Archive for the Category »Opini «

Wahai Teroris, Enyahlah dari Bumi Aceh

Mencekam! Itulah yang saya rasakan ketika melewati pegunungan Seulawah pada Jumat (5/03) kemarin. Puluhan aparat TNI dengan senjata lars panjangnya penuh siaga berpatroli pada beberapa titik di pegunungan yang sepi itu. Hujan yang terus mengguyur sejak siang sampai malam tiba tak membuat mereka urung untuk tetap berdiri di pinggir jalan.

Lalu di beberapa Polsek kecamatan yang  saya lalui, terlihat kendaraan yang menuju Banda Aceh – Medan disweeping oleh aparat kepolisian setempat. KTP, SIM, STNK menjadi syarat sah untuk bisa melanjutkan perjalanan. Proses pemeriksaan bagi pengendara yang berKTP luar Aceh lebih lama dari mereka yang berKTP Aceh. Berbagai pertanyaan seperti ada keperluan apa di Aceh? Anda hendak kemana? Sudah berapa lama di Aceh? Dan berbagai pertanyaan lain diajukan dengan gaya khas mereka.

Curiga! Itulah aroma yang kurasakan dari polisi-polisi itu.

Saat-saat tersebut mengingatkanku pada beberapa tahun silam. Saat Aceh masih berprahara dengan konflik yang berkepanjangan. Sweeping dan kontak senjata sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Aceh. Namun, kali ini ketika pertikaian panjang itu telah berakhir dengan damai. Ketika tak ada lagi pertumpahan darah. Ketika masyarakat Aceh dengan semangatnya menghirup udara perdamaian. Ancaman yang akan mengusik ketenangan kembali terjadi.

Orang-orang mengatakan kalau di Aceh tepatnya Aceh Besar terdapat teroris yang jumlahnya puluhan. Mereka menggunakan pegunungan Aceh Besar sebagai tempat untuk latihan. Ada yang menduga kalau mereka adalah bagian dari Jamaah Islamiyah, organisasi perpanjangan tangan jaringan teroris Al Qaidah di wilayah Asia Tenggara.  Dan masih terdapat hubungan dengan kelompok Noordin M Top. more…

AcehPedia, Referensi Sejarah dan Kebudayaan Aceh

Aceh memiliki sejarah yang sangat panjang. Kebudayaannya terkenal sejak ratusan tahun lalu di seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Namun sejarah dan kebudayaan lokal Aceh ini akan musnah perlahan-lahan jika tidak dilestarikan oleh kita- para generasi penerus.

Pelestarian budaya Aceh yang beragam harusnya dilakukan secara kontinyu. Jika tidak, semua ini akan berdampak pada musnahnya banyak warisan budaya karena lapuk dimakan usia, terlantar, terabaikan bahkan dilecehkan keberadaannya. Padahal banyak bangsa yang kurang kuat sejarahnya justru mencari-cari jati dirinya dari tinggalan sejarah dan warisan budayanya yang sedikit jumlahnya.

Melestarikan berarti memelihara untuk waktu yang sangat lama. Jadi upaya pelestarian warisan budaya Aceh berarti upaya memelihara warisan budaya lokal untuk waktu yang sangat lama. Salah satu cara pelestariannya adalah dengan memanfaatkan kemajuan tenologi informasi seperti menulis kembali sejarah dan budaya Aceh di AcehPedia.

AcehPedia adalah sebuah ensiklopedia tentang Aceh yang dapat ditulis secara kolaboratif oleh para pembacanya. Untuk memudahkan kolaborasi, konten lokal ini menggunakan perangkat lunak MediaWiki. Layaknya media wiki (wikipedia), setiap orang ataupun lembaga dapat menulis, memeperbaiki ataupun mengubah isi AcehPedia setelah mendaftar (registrasi) dan terverifikasi. more…

Pemerintahan Aceh Dan Bayi 3 Tahun

Usia Pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar  kini memasuki  usia tiga tahun sejak pelantikannya pada 8 Februari 2007. Pasangan independen yang dipilih pada Pilkada itu memang merupakan pemimpin yang diharapkan dapat membawa Aceh yang saat itu masih dirundung prahara konflik dan beranjak pulih dari bencana tsunami. Ibarat seorang bayi yang baru terlahir, begitulah kondisi Aceh tiga tahun yang lalu.

Selama tiga tahun ini Acehpun mulai berbenah. Sedikit demi sedikit menghapus trauma konflik dan tsunami. Terlebih lagi dengan kuncuran anggaran yang melimpah dari pemerintah, diharapkan Aceh dapat mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain di Indonesia.

Jika diibaratkan dengan seorang manusia, maka Aceh saat ini adalah bayi akan merayakan ulang tahunnya yang ketiga di bawah kepemimpinan Irwandi-Nazar (IRNA) pada 8 Februari nanti. Pada hakikatnya, bayi yang berumur tiga tahun itu sudah dapat menunjukkan dan menyebut nama bagian tubuh, naik tangga dan berlari – lari, menirukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan mengelap, mencoret – coret di kertas. more…

Hadiah di Bulan Januari

Awal tahun yang indah dan penuh berkah. Mungkin ungkapan itu cocok untuk menggambarkan hari-hariku di bulan Januari ini. Sangat banyak hal yang membuat senyumku seakan tak berhenti merekah. Mulai dari kiriman Kangguru Magazine, Tas Batik dari SOBAT dblogger, lalu menjadi finalis Miscrosoft Bloggership 2010, pemenang lomba blog SToS Festival, dan yang paling membuatku senang adalah Januari menjadi bulan terakhirku menyandang status sebagai mahasiswi.

Baiklah, sekarang aku akan me-review sedikit beberapa hal yang mejadi hadiah terindah di bulan Januari ini. more…

Polisi Syariat Langgar Syariat

Seorang mahasiswi berusia 20 tahun mengaku diperkosa oleh tiga oknum Wilayatul Hisbah (WH) Kota Langsa, Jumat (8/1) dini hari. Perbuatan terkutuk itu bukan terjadi di jalanan sepi atau di rumah kosong, melainkan di ruang tahanan WH, setelah korban bersama teman prianya ditangkap polisi pengawas syariat itu di jalan lingkar PTPN-I Langsa, Kamis (7/1) siang (Serambi Indonesia, 10/1/10).

Berbagai rasa mulai dari kaget, marah, sedih, bercampur menjadi satu ketika membayangkan nasib gadis yang telah direnggut keperawanannya itu. Tiga oknum WH, polisi syariat yang bertugas mengakkan syariat Islam malah melakukan tindakan yang melanggar syariat. Yang lebih mengagetkan lagi, sebagaimana diberitakan Serambi, ketiga pria yang diduga memerkosa itu sudah beristri.

Ruang tahanan WH yang pada dasarnya berfungsi sebagai ruang untuk mengamankan atau mengisolir sementara tersangka kasus-kasus  pelanggaran syariat guna mempermudah proses penyidikan pada malam itu berubah menjadi tempat yang terkutuk. Gadis yang ditahan atas dugaan khalwat (mesum) di tempat itu justru direnggut kegadisannya oleh oknum-oknum WH. more…

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes