Aceh,  Life Story,  lomba blog,  Opini,  Parenting

Kecantikan Hati Sang Relawan Kanker

Ratna Eliza, Relawan Kanker CFour

Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian – (Hadits riwayat Muslim)-

Assalamualaikum sahabat blogger,
Pada postingan kali ini saya ingin menulis tentang wanita dan kecantikan. Eits, kenapa tiba-tiba menulis tentang dua hal ini? Karena wanita dan kecantikan ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Wanita menginginkan kecantikan dan cantik adalah milik wanita. Namun, cantik tidak hanya dilihat dari keindahan rupa atau kemolekan tubuh, tetapi seorang wanita baru dikatakan cantik bersadarkan apa yang terpancar dari luar dan dalam dirinya, itulah kecantikan yang hakiki, kecantikan yang disukai oleh ilahi rabbi, cantik dari hati.

Bagaimana sih cantik dari hati itu?

“The beauty of a woman is not in a facial mole, but true beauty in a woman is reflected in her soul. It is the caring that she lovingly gives, the passion that she knows.” (Audrey Hepburn)

Cantik dari hati atau yang dikenal dengan inner beauty adalah kecantikan yang terpancar dari kebaikan dan kerupawanan tingkah laku seorang wanita. Wajahnya bisa saja tidak menawan, tetapi pesona kebaikannya membuat sang wanita tetap menarik perhatian.

Berbicara tentang cantik dari hati, saya teringat akan seorang wanita yang semangat dan pengabdiannya menginspirasi hidup saya. Ia tidak hanya memiliki wajah yang cantik, tetapi kecantikan hatinya juga terpancar pada orang di sekelilingnya. Dengan tulus dan ikhlas, ia dedikasikan dirinya untuk menjadi relawan bagi anak-anak penderita kanker yang ada di seluruh Aceh.  Ratna Eliza, nama wanita itu dan saya memanggilnya dengan sebutan kak Ratna.

Berjuang Bersama Anak Kanker

Rasa iba dan kasihan melihat anak-anak kecil yang tak berdosa harus menanggung sakit yang berat membuat hati kak Ratna tersentuh. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika anaknya sendiri yang mendirita kanker?

“Saya merasa sayang dan kasihan melihat penderitaan anak-anak yang didiagnosa kanker itu. Mereka masih terlalu kecil untuk merasakan dan mengalami kanker. Mereka tidak tahu apa itu kanker, padahal penyakit yang mereka derita adalah penyakit pembunuh nomor satu di dunia,” jelas Ratna dengan mata berkaca.

Berawal dari rasa sayang tersebut, ibu dari Sofia Putri Maharani, M. Noer Arif Ar Rahim, dan Ade Rayhan Al Ghiffary ini tergerak hatinya untuk mendirikan komunitas Children Cancer Care Community (C-Four) pada awal tahun 2014.

Ratna Eliza, relawan CFour
Kak Ratna dan anak-anak kanker di rumah singgah C-Four

“Saya ingin sekali membantu mereka selagi saya bisa dan mampu untuk menolong mereka,” ungkap Kak Ratna. Terlebih lagi anak-anak yang terkena penyakit kanker kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Jangankan untuk biaya berobat untuk makan saja mereka susah. “Dari situlah saya bergerak memberikan bantuan dan sedikit perhatian  kepada mereka.  Apa yang mereka butuhkan seperti  biaya insyaAllah kita dari C-Four akan memberikannya,” tuturnya.

Alhamdulillah untuk pengobatan telah dibiayai oleh pemerintah lewat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, tetapi untuk biaya lainnya seperti akomodasi, konsumsi, dan lain-lain harus ditanggung sendiri oleh keluarga pasien. Disinilah C-Four turun tangan.

Ratna Eliza, Relawan Kanker
Ratna Eliza bersama salah seoarang anak kanker yang sedang dirawat di RSUDZA Banda Aceh

Selama menjalani perawatan medis, pasien yang belum mendapatkan giliran pengobatan atau setelahnya di RSUD dr. Zainoel Abidin, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Aceh, dapat menginap di rumah singgah C-Four yang terletak di Desa Lambhuk, Ulee Kareng, Banda Aceh. Di rumah kontrakan yang biayanya berasal dari sumbangan para donatur tersebut, C-Four juga menyediakan makanan dan kebutuhan lainnya untuk pasien dan keluarga yang mendampingi.

Ratna Eliza, relawan kanker
Ratna Eliza dan keluarga pasien kanker di rumah singgah C Four

“Memang rumah ini sangat sederhana hanya memiliki tiga kamar, tetapi rasanya saya ingin memberikan kenyaman bagi mereka. Walaupun rumah itu kecil tetapi niat saya di dalam rumah itu adalah bisa merasakan adanya keluarga,” ujarnya.

Ada Suka, Ada Duka Bersama Anak Kanker

Hampir tiga tahun lamanya wanita kelahiran Palembang 42 tahun silam ini mendampingi anak-anak penderita kanker yang berasal dari seluruh Aceh. Ibu tiga anak ini mengakui hatinya sering sekali terenyuh dan matanya tidak bisa menahan tangis ketika anak-anak yang telah ia dampingi dalam pengobatan kanker, yang telah dekat dengannya, yang telah ia sayangi, tiba-tiba dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

bersama dengan salah satu penderita kanker retinoblastoma

“Itu yang membuat saya down dan sedih. Walaupun saya tahu, kanker apalagi stadium akhir itu, pasti berujung pada kematian. Rata-rata anak-anak yang mendapatkan pengobatan adalah mereka yang sudah pada stadium akhir penyakitnya. Tapi, mengetahui kalau di antara mereka telah tiada.” ungkap kak Ratna

Meskipun demikian, kak Ratna selalu mencoba menahan dirinya untuk tidak menangis. Bagaimanapun ia harus tetap kuat dan membantu anak-anak kanker lainnya.

Ada duka, ada juga suka. Wanita berhijab dan selalu terlihat fresh dengan polesan bedak, lipstick, dan eyeshadow Wardah ini mengakui bahwa banyak sekali kebahagian yang ia dapatkan saat ia bersama anak-anak kanker yang berasal dari berbagai daerah di Aceh.

Ratna Eliza, relawan kanker
kak Ratna juga kerap mengajak anak-anak kanker bermain di taman. ia ingin anak-anak tersebut tetap merasakan kebahagiaan masa kecilnya

“Anak-anak kanker itu sangat sayang kepada saya. Setiap kali saya mengunjungi mereka di rumah singgah atau di rumah sakit, sambutan penuh kehangatan selalu saya dapatkan dari anak-anak itu.”

“Anak-anak itu tidak hanya butuh obat-obatan, tetapi orang yang bisa memberikan mereka semangat, semangat untuk tetap tersenyum dalam menjalani hari-hari mereka.” Cerita wanita yang pernah mendapatkan penghargaan Banda Aceh Madani Award dari walikota Banda Aceh atas kiprahnya sebagai relawan kanker.

Ratna Eliza, relawan kanker
kak Ratna Eliza dan anak-anak kanker saat mendapatkan award dari walikota Banda Aceh

Kembali ke perasaan suka yang kak Ratna rasakan saat bersama anak-anak kanker. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai staf keuangan di SMA Lab School Unsyiah juga mengakui bahwa kebersamaannya dengan anak-anak penderita kanker membuatnya semakin mengerti tentang arti rasa syukur kepada Alla Swt. Bersyukur karena Allah masih memberikan kesehatan, kebahagian, dan kekuatan sehingga sampai detik ini ia masih diberikan kesempatan untuk membantu anak-anak yang bernasib malang itu.

Subhanallah. Sungguh mulia sekali pengabdianmu, kak Ratna. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah engkau lakukan. Amiin ya rabbal alamin.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Wardah Blog Writing Competition

Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

7 Comments

Leave a Reply to Jelly Gamat Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: