Kesehatan,  Life Story

Diet Mayo yang Gagal

Salah satu aktivitas yang setelah melakukannya membuatku badmood adalah naik timbangan. Keceriaanku berangsur sirna ketika melihat angka di timbangan digital itu melaju drastis. 40, 50, 60, eits… hampir 70 kilo. Masih enggak percaya, saya pun berganti timbangan. Sambil berharap timbangan digital itu salah, saya pun menaiki timbangan manual. Aih, ternyata sama. Malah bergeser beberapa gram ke kanan.

Saat hamil berat badanku memang melonjak drastis. Naik 20 kilo, bo! Sempat berharap waktu melahirkan bakal turun seperti cerita teman-teman, tapi semuanya semu. Berat Naqiya cuma 2,7 kg sedangkan yang 17,3 kilo lagi adalah memang murni berat emaknya. Harapan untuk singset masih ada apalagi katanya diet yang paling bagus adalah menyusui. Mirisnya, sudah sepuluh bulan Naqiya nenen dengan lahapnya, si emak tetap aja bongsor.

Saya belum habis akal untuk diet. Langkah selanjutnya adalah browsing diet yang tepat untuk ibu menyusui. Kebetulan banget terdampar di blog Mona Ratuliu yang isinya tentang keluh kesah dia saat berbandan gembul pasca hamil dan melahirkan. Sama persis kayak cerita eike! Nah, si Mona menjalankan Diet Mayo waktu anaknya sudah berumur setahun. Dengan pertimbangan, anaknya sudah makan dan juga diberikan susu UHT. Pas banget, Naqiya juga udah 10 bulan dan makannya lahap. Malah dia enggak mau minum ASIP kalau bukan langsung dari PD saya. Jadi, selama empat jam saya tinggal kerja, Naqiya cuma makan MPASI, minum air mineral, dan cemilan. Pas saya pulang istirahat siang, baru saya susui. Begitu juga sore harinya. Insyaallah enggak masalah kalau saya diet. Buktinya saja waktu bulan puasa Naqiya enteng-enteng saja walaupun saya berpuasa. ASI juga tetap deras.

Setelah membaca kesuksesan Mona Ratuliu Diet Mayo, saya pun kepingin. Siapa sih yang enggak mau langsing dan ngasih surprise waktu suami pulang dengan body yang aduhai… Saya pun kembali browsing makanan ala Diet Mayo yang pada prinsipnya No Rice, No Salt, dan No Ice. Alhamdulillah dapat resep yang oke punya. Aneka sayuran, buah, dan lauk pauk diolah menjadi hidangan yang lezat meski tanpa penambahan garam.

Saya pun memulai diet pas waktu weekend. Dan tadaa… bayam, telur, tomat dan kentang ludes semua. Sepertinya saya sanggup nih 13 hari makan beginian. Bayangan akan tubuh langsing dalam tempo singkat pun mulai berseliweran di pikiran. Enggak hanya itu, saya juga sudah berencana untuk memfoto setiap makanan mulai dari day 1 sampai day 13. Ala ibu-ibu diet mayo kekinian gitu. Hahaha…
Namun, ada satu hal yang saya lupakan. Memulai diet waktu weekend bukanlah pilihan yang tepat soalnya Naqiya selama dua hari itu memang enggak mau lepas sama sekali dari saya. Sebentar-sebentar mimik. Malam hari pun demikian. Saat saya melakukan diet ini, frekuensi menyusui saya semakin meningkat terutama malam hari. Asli, belum setengah jam Naqiya sudah mengisap lagi dan bisa ditebak apa yang terjadi pada diri saya. Lapaar banget!

image

Saat baca-baca artikel tentang Diet Mayo, ada sih dituliskan kalau sebaiknya ibu menyusui tidak melakukan diet ini. Tapi si Mona kok bisa?

Pagi hari, saya sudah tidak tahan lagi. Saya mulai pitam karena kekurangan gula. Minum segelas teh tidak bisa memperbaiki. Dan akhirnya saya makan nasi pake garam juga. Saya pun makannya seperti orang kelaparan, tidak hanya sekali tambah, tapi tiga kali tambah. DIET MAYO SAYA GAGAL TOTAL!!!

Saya pun memposting kegagalan diet mayo saya ini di BBM; Diet Mayo yang Gagal. Kepingin kurus yang ada malah mau pingsan. Ternyata, teman saya yang sedang mengambil spesialis gizi membaca status tersebut dan berkomentar.

“Ya iyalah bikin lemas. Orang enggak pake garam. Garam itu kan yang menarik cairan ke dalam sel. Nah, kalau sel enggak cukup cairan, ya tentu lemotlah kita.”

Mumpung lagi ada pakar gizi saya pun mengeluarkan semua unek-unek terutama masalah BB saya ini. Menurutnya, berat badan saya saat ini kalau dikalkulasikan dalam BMI memang sudah overweight. Seharusnya saya benar-benar memanfaatkan masa menyusui untuk mengembalikan bentuk tubuh.

“Kalori yang kamu butuhkan itu 1500 karena sedang menyusui ditambah 300. Jadi sehari totalnya 1800. Enggak masalah mau makan nasi yang penting porsinya dikurangi. Sekali makan cukup 300 kalori dan banyakin sayur biar kenyang. Kalo ngemil, makan buah aja. Intinya, jangan makan karena kepingin di mulut aja sedangkan perut ga butuh.”

Setelah mendengarkan nasehatnya saya pun meninggalkan diet mayo dan kembali ke rutinitas makan seperti biasanya dengan porsi yang dikurangi. Doakan berhasil ya man teman.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

19 Comments

  • pipit

    entah kenapa bacanya antara turut prihatin dan pengen ketawa :)) soalnya saya juga ngalamin hal yang sama.. malah sekarang si bocah umurnya udah 4 tahun, ehhh BB emaknya masih sama aja kek waktu hamil dulu T_______T

    tapi kok mona itu bisa ya??? dia beneran beneran berhasil gegara diet mayo, ato ke program pelangsingan gitu??

  • hidayahsulistyowati

    Saya juga takut gagal diet mayo, masih pikir sejuta kali. Karena sehari makan nasi udah dikurangi aja, suka pusing nggliyeng.

  • inna riana

    tertarik u diet mayo. tapi takut ga bisa disiplin.
    skr sy lg usaha diet ngurangin makan nasi. tapi yg ada malah banyak ngemil. ga ngaruh ya? 😀
    dulu, dg menyusui lama2 sy jd kurus sndiri. ini menggendut gara2 udh ga nyusuin lagi :p

  • moli

    G sanggup nahan lapar klo msh nyusui anak…lucu bacanya “day 1 and only 1 day..haha
    Solusinya minun slimmer Moment aja kak *promosi sikit 😀

  • Rinrin Irma

    waktu itu sempet mampir sini dan komen, tapi koneksi error… jadi gak masuk..

    komenku waktu itu turut prihatin dan seneng ada temen… huahaha… aku mah gak bisa diet-dietan lah… anak-anak meski udah dijatah, selalu ada sisa barang sesuap dua suap… dan itu sayang buat dibuang, jadi ya udah… mending dihabisin aja 😛

  • ameliatanti

    hai haaai mbak Lizaaa….

    tadinya aku juga berpikiran sama loh, makanya penasaran dan uji nyali selama seminggu dulu hahaha… doain ya mbake, aku dah masuk hari ke 5 ini

  • Anggie D. Widowati

    Waktu hamil anak kedua beratku naik 25 kg. pas melahirkan cuma turun 5 kg, jadi hutang 20 kg. Saya ibu rumah tangga, menyusui 2 tahun. Tahun pertama saya sdh bisa turun 25 kg. Seminggu enam kali saya olah raga jalan kaki 1000 langkah (setengah jam). Makan nasi komplit 2 kali pagi dan siang. Minum air putih, dan emang tak suka minuman manis atau yg bersoda. Sore makan setangkup roti. Makanan yg saya konsumsi untuk anak saya yg menyusu, jalan sehat untuk membakar lemak tubuh saya, that is simple.

  • Nurfadilah

    Kalau saya sih diet nya ga makan nasi, jadi cuman buah sayur yang di rebus, pake garam dikit terus ditambah banyak minum air putih, dan banyakin olahraga.
    Alhamdulillah BB ku turun 4kg 2 minggu kurang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: