Di blog ini, saya sering bercerita tentang Tangse. Dengan bangga saya memaparkan tentang keindahan alamnya, jernih sungainya, dan melimpah hasil buminya. Saya begitu bersyukur karena telah dilahirkan di tanah yang Tuhan anugerahkan kesuburan. Namun, di balik keindahan pulau di tengah hutan belantara ini, terdapat cela yang disebabkan oleh segelintir tangan-tangan liar yang tak bertanggung jawab. more »
Tag-Archive for » Tangse «
Sayup- sayup hawa dingin merasup ke pori-pori. Tubuh yang sebelumnya penuh dengan peluh kini mulai segar oleh semilir angin dari pegunungan. Jalanan penuh dengan tanjakan, dipagari perbukitan dan jurang terjal membuat adrenalin semakin melonjak.
Sesekali terlihat monyet-monyet bergelantungan cheap without prescription buy online Amoxil cheap prescription on line doxycycline cialis professional di pohon pinggir jalan. Menunggu lemparan makanan dari pengguna jalan. Di bawahnya, air sungai yang jernih mengalir dengan derasnya, menghantam bebatuan besar sehingga menghasilkan harmoni yang indah. more »
Kalau ingin merasakan durian yang lezat, maka durian Tangse adalah salah satu alternatif jawabannya. Dengan daging yang tebal dan aromanya yang sangat khas, durian Tangse semakin menunjukkan keeksistensiannya dalam jagad dunia durian
. Terlebih lagi pada awal-awal tahun seperti ini, jika Anda ingin mencicipi lezatnya durian datanglah ke Tangse. Karena sekarang buah berduri itu sedang banyak-banyaknya di kota dingin ini.
Aku pun ngga ketinggalan untuk merasakan lezatnya durian kampung halamanku. Ketika pulang kampung beberapa hari yang lalu, mama langsung menyuguhi dengan durian dan leumang. Tidak hanya itu, keesokan harinya-sebelum aku kembali ke Banda Aceh- mama mengajakku langsung ke kebun durian.
“Yuk kita cari duren, langsung ke kebunnya,” ajak mama.
“Emangnya kita punya kebun?”
“Kebun orang pun jadi,” canda mamaku.
“Ok! Siapa takut.” more »
purchase levitra online href=”http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/01/DSC013351.jpg”>buying prescription class=”size-full wp-image-437 aligncenter” title=”DSC01335″ src=”http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/01/DSC013351.jpg” alt=”" width=”464″ height=”312″ />
Pagi itu jam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB, tetapi matahari masih malu-malu untuk beranjak dari peraduan. Butiran embun masih tersisa di dedaunan. Kabut putih terbentang dan membelah gunung. Dinginnya udara Tangse masih merasup ke pori-pori kulit hingga membuat diri malas untuk beranjak. Namun, ini tidak berlaku bagi perempuan yang memilih profesinya sebagai petani.
Ketika si jago mulai berkokok dan adzan subuh berkumandang, tak ada alasan bagi perempuan-perempuan itu untuk kembali menarik selimut tebal dan kembali larut dalam tidur. Bergegas bangun lalu menunaikan shalat dan menyiapkan sarapan pagi serta kopi untuk anak dan suami. Lalu di tengah kabut yang masih menutupi jalan dengan pakaian lusuh dan bakul diflucan side effects di pundak, mereka segera menuju ke sawah. more »


