“Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Takengon aja, Mi?” Setelah aku dan Ami-sahabatku dipusingkan karena tidak tahu hendak melancong ke mana, tiba-tiba ide untuk bertandang ke Tanah Gayo melintas di benakku.
Aku dan Ami memang berencana liburan ke luar kota sambil menikmati sisa-sisa waktu kebersamaan kami. Ami adalah sahabatku sejak SMA. Ke mana-mana kami selalu berdua. Saking seringnya bersama, banyak sifat kami yang serupa. “Kalian seperti anak kembar,” begitu kata Bunda, panggilanku pada mamanya Ami.
Tetapi setelah lulus SMA, Ami diterima di Jurusan Komunikasi FISIP UI Depok. Merantaulah sahabatku itu ke Pulau Jawa. Sedang aku, masih setia menikmati senja di Kuta Raja sambil menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Unsyiah. Setelah kuliah usai, kami bersama kembali. Meski tidak seintim masa SMA yang menempatkan kami di asrama sehingga saban hari pasti bertemu. Namun seminggu sekali kami pasti bertemu. Menghabiskan hari dengan bercerita dan berbagi tentang segala hal. Tak lama kemudian, lagi-lagi kami harus berpisah. Aku harus ditugaskan internship ke rumah sakit daerah dan Ami lulus beasiswa ADS ke Sidney University. Read more »





Recent Comments