Kuliner,  Life Story

Fancy Grill, Pemanggang Murah Tapi Tidak Murahan

“Hore… Berhasil, Bang!” Saya kegirangan melihat sate yang terpanggang sempurna dan juga ikan yang rasanya sangat lezat.

“Sate dan Ikan bakar siap untuk disantap,” ucap suamiku sambil membawa sepiring sate dan sepiring ikan yang telah selesai ia bakar.
image

Sudah lama sekali saya kepingin memasakan ikan bakar atau sate ayam, barbeque gitu. Tapi, mau masak dimana coba? Kontrakanku di Blangpidie tidak ada tempat sama sekali untuk bakar-bakar ikan atau ayam. Tepatnya bakar-bakar dengan menggunakan arang atau tempurung, bukan dengan pemanggang otomatis. Kan, kalau menggunakan cara tradisional, enggak mungkin saya lakukan di dalam rumah. Bisa-bisa seisi rumah bau asap dan yang paling mengerikan adalah kebakaran. Naudzubillah. Ya, memang, rumah yang saya sewa saat ini tidak ada halaman depan atau belakang. Tanah berukuran 6×6 meter ini pas-pasan untuk bangun rumah. Walhasil, pintu masuk rumah saya langsung berbatasan dengan jalan setapak, samping kiri dengan got, dan samping kanan dengan tanah milik orang.

Walhasil, karena sudah lama ngidam pingin ikan bakar, apalagi ikan di tempat tinggalku saat ini sangat murah dan fresh from the sea, saya pun mencari-cari pemanggang yang bisa menggunakan kompor gas atau listrik. Soal harga engga masalah, asal murah saya pasti beli, hihihi…

Seperti biasa, hunting pemanggang bukan di toko-toko karena saya enggak tahu apakah di pasar Blangpidie ada toko yang menjual pemanggang yang saya maksud. Tapi feeling saya bilang sih enggak ada. Jadi, daripada repot mutar-mutar keliling pasar, mending nyari di online shop.

Awalnya saya hampir membeli pemanggang listrik yang harganya setengah juta. Setelah ditotalkan dengan ongkos kirim, harganya hampir dua kali lipat. Maklum, saya tinggal jauh dari ibu kota provinsi apalagi ibu kota negara. Jadi, ongkirnya pasti melambung tinggi. Belum lagi kalau kualitas barangnya tidak sesuai, ngirim balik ke toko sama aja dengan membeli baru. Walhasil, saya urungkan niat untuk membeli grill pan yang lumayan mahal itu.

Pencarian belum berakhir. Masih di toko online, tepatnya mall online terbesar di Indonesia alias Tokopedia, saya pun mencoba mengurutkan harga pemanggang dari yang termurah ke yang termahal, dan dari yang banyak dibeli ke sayang sedikit. Akhirnya, saya menemukan Maspion fancy grill yang harganya hanya 70ribu. Beratnya juga hanya sekilo. Ongkos kirim dari Jakarta ke Blangpidie 50ribuan/kg. Yang beli pemanggang ini juga banyak dan rata-rata memberikan rating bintang empat dan lima. Siip dah, tanpa berpikir panjang lagi, fancy grill itu langsung saya add to charts dan bayar.

Tidak sampai satu minggu, pemanggang yang total harganya (barang plus ongkir) sekitar 120ribuan itu sampai ke Blangpidie. Berhubung sedang weekend dan saya juga libur, langsung saja saya eksekusikan pemanggang tersebut. Pagi-pagi saya langsung ke pasar ikan untuk membeli beberapa ekor ikan kerapu. Di dalam kulkas juga ada ayam yang belum saya olah. Jadi, sebagai uji coba pertama, saya akan membuat sate ayam dan kerapu bakar.

Berdua dengan Bang Tunis, kami membuat sate ayam bumbu Padang. Resepnya? Searching di internet dong! Saya bertugas menyiapkan bumbu sedangkan Bang Tunis memanggang sate. Dan berhasil saudara-saudara.

image

Setelah sate, giliran ikan kerapu yang dipanggang. Dan lagi-lagi berhasil. Dagingnya matang semua dan tidak ada bagian yang hangus. Jadi enggak perlu takut dengan karsinogen yang kerap hadir pada makanan yang dipanggang. Sudah tahu kan kalau bagian makanan yang hangus dan berwarna hitam itu bersifat karsinogen alias bisa memacu sel kanker?
image

Kalau dilihat dari bentuk, fancy grill ini jauh dari kata meyakinkan. Bang Tunis sempan ngeledekin saya waktu kami membuka bungkusannya. Bentuknya seperti wajan yang terbuat dari kaleng dengan lubang di tengahnya. Namun, ada penutup yang akan berputar saat api dinyalakan dan berfungsi sebagai bara. Terus dia atasnya ada besi untuk memanggang. Namun don’t judge a grill by it cover, pemanggang sederhana ini menghasilkan kesan yang sangat baik untuk saya dan suami.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

11 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: