Traveling

Ketika Naqiya Naik Kereta Api di Medan

kereta api medanNaik kereta api tut tut tut

Siapa hendak turut

Ke Bandung Surabaya

Naqiya dengan suara cadelnya menyanyikan lagu Naik Kereta Api yang diciptakan oleh Ibu Soed. Sudah lama ia penasaran dengan moda transportasi umum yang satu ini. Pernah bocah berumur 4 tahun itu bertanya kepada saya, “Ma, kereta api itu bunyinya tut tut tut ya?“ atau ia juga pernah mengatakan kalau ia kepingin sekali menaiki kereta api.

Putri saya pernah menangis tersedu saat saya sedang dinas ke Medan. Ketika kami melakukan video call, posisi saya sedang di stasiun kereta api Bandara Kuala Namu. Mengetahui saya akan menumpang kereta, ia langsung meminta ikut. “Kak Yaya mau juga naik kereta api. Kak Yaya maunya sekarang. Cepat Mama jemput Kak Yaya!“ serunya sambil menangis.

Dalam hati saya berujar, “tenang ya, Nak. Nanti Mama ajak Kak Yaya naik pesawat juga kereta api.“ Saya tidak bisa menjanjikan langsung kepadanya kalau saya akan mengajaknya naik kereta api plus pesawat karena Naqiya yang kritis akan langsung menagihkan janji saya. Kalau saya lupa atau ingkar maka ia akan langsung berkata, “kan Mama sendiri yang bilang kalau kita enggak boleh ingkar janji.“ Dus, kehabisan kata-kata deh mamaknya kalau sang anak sudah berkata demikian.

kereta api medan
Kereta api di Eropa yang difoto sama Ayah Tunis

Dan ketika saya mengikuti ujian Ahli Asuransi Kesehatan di Medan dan kebetulan waktu itu adalah akhir pekan, maka saya pun mengajak Naqiya dan Ibu saya ke sana. Ia tidak hanya naik kereta api tetapi juga pesawat! Duh, Nak. Mamakmu lulus kuliah baru naik pesawat dan waktu bekerja baru naik kereta, kamu masih balita sudah naik pesawat dan kereta.

Naqiya sangat bahagia saat menaiki dua alat transportasi itu. Ia pun berlagak layaknya Youtuber cilik yang sering ia tontoni. Kids zaman now memang super, ya.

Sebagai orang Aceh, bisa menaiki kereta adalah hal yang sangat langka bagi kami. Tidak ada kereta di Aceh. Pernah sih diwanakan untuk pengadaan kereta api dan relnya sudah dibangun di kawasan Utara-Timur Aceh. Namun sampai sekarang proyek tersebut tidak pernah terealisasi. Kalau mau naik kereta ya paling naik kereta odong-odong yang ada di pasar malam. Atau kalau penasaran bagaimana kereta api jaman dahulu, tinggal ke depan swalayan Barata yang terletak di seberang Mesjid Raya Baiturrahman. Di sana ada kereta api peninggalan Belanda tempo dulu yang kini menjadi salah satu tempat wisata di Banda Aceh.

kereta api medan
Naqiya di depan replika Istana Maimun yang ada di stasiun kereta bandara Kuala Namu

Kalau kepingin naik kereta, gimana dong? Solusinya adalah pergi ke Medan karena Medan paling dekat dengan Aceh dan disana ada kereta api. Nah, kalau hendak mengunjungi tempat wisata Indonesia yang ada di kawasan Sumatera Utara, kita bisa menumpang kereta api Putri Deli. Untuk pemesanan tiketnya tidak perlu antri di loket karena bisa pesan langsung lewat situs pegipegi.com. Tinggal pilih menu kereta api lalu pilih stasiun keberangkatan dan stasiun yang dituju dan klik cari tiket. Berbagai pilihan tiket kereta api dan jadwal keberangkatan bisa kita temukan di situs ini.

Misalnya nih saya ingin berkunjung ke tempat wisata yang ada di Pematang Siantar seperti air terjun Mamabu atau ingin melihat patung Dewi Kwan Iem sambil menikmati hijaunya Pekebunan Teh Sidamanik, saya cukup mengetikkan stasiun Medan sebagai tempat keberangkatan dan Pematang Siantar tempat tujuan.

“Kak Yaya happy?“ tanyaku pada Naqiya ketika kami tiba di stasiun kereta api di kota Medan dan dan ia pun mengangguk pasti. Senyumnya terus merekah bahkan ketika kami tiba di penginapan.

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

15 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: