Feature,  PhotoBlog,  Traveling

Beli Ikan Sambil Berwisata di PPI Susoh

Ikan kakap dan kerapu yang akan dijual oleh pedagang ikan keliling dengan sepeda tuanya

Salah satu aktivitas yang paling saya nantikan saat datangnya akhir pekan adalah belanja ikan. Karena ikan yang saya beli lumayan banyak-untuk stok seminggu- maka saya lebih suka berbelanja langsung ke Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Ujong Serangga yang terletak di Susoh, Aceh Barat Daya. Selain masih segar karena langsung dari boat nelayan, harga ikan disana juga jauh lebih murah dibandingkan dengan ikan yang dijual di pasar.

Pagi itu, hari sudah mulai terang ketika saya menstarter motor matic untuk berangkat ke PPI. Jarak antara kontrakan saya di Meudang Ara, Blang Pidie dengan tempat pelelangan ikan tersebut tidak jauh. Hanya sepuluh menit jika menggunakan motor. Namun, karena ingin mendapatkan ikan yang baru diturunkan dari boat para nelayan, setelah subuh saya langsung menuju dermaga.

Nelayan hendak memarkirkan boat dan menurunkan ikan hasil tangkapan

 Adalah Yanti atau yang kerap saya panggil Upo, warga asli Susoh yang menemani saya belanja ikan pagi itu. Dari perempuan ini pula saya tahu bahwa di “pasie” begitu orang-orang di sana menyebut PPI, saya bisa mendapatkan ikan segar dengan harga miring.

Setelah memakirkan motor tepat di bibir pantai, Upo langsung mengajak saya ke dermaga. Puluhan bahkan hampir seratusan orang berdesak-desakan memenuhi dermaga itu. Tujuan mereka hanya satu, menunggu boat nelayan mendarat dan menurunkan aneka jenis ikan. Di dermaga itu terdapat juga para penjual ikan yang sedang melakukan transaksi jual beli dengan pembeli.

Upo dan pembeli lainnya sedang melakukan transaksi dengan penjual ikan

“Lima puluh ribu,” tawar seorang bapak untuk satu ikat ikan gembung yang jumlahnya sekitar delapan ekor.

“Kasih tujuh puluh saja,” balas si penjual hingga akhirnya keduanya pun sepakat dan ikan gembung itu pun berpindah tangan.

Penjual ikan sedang memarkan belut laut yang mereka jual

Transaksi jual beli dengan menggunakan bahasa Aceh, Aneuk Jamee, dan bahasa Indonesia membuat pagi itu begitu riuh. Ditambah lagi dengan suara deburan ombak yang semakin menyemarakkan suasana. Tidak ketinggalan, saya pun ikut melakukan tawar menawar harga dengan penjual ikan. Ahaa… Seikat ikan panjang yang tidak kuketahui namanya bisa saya bawa pulang dengan harga delapan puluh ribu.

Tempat Wisata

Selain sebagai tempat pelelangan ikan, PPI Susoh ini sangat bagus untuk dijadikan objek wisata. Air lautnya yang hijau kebiruan, pantai dengan pasir kecoklatan, dan parkiran boat para nelayan membuat mata tidak pernah jemu memandang. Ketika pertama sekali datang ke sana, saya langsung jatuh cinta. Jangan heran jika saya menghabiskan weekend kemari untuk beli ikan sambil melepas penat.

Mengajak keluarga untuk berpiknik ke pantai ini juga tidak masalah. Barbeque  alias bakar-bakar ikan segar yang baru dibawa pulang oleh para nelayan rasanya bakalan sangat mengasyikkan. Mau ikan apa? Kerapu, kakap, atau tongkol? Semua bisa dibeli dengan harga murah. Anak-anak pun bisa dengan leluasa bermain di pantai atau snorkeling di dalam laut.

Sayangnya, PPI Ujung Serangga ini bukanlah tempat wisata keluarga. Jika ingin mengajak sanak famili, maka ke Pantai Jilbab lah tempatnya. Letaknya tidak jauh dari PPI, bisa dikatakan masih tetanggan dengan pusat pelelangan ikan tersebut.[]

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

8 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: