Uncategorized

A Bread From Daddy

Dulu,..di zaman entah berantah (habis lupa kapan),..hiduplah seoarng ayah bersama empat anaknya. mereka semua laki-laki. keluarga ini merupakan keluarga yang taat beribadah,.(agamis gitu)…
Pada suatu hari, sang ayah ingin menguji sang anak tentang kekuasaan Allah.. Dia memberikan sepotong roti untuk masing-masing buah hatinya. kemudian ia berkata ,” wahai anak-anakku, makanlah roti ini di tempat yang tidak ada sebuah zat pun yang mengetahui keberadaanmu”.
Anak-anak itu langsung mengambil langkah seribu mencari tempat-tempat yang mereka anggap tidak terdeteksi. Si sulung berlari ke semak-semak di belakang rumahnya. Ia sangat yakin dengan bersembunyi disitu, takkan ada yang mengetahuinya. Jelas, selama ini ia selalu bersembunyi di tempat itu kalo sedang bermain petak umpet dan tak ada yang bisa menemukannya.
 
Anak yang nomor dua bergegas lari ke kamarnya. Ia mengunci pintu dan jendela serta mematikan lampu. Tempat itu sangat gelap. tak ada secercah sinar pun yang meneranginya.
Sedangkan yang nomor tiga,  ia berpikir panjang sebelum bersembunyi. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bersembunyi di sebuah gua yang gelap gulita tak jauh dari tempat tinggalnya. Gua itu sangat sunyi dan gelap. Ia yakin takkan ada yang melihatnya karena tak ada seorang pun yang berani ke gua yang terkenal angker itu.
Nah, yang bungsu…
Ternyata ia tidak beranjak dari tempatnya sedikit pun. Sang ayah keheranan. Si bungsu melahap roti itu dengan semangat, tak peduli sedikit pun dengan ayahnya,…
Selang beberapa jam kemuadian, sang ayah mengumpulkan kembali anak-anaknya,..ia bertanya kepada mereka satu persatu,..
Anak pertama,kedua, dan ketiga sangat bangga karena mereka bisa bersembunyi di tempat yang tidak terdeteksi oleh apapun,…Namun, ayahnya tidak merespon sama sekali,..ketika ayah bertanya kepada si bungsu ” mengapa engkau tidak bersembunyi seperti kakak2mu?”
Si bungsu dengan lantang menjawab,” wahai ayah, dimanapun aku bersembunyi,..ada Zat yang Maha Melihat dan Mengetahui di mana aku berada..Allah tahu dimana aku berada walaupun aku bersembunyi di lubang semut sekali pun. Jadi untuk apa aku beranjak dari tempatku”
Mendengar jawaban si bungsu, sang ayah sangat bangga. ternyata apa yang diajarinya selama ini tidak sia2. sang ayah meminta ke tiga anaknya yang lain untuk meniru apa yang dilakukan si bungsu
Ingatlah, walau dimanapun kita bersembunyi, berbohong, dan melakukan setiap perbuatan keji yang menurut kita tidak ada yang mengetahui. yakinlah Allah Maha mengetahui dan Maha melihat apa yang kita kerjakan.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

5 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: