Kesehatan

Bepuasa Saat Hamil, Insya Allah Aman

Marhaban ya Ramadhan. Alhamdulillah kita kembali diberikan kesempatan oleh Sang Khalik untuk merasakan kenikmatan di bulan yang penuh dengan ampunan ini. Akan tetapi, bagi saya Ramadhan kali ini jauh berbeda dengan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu saya berpuasa hanya untuk diri saya sendiri, tetapi kali ini ada makhluk hidup yang sedang dititipkan Allah dalam rahim saya. Ya, saat ini tepat lima bulan saya mengandung.

Lantas amankah berpuasa bagi seorang wanita yang sedang hamil? Pertanyaan ini pernah saya lontarkan pada dokter spesialis kandungan saat saya melakukan kontrol ulang beberapa minggu yang lalu. Namun, jawaban yang ia berikan membuat saya sedih. Sang dokter melarang saya untuk berpuasa.

“Kamu jangan berpuasa. Kasihanilah janinmu yang sedang berkembang itu,” ucapnya dengan penekanan.

“Tapi saya sudah tidak mual atau pun muntah lagi, dokter.”

Dokter itu hanya meladeni penolakan saya dengan gelengan lalu meminta asistennya untuk memanggil pasien lain.

Tidak puas dengan pernyataan sanga dokter yang menurut saya kesannya agak memaksa, saya pun mencari second opinion ke dokter kandungan lain. Tidak hanya itu, beragam referensi mulai dari tulisan ringan dokter obsgyn di media cetak sampai ke jurnal ilmiah pun saya baca guna mendapat kepastian tentang bolehkah wanita hamil berpuasa.

Memang, dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda “ Sesungguhnya Allah memberikan keringanan kepada musafir yang sedang perjalanan boleh tidak berpuasa, boleh mengqashar/jamak shalat, dan bagia perempuan hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa (HR Al Nasai dan Ibnu Majah)

Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa jika wanita hamil atau menyusui khawatir akan keselamatan janinnya, maka ia boleh tidak berpuasa. Namun wajib baginya untuk mengqadha (mengganti) puasa pada hari lain sebanyak yang ia tinggalkan dan juga membayar fidyah. Sedangkan menurut Imam Ahmad, jika wanita hamil atau menyusui khawatir akan kesehatan dan keselamatan dirinya dan bayinya, maka ia boleh tidak berpuasa kemudian ia wajib member makan orang miskin (fidyah) setiap harinya dan ia tidak wajib mengganti puasa yang ia tinggalkan tersebut.

Meskipun mendapat keringanan, namun, tetap wajib hukumnya berpuasa jika wanita tersebut sanggup untuk berpuasa dan tidak menimbulkan kemudharatan bagi dirinya dan juga janin yang dikandung. Alhamdulillah, setelah melewati trimester pertama, kondisi saya semakin membaik. Tidak ada lagi morning sickness yang membuat saya menjadi lemah dan lesu. Jadi, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak berpuasa.

Syukurnya, dokter kandungan yang saya jumpai berikutnya mengatakan kalau janin dalam kandungan saya baik-baik saja dan membolehkan saya berpuasa. Menurutnya, berpuasa saat hamil tidak berpengaruh terhadap kesehatan bayi. Bayi di dalam kandungan tetap mendapatkan asupan makanan dari plasenta melalui aliran darah. Jadi, meskipun berpuasa, selama saya tetap mengonsumsi makanan sehat, maka bayi dalam kandungan pun tetap mendapatkan kecukupan gizi. Selain itu ada beberapa hal lain yang juga harus benar-benar saya perhatikan seperti kondisi tubuh saya, aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan gerakan janin.

 Berikut ini ada beberapa tip yang saya kutip dari majalan Parents Indonesia tentang cara berpuasa yang baik di saat hamil:

  • Minum sebanyak-banyaknya setelah waktu berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi
  • Usakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak
  • Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang kita konsumsi yaitu 50% karbohidrat, 25% lemak baik, dan 10-15% protein dan mineral
  • Istirahat dengan cukup dan beraktivitas dengan bijak sesuai dengan kondisi tubuh
  • Perhatikan kenaikan berat badan. Jika selama berpuasa berat badan kita justru menurun, maka kita perlu memperbaiki menu makanan ketika sahur dan berbuka
  • Periksa kehamilan sesuai dengan jadwal dan jika merasa ada perubahan seperti penurunan berat badan atau gerakan bayi di dalam kandungan tidak seaktif biasanya, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan meminta kita untuk menghentikan puasa atau memperbaiki konsumsi makanan sampai kondusi kita kembali prima untuk berpuasa.

Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua, para ibu yang sedang mengandung, untuk tetap bisa menjalani ibadah puasadi bulan Ramadhan tanpa menimbulkan kemudharatan bagi diri kita dan juga janin yang kita kandung. Amiin ya Rabbal ‘Alamin.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

17 Comments

  • cumilebay.com

    Yang penting asupan gizi buat jaban bayi nya cukup. Temen ku waktu hamil 4 bulan, puasa full 1 bulan dan alhamdulillah anak nya sehat montok dan pinter sekarang 😉

    • Liza Fathia

      yup, bener banget kak cumi. ini kali pertama saya puasa dalam keadaan hamil. doain liza n jabang bayi juga sehat yaa

  • Fardelyn Hacky

    Jawabannya ada pada diri masing-masing ibu hamil sebenarnya, kalau dikira-kira tubuhnya mampu berpuasa, dokter kandungan juga tak bisa melarang, kan kemampuannya ada pada ibu hamil itu sendiri 😀 soalny ada banyak juga bumil berpuasa dan mereka baik-baik saja. Begitu juga sebaliknya jika dokternya bilang silakan berpuasa, tapi setelah pulang dr dokter yang menyarankan boleh puasa, setelahnya dirasa-rasa tak sanggup berpuasa, ya tak mungkin juga menuruti kata dokter tersebut, kan?
    Itu kalau ngomongin ibu hamil dengan kondisi normal sih, hihihi….tapi kalau udah gak normal lagi kayak muntah teruus sepanjang hari atau bahkan sampai hiperemisis atau gangguan lainnya, ini mah bukan hanya menyiksa tubuh ibu juga menyiksa bayi kalau ibunya tetap kekeuh berpuasa 😀
    Btw, kakak dulu waktu hamil gak puasa Liza, full sebulan penuh, ahahaa…habis, sehari muntah sampe 10 kali. gak mungkin lagi, kan?
    Pas puasa tahun selanjutnya, anak masih empat bulan, lagi menyusui, lagi-lagi gak puasa sebulan penuh, Abis, hari kedua kak puasa, anaknya nangis sepanjang hari. Soalnya emaknya kurang kali ASI. Gak puasa aja kurang ASI-nya. Jadinya, pas hari ketiga puasa, memutusakn gak puasa lagi sampai hari terakhir, anaknya pun gak nangis-nangis lagi.
    Selamat menunaikan ibadah puasa Liza, semoga bisa full puasanya dan kuat menjalaninya sampai akhir. Aamiin.

    • Liza Fathia

      Iya sih kak, kalo muntah2 trs malah tidak boleh berpuasa. Bgitu pun saat menyusui. Makanya kak ekiii, tambahi berat badan dunk, masak pake baju ukuruan S terus.envy kami jadinya ga pernah merasakan baju ukuran S. Dokter yg liza datangi oertama kali itu emang langsung mengultimatum ga boleh puasa kak, ish palak kali. Coba dia bilang tergantung kondisinkita aja,mpasti ga bakal sebel kek gini

  • suria riza

    Aku juga pas hamil puasa ^^ tapi malemnya makannya g kekontrol soalnya dah hamil gede xixixix….bismillah aja mak ^^ insyaallah bisa…tapi jgn dipaksakan..^^
    Happy happy ya bumil

  • ellya

    Mudah2an diberi kekuatan oleh Allah swt . . .. . Kk juga dulu puasa waktu hamil 7 bln. Insyaallah Allah swt senantiasa bersama hambaNya

  • angke

    Insya Allah ramadhan skrg saya ikut berpuasa,kandungan saya memasuki bln ke 6..berdasarkan pengalaman dua kehamilan saya yg terdahulu,yg kebetulan selalu bertepatan dgn ramadhan,bayi dlm kandungan baik2 saja n sehat..saya pun tdk merasakan Hal2 yg aneh2 pd kondisi badan saya..saya perhatikan asupan makanan saja..hrs yg sesuai kebutuhan bayi artiny yg bergizi,jgn lupa konsumsi byk sayur,buah Dan jg susu..selamat menjalankan ibadah Shaum smuany…

  • Idah Ceris

    Yang tau mampu atau tidak tuh diri kita sendiri ya, Mba. Yg penting kalau sudah merasa lemas atau ada tanda2 yang buruk, segera berbuka saja. 🙂

    Sehat selalu ya, Mbaaa.

  • Lidya

    untuk ibu hamil tidak ada yag perlu ditakutkan saat menjalankan ibadah puasa ya mbak, sesuai dengan kondisi tubuh masing2

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: