Mobile JKN, Chika, Vika, dan Pandawa,

#DigitalisasiBPJSKesehatan yang Percepat Pelayanan Peserta

Saya ingat jelas malam itu, putri saya, Queeva yang berumur 1 tahun tiba-tiba demam tinggi. Termometer menunjukkan suhu tubuhnya sudah 40 ‘C. Saya memberikannya obat penurun panas serta mengompresnya sesering mungkin. Namun, demamnya tidak kunjung turun dan tubuh Queeva tiba-tiba kejang. Kejangnya hanya sebentar tetapi itu membuat saya panik dan khawatir. Kemudian saya dan suami langsung membawa buah hati kami ke IGD rumah sakit terdekat.

Saat itu hanya smartphone yang terbawa. Pikiran saya benar-benar kosong. Takut-takut kejang yang dialami Queeva berulang karena demam masih tinggi. Alhamdulillah, setelah ditangani oleh dokter, suhu tubuh putri saya berangsur turun dan ia pun kembali ceria seperti sedia kala.

Pagi hari, ketika mengurus administrasi, sang petugas meminta kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) milik anak saya. Menurutnya, karena dalam kondisi gawat darurat, penyakit anak saya dijamin oleh BPJS Kesehatan sehingga tidak perlu membayar mandiri.

Namun, hanya telepon genggam yang ada di tangan. Pun demikian dengan suami. Lalu, petugas administrasi di rumah sakit pemerintah itu menjelaskan jika sekarang telah ada kartu KIS digital yang bisa diakses lewat aplikasi Mobile JKN.

Mendengar penjelasannya saya pun lega. Bisa dibayangkan repotnya kami kalau sistemnya tidak digital, kami harus pulang untuk mengambil kartu KIS dan itu menguras waktu dan tenaga.

Saya pun mengunduh Mobile JKN lewat Google Play Store dan memasukkan data yang yang diminta. Ternyata pada aplikasi itu terdapat data seluruh keluarga saya termasuk Queeva. Langsung saja saya tunjukan kepada petugas dan pengobatan buah hati gratis karena telah dijamin oleh BPJS Kesehatan.

digitalisasi bpjs kesehatan
digitalisasi bpjs kesehatan

Aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan dengan memanfaatkan teknologi digital. Kehadiran aplikasi yang dapat diunduh lewat Google Play Store atau Apps Store sangat memudahkan calon peserta atau peserta JKN-KIS. 

Bagi calon peserta yang ingin mendaftar menjadi peserta baru JKN-KIS, yang bersangkutan hanya perlu mengunduh aplikasi Mobile JKN pada ponsel pintarnya. Langkah selanjutnya yaitu mengisi data-data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan, Nomor Kartu Keluarga, dan lainnya. Setelah mengikuti langkah-langkah sebagaimana diarahkan dalam aplikasi Mobile JKN, permohonan pendaftaran kepesertaan telah selesai diproses.

Untuk peserta JKN-KIS sendiri, berbagai fitur yang terdapat pada aplikasi yang dirilis pada tahun 2017 ini memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan langsung terutama saat mengakses layanan kesehatan. 

Platform Utama Peserta JKN KIS

 Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Arief Syaefudin, yang dikutip dari Kompas.Com pada Rabu (11/11/2020), menyampaikan bahwa Mobile JKN menjadi platform utama bagi peserta JKN-KIS.

 “Kenapa platform utama? Karena di aplikasi mobile ini ada kemudahan, kecepatan, dan kepastian proses tentang JKN-KIS yang bisa kita lihat,” ujarnya

digitalisasi bpjs kesehatan
ubah data bpjs
Ubah Data Kependudukan

Awal tahun 2019 lalu, saya dan keluarga pindah domisili dari Aceh Barat Daya ke Banda Aceh. Ketika hendak mengakses pengobatan, ternyata alamat dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) masih di tempat lama. Syukurnya, dengan fitur ubah data yang terdapat pada Mobile JKN saya bisa memperbaharui data kependudukan juga mengganti faskes.

Cukup Mendaftar dari Rumah

Kemudahan lain dengan adanya aplikasi Mobile JKN adalah saat hendak berobat ke FKTP. Kalau dulu, saya harus mengantre saat mendaftar untuk berobat. Namun, dengan adanya fitur pendaftaran di Mobile JKN, saya tidak perlu mengantre dan bisa mengestimasi waktu kapan harus ke klinik.

Konsultasi Online dengan Dokter

Fitur konsultasi dokter pada aplikasi Mobile JKN membuat saya berkomunikasi dengan dokter umum di FKTP tempat saya terdaftar tanpa harus bertatap muka secara langsung. Tentunya hal ini dapat meminimalisir penularan Covid-19.

Skrining Mandiri Covid-19

Pada fitur ini peserta akan diberikan sejumlah pertanyaan pilihan ganda untuk dijawab. Setelah semua pertanyaan dijawab maka di akhir sesi akan muncul kesimpulan apakah gejala atau keluhan yang kita alami masuk ke dalam kriteria Covid-19 atau tidak.

Fitur-fitur lain yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN adalah cek jadwal operasi, informasi ketersediaan tempat tidur kosong atau ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pasien, informasi tentang jumlah tagihan iuran untuk peserta mandiri, riwayat pendaftaran, fitur lokasi, skrining riwayat kesehatan, artikel kesehatan, fitur pengaduan keluhan, pendaftaran autodebet, catatan pembayaran, pembayaran, riwayat pelayanan yang dapat dilihat pada fitur riwayat pendaftaran, dan cek virtual account . 

Mobile JKN

Aplikasi yang Ringan dan Murah

Diunduh  >10 juta

37MB

Dengan adanya Mobile JKN, banyak efisiensi yang saya dapatkan. Seperti  menghemat waktu, tenaga, dan biaya karena tidak perlu lagi ke kantor BPJS Kesehatan atau mengantre lama saat di faskes. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli paket data saja.

Selain itu, aplikasi ini juga ringan dan bisa di instal dengan menggunakan smartphone jenis apapun. Karena bermanfaat, Mobile JKN telah diunduh oleh lebih dari 10 juta penduduk Indonesia. Namun tidak dipungkiri, terkadang dalam proses update aplikasi sering terjadi kendala. Kondisi ini kadang mengganggu peserta terutama saat sedang mendapatkan pelayanan Kesehatan. 

Syukurnya permasalah ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak BPJS Kesehatan sendiri. Seperti yang disampaikan oleh Arief Syaefudin, harapan kedepannya aplikasi ini menjadi user friendly dengan fitur yang lengkap sesuai kebutuhan peserta, salah satunya pendaftaran bayi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Pokoknya lebih mudah digunakan peserta. Kalau untuk fitur, mungkin tidak bisa kami tambahkan semuanya. Sebab, kalau fitur ditambah, aplikasinya semakin berat,” katanya. 

Testimonial

Selain Mobile JKN, BPJS Kesehatan juga memiliki inovasi yang lain dalam melayani peserta JKN-KIS di masa pandemi Covid-19. Inovasi tersebut dikenal dengan Chika, Vika, dan Pandawa.

Chika atau chat assistant JKN adalah layanan online terbaru dari BPJS Kesehatan yang berbentuk chatbot berteknologi artificial intelligence (AI). Peserta JKN-KIS dapat memanfaatkan Chika untuk menemukan berbagai informasi dan mengajukan pelayanan terkait layanan BPJS Kesehatan. Pengguna dapat mengakses layanan tersebut melalui berbagai platform, yaitu WhatsApp di nomor 08118750400, Facebook Messenger melalui akun resmi BPJS Kesehatan, dan Telegram melalui tautan https://t.me/BPJSKes_bot.

Sementara itu, Vika atau voice interactive JKN merupakan layanan informasi berbasis mesin penjawab. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan terkait JKN-KIS. Berbeda dengan Chika, Vika hanya dapat diakses dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center di nomor 1500-400. Setelah menghubungi nomor tersebut, peserta JKN-KIS akan diarahkan untuk menekan angka tertentu sesuai dengan informasi dan layanan yang dibutuhka

Layanan lengkap dari Chika dan Vika

Ada 11 layanan informasi yang bisa diakses peserta JKN-KIS melalui Chika, yakni status kepesertaan, informasi tagihan, manfaat BPJS Kesehatan, prosedur pendaftaran, prosedur ubah data, fasilitas kesehatan, kantor cabang, registrasi peserta, ubahan data peserta, informasi kesehatan, dan layanan administrasi. Pada menu “Layanan Administrasi” Chika, peserta juga dapat mengakses sejumlah layanan yang akan terhubung ke Pandawa.

Sementara itu, ada lima layanan yang dapat diakomodasi oleh Vika, yakni cek status kepesertaan, perubahan data, konsultasi dokter, layanan badan usaha, serta informasi dan keluhan lainnya. 

Daftar Peserta baru Lewat Pandawa

Digitalisasi BPJS Kesehatan berikutnya adalah Pandawa atau Pendaftaran Lewat WA. Agar terhubung dengan Pandawa, kita harus mengetahui lebih dulu nomor Pandawa kantor cabang sesuai domisili.  Nomor handphone admin Pandawa bisa kita dapatkan lewat akun resmi BPJS Kesehatan di Instragam, atau melalui Layanan CHIKA. 

Melalui Pandawa kita bisa mengakses layanan administrasi seperti daftar baru, tambah anggota keluarga, pendaftaran bayi baru lahir, ubah jenis kepesertaan, ubah data identitas, ubah data golongan dan gaji, ubah FKTP, penonaktifan peserta meninggal, perbaikan data ganda dan pengaktifan kembali kartu dan lain-lain.


Kesimpulan

#DigitalisasiBPJSKesehatan berdampak positif terhadap pelayanan peserta terutama di tengah pandemi Covid-19. Kehadiran Mobile JKN dengan berbagai fitur terbaru menjadikan peserta JKN-KIS tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus mengantre lama di faskes atau bisa berkonsultasi langsung dengan dokter tanpa harus bertatap muka. Bagi peserta yang tidak bisa mengakses fitur Mobile JKN sepenuhnya, dapat memanfaatkan layanan Chika, Vika, dan Pandawa.

Inovasi digitalisasi BPJS Kesehatan memang patut diacungi jempol. Bahkan, organisasi ini mendapat apresiasi dan penghargaan dari Digital Technology & Innovation Award 2021 yang diselenggarakan oleh iTech – IT Telco Performance & Competitiveness. yang diterima langsung oleh  Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan di Jakarta, Rabu (31/03). 

Seperti yang diberitakan pada situs bpjs-kesehatan.go.id, BPJS Kesehatan memperoleh penghargaan bintang 5 dalam The Best Digital Technologi Development Team in Social Security Provider serta The Best Chief Information Officer In Digital Transformation, serta dinilai telah sukses dalam melakukan transformasi teknologi digital untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan terhadap peserta maupun mitra kerja

Semoga semakin banyak inovasi digital yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan dan terus memberikan yang terbaik untuk peserta.

Referensi:

  1. https://nasional.kompas.com/read/2020/11/17/09571311/aplikasi-mobile-jkn-penuhi-kebutuhan-peserta-bpjs-kesehatan?page=all
  2. https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/post/read/2021/1871/Inovasi-Layanan-Digital-BPJS-Kesehatan-di-Masa-Pandemi-Covid-19-Sabet-Penghargaan