Uncategorized

AKU DAN RUMPUT LIAR

aku = rumput liar ????
rumput liar kecil menatap langit mohon keadilan

diadukannya pada tuhan tentang nasibnya yang malang

“Tuhan,kenapa kau jadikan aku jadi rumput liar? ditempatkan di tempat paling rendah di muka bumi,diinjak- injak setiap hari,diludahi, dicabuti, tidakkah kau kasihan padaku?”

tuhan menjawab dalam diam

angin berhembus riang

hingga sang ayah datang

tersenyum memandang

dan dia berkisah

tentang perjalanan hidupnya yang susah

selalu dilanda gelisah

suatu hari waktu ayah masih muda ayah juga bertanya serupa tentang nasib rumput liar yang tiada guna

begini nak, dulu ayah lahir di hutan ditengah ribuan hewan

keluarga kita banyak sekali dan kita hidup berdampinga

kami hidup saling menolong,saling membantu

bagi kami hidup itu satu

pagi hari ketika matahari menampakkan sinarnya,hari itu kehidupan dimulai

pak rusa datang bersama keluarganya ke tempat kami

ibu beruang juga tak pernah absen dengan anak-anaknya yang berlari kesana kemari

pak kuda,ibu kuda,anak kuda semua datang dengan ceria

keluarga gajah tiba dari kejauhan,besar- besar

munki si monyet hanya memandang dari atas pohon mengikik tanpa henti

angin berhembus ringan membelai kami

sungguh hari yang damai…

pemandangan selanjutnya adalah mereka semua sarapan bersama

dan kau tahu nak apa menu pagi itu?

sekelompok rumput liar! rumput liar! sungguh menyedihkan!

mereka yang semula terlihat ramah,manis dan baik tiba-tiba menarik kami,mencabuti kami,menelan kami!

pamanku dan bibi-bibiku lebih dulu dimangsa para rusa

nenekku,dia tersangkut di gigi kuda

saudara-saudaraku juga tak ketinggalan

lebih ganas dicabut para gajah tanpa ampun

untung saja aku terselamatkan oleh kedatangan para macan

citah-citah itu berlari dengan gesit,secepat kilat menangkap para herbivora yang tak waspada

HAP!! tertangkap!

pak rusa tersungkur berlumur darah,tergolek tak berdaya

begitu seterusnya setiap hari

tapi yang aku herankan keluargaku yang masih tersisisa… samasekali tak kulihat takut di wajah mereka

ibuku masih sempat berdendang,

ayahku masih sempat berfotosintesa meski tahu nyawanya bisa hilang kapan saja,

dan adik-adikku juga masih bisa tertawa

akhirnya aku bertanya pada ayahku, bagaimana bisa?

ayahku: seperti diriku memandangmu saat ini nak,beliau hanya tersenyum

ditatapnya langit biru dan berkata,

“mungkin kita memang kecil,tak berdaya dan hina tapi bukan berarti kita tak punya arti”

aku masih menatapnya tak mengerti

“semua yang diciptakan tuhan itu tidak ada yang sia-sia,nak”

aku meminta penjelasan tapi dia hanya diam

matanya berbinar menatapku

“suatu saat kau akan tahu kalau kau sudah mengalaminya. ..”

rumput liar kecil menunggu kelanjutan kisah sang ayah

sang ayah menghela nafas

ditatapnya rumput liar kecil dengan mata sedikit berkaca

dinyanyikannya lagu sederhana

semburat di atas mega

indah berwarna jingga

nyawa kita siapa yang punya?

Sibuk bertanya,lalai harganya

kau tahu nak? hingga suatu hari kejadian itu datang

musibah itu terjadi

kobaran api melahap hampir separuh hutan

sabana tempat kami tumbuh juga kena

tidak semua,tapi parah rupanya

ayahku,ibuku dan adik2ku tak terselamatkan lagi

yang tertinggal hanya aku dan rumput2 liar kecil yang masih terlalu mungil

keadaan kami tak kalah mengenaskan

kuning,layu dan hampir mati

beruntung hujan datang mengguyur sore itu

beberapa dari kami yang selamat dipindahkan oleh beberapa manusia ke tempat yang aman

kata peneliti itu kami termasuk dalam golongan spesies langka

lalu dipindahkan ke suaka margasatwa bersama penghuni hutan lainnya,

yang masih selamat tentu saja…

kami mulai hidup baru

lupakan yang telah lalu

saatnya untuk maju

demi koloni,demi populasi kami

kami berkembangbiak makin lama makin banyak

hingga seperti sekarang ini

di suaka hidup kami tak jauh berbeda

harus rela jadi menu sarapan para herbivora

bedanya adalah di sini kami merasa senasib

hewan-hewan yang selamat dari kebakaran hutan itu sama lemahnya seperti kami

begitu layu

mereka butuh makan,saat itu kamipun tersadar

makanan mereka adalah kami

tanpa kami mereka tak bisa hidup lebih lama lagi,mungkin akan mati sebentar lagi

oh anakku,betapa indahnya ketika kutemukan makna hidup ini

aku teringat nasihat ayahku tentang arti selembar rumput liar

betapa yang tuhan cipta tak pernah ada yang sia-sia

begitu juga kita…

meski kecil,tak pernah dipandang,selalu diabaikan keberadaannya, diinjak-injak setiap hari,diludahi, dicabuti. ..

jangan berkecil hati,anakku

percayalah kita punya arti

tanpa kita dunia akan kehilangan keseimbangannya

teruslah memberi tanpa mengharap kembali

rumput liar kecil menatap ayahnya

sedih hatinya menguap sudah

sekarang ia mengerti

apa arti hidup ini

pertanyaan itu tak terucap lagi,tak akan!

Dalam hati, rumput liar kecil bersujud penuh syukur memohon ampun

ayahnya mengguncang- guncangkan bahu si rumput liar kecil

pernah dengar manusia berkata, “tanyakan pada rumput yang bergoyang?”

itu kita!

serempak mereka berdua tertawa

hahaha!
sejutamakna.worpress.com


Liza Fathiariani, dokter umum, blogger, traveller, istrinya @ceudah, penikmat kuliner. Contact : email : lizafathia@yahoo.com, twitter : @fatheeya, instagram : @lizafathia, facebook: www.facebook.com/liza.fathiariani

18 Comments

  • f4hlevi

    memang kita didunia ini, hanyalah makhluk yang tak bisa berbuat apa2, tapi banyak orang2 disekitar kita berbanggakan diri dengan aapa yg dimilikinya, padahal itu semua hanyalah titipan dari Alla SWT, dan bagaimana kita meggunakannya apa yang diberikan Nya, dan mensyukuri segala nikmat yang di beri Nya,,

  • Anonymous

    sering kita sebagai manusia terlalu sombong atas apa yang kita miliki. padahal dimata Allah semuanya sama, hanyalah ketaqwaan yang membedakan kita.

  • Muhajir

    hahahahaha,
    paling bisa Ijal ne..

    Liza, dengar tu apa yang dibilang ama Ijal. Rumput liar butuh pohon besar yang teduh, agar ia nyaman, hangat dan bahagia..

    hehehehe,

    Thanks..
    Aku sepakat sama dikauu Jal dalam hal ini…

    Saleum..

  • ijal

    rumput liar, istilah yg begitu sederhana, mengesankan kerendahan hati, keinginan berguna untuk orang lain. walaupun mudah terombang ambing oleh angin, tapi akarnya tetap mencengkram tanah, sungguh juga menggambarkan ketegararan hati dan keteguhan prinsip hidup

    Satu lagi, agar rumput liar berkembang dengan baik ia butuh pohon besar yang teduh. yg bisa memberikan ia kehangatan, kenyamanan,

  • muhammad baiquni

    keren banget liza… i like it!

    ternyata itu ya makna rumput liar? ku kira liza itu pengen jadi liar namun tak bisa karena akar tercekam erat pada bumi… bahkan saat tanduspun dia tidak akan tercerabut…

    begitu liar, begitu fundamental

  • muhammad baiquni

    kenapa enggak rumput yang bergoyang aja liza? kalo rumput yang bergoyang kan sesuai karakter liza: pecinta dangdut nomor wahid.

    Wakakaka… kaboooorrrrr

  • Muhammad Baiquni

    dah macam si andrea hirata (ikal / andis) aja si beni neh… pecinta bang rhoma irama. Hikhikhik…

    Si ijal neh ntah apa bela-bela si liza, dah macam pengeran liza aja lah.

    Btw liza, dah berapa banyak neh koleksi dangdutnya?

    Wakakaka… kabooorrr

    *sorry liza, rahasiamu harus terbongkar dengan disengaja*

  • ijal

    jeh wak, fi cuma mengatakan ‘kebenaran’, beni jangan malu2 gitu lah untuk mengakuinya..

    tenang aja ben, rahasia beni ga akan keluar dari blog ini hehe..

    btw, sejak kapan fi jadi pangerannya liza? ijal ni cuma sekedar kaleng2 kosong yang biasanya di sepak2 ma orang di jalanan

Leave a Reply to f4hlevi Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: