat Kue Sedunia atau dalam bahasa Inggrisnya World Baking Day? Nah, seperti yang telah saya sampaikan pada postingan sebelumnya bahwa di hari istimewa ini saya akan membuatkan brownies  untuk teman saya, Meri. Kalau teman-teman, bagaimana? Pastinya sudah memiliki agenda tersendiri untuk membuatkan kue yang akan diberikan kepada keluarga atau sahabat tercinta.

  

Sebenarnya, saya tidak begitu mahir membuat kue dan berbagai perlengkapan baking belum saya miliki. Maklum, saya baru pindahan dan beragam perlengkapan dapur masih tinggal di Banda Aceh, hehehe. Walhasil,  dengan bahan dan perlengkapan seadanya saya mencoba untuk membuat brownies. Parahnya, ketika saya ingin melaksanakan misi membuat kue, listrik di Abdya padam. Kantor PLTD terbakar dan Abdya gelap gulita sampai waktu tidak terhingga. Syukurnya, ada pasokan aliran listrik dari kabupaten tetangga. Jadi, pemadamannya tidak sepanjang waktu, sehari kami bisa menikmati listrik selama enam jam.

Sambil kejar-kejaran dengan waktu pemadaman listrik, saya pun membuat brownies kukus untuk Meri. Semua alat dan bahan telah saya siapkan. Tentunya, margarin yang saya gunakan adalah Blue Band. Selain kejar-kejaran dengan waktu pemadaman listrik, saya juga harus mengurus Naqiya, bayi saya yang berumur enam bulan. Karena sedang tidak enak badan, dia selalu rewel jika saya tinggalkan. Walhasil, saya membuat kue ini waktu putri saya sedang tidur. Kebetulan, waktu Naqiya bangun, browniesnya telah saya kukus. Jadi, sambil menunggu cake coklat lezat itu matang,  saya bisa bermain dengan Naqiya. 
 

Pinginnya sih ngasih kejutan untuk Meri. Tapi ternyata dia membaca tulisan saya yang ingin membautkan kue untuknya sehingga kejutan yang sudah saya rencanakan terbongkar. Meri senang sekali saat tahu kalau saya ingin membuatkannya brownies. Biasanya kan dia yang memberikan kue dan sekarang giliran saya yang memberikannya kue hasil olahan saya. Dia sama sekali tidak menyangka, Liza yang enggak pintar membuat kue dan dengan peralatan tempur seadanya, menghadiahkan kue di hari spesial ini. 

“Liza… Makasih ya. Mer terharu,” ucapnya saat saya menyodorkan sepiring brownies untuknya. Langsung saja ia melahap habis kue tersebut. Melihat Meri senang, kebahagian saya semakin bertambah. Pertama, bahagia karena  saya bisa memanfaatkan “me time” sambil membuatkan kue. Kedua, bahagia karena orang yang saya berikan kue tersebut sangat senang menerimanya. Soal rasa? Not bad lah.

  

Saya sangat sepakat dengan tip-tip yang dipaparkan Emma Kenny dalam Mindfulness Tips. Seperti memanfaatkan “me time” dengan melakukan sesuatu yang kita sukai ternyata sangat berdampak positif terhadap kesehatan jiwa. Ya, saya begitu menikmati “me time” sambil membuat brownis kukus ini. Walaupun diselingi dengan drama listrik padam dan Naqiya yang rewel, tetapi semua itu tidak menjadi masalah. Dan karena saya bahagia, saya bisa berbagi kebahagiaan tersebut dengan teman saya.

Emma juga menjelaskan bahwa jika kamu ingin membahagiakan orang lain, maka buatlah diri kamu sendiri bahagia. Karena kita tidak bisa berbagi bahagia kalau diri sendiri sedang dilada duka. Be happy and spread your happiness to others 🙂

blue band

Tulisan ini disponsori oleh Blue Band, tetapi ide dan tulisan ini adalah milik saya sendiri. [] Liza Fathia

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

11 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: