<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seuramoe Liza &#187; guru ngeblog</title>
	<atom:link href="http://liza-fathia.com/tag/guru-ngeblog/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Belajar Tentang Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 13:42:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Guru Ngeblog, Perlukah?</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2009/12/guru-ngeblog-perlukah.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2009/12/guru-ngeblog-perlukah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 00:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[guru ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft Bloggership 2010]]></category>
		<category><![CDATA[novel soulmate]]></category>
		<category><![CDATA[rahmi agustina]]></category>
		<category><![CDATA[sawali]]></category>
		<category><![CDATA[SMA N 1 Sigli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2009/12/guru-ngeblog-perlukah.html" title="Guru Ngeblog, Perlukah?"></a>&#8220;Secara internal, blogger guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak  kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis Paikem (pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas &#8230;<p class="read-more"><a href="http://liza-fathia.com/2009/12/guru-ngeblog-perlukah.html">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://liza-fathia.com/2009/12/guru-ngeblog-perlukah.html" title="Guru Ngeblog, Perlukah?"></a><blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Secara internal, blogger guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak  kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis Paikem (pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas sehingga dunia pendidikan tak lagi menjadi “penjara” yang memasung kebebasan berpikir siswa didik.&#8221; papar Sawali Suhustya  dalam tulisannya &#8220;Mengapa Guru Mesti Ngeblog&#8221;.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Rahmi Agustina, seorang guru Biologi SMA N 1 Sigli sependapat dengan paparan pemilik blog<em> sawali.info</em> ini. Wanita yang memulai debut ngeblognya pada akhir 2006 menyadari sepenuhnya tentang manfaat yang diperoleh jika seorang pendidik memiliki blog. “Di blog, saya sering menulis tentang ide-ide PBM (proses belajar mengajar) yang diharapkan bisa dibaca oleh para siswa,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya lulusan FMIPA BiologiUnsyiah ini menulis blog untuk kepentingan pribadi, “ Saya terinspirasi dari novel Soulmate.com karya Jessica Huwae. Penulis memasukkan media online seperti YM, friendster dan blog dalam setting ceritanya,” jelas penikmat karya fiksi dan nonfiksi ini.<span id="more-195"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Karena saya memang suka nulis dan ingin menulis apa saja tentang keseharian  saya di media sendiri. Kalau mau ngirim ke koran atau majalah prosesnya ribet, makanya saya memutuskan untuk membuat blog,” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lambat laun keinginan Ibu Rahmi-begitu dia dipanggil oleh para siswa- untuk sekadar menulis tentang kehidupan sehari-harinya di blog pun berubah. “Selain suka nulis, saya juga suka browsing. Nah, waktu itu saya melihat banyak blogger yang profesinya sebagai guru mengisi blog mereka dengan pelajaran. Saat itu saya menemukan seorang guru biologi yang mengupas habis tentang pelajaran  tersebut di blognya,” papar pemilik nama pena Siti Agustin ini menggebu-gebu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Blog guru itu benar-benar menjadi media belajar yang sangat efektif. Ditambah lagi dengan banyaknya siswa yang langsung bertanya jawab seputar pelajaran dengan mengisi kotak komentar di blog bapak itu.” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari blog sejawat yang ditemukan melalui mesin pencari itu merangsang keinginan wanita yang menyelesaikan gelar S2nya di Universitas Negeri Surabaya itu untuk mengisi blognya dengan pelajaran yang diajarkan di sekolah.”Sekarang saya sedang merintis blog yang isinya tentang pelajaran Biologi. Untuk saat ini baru bagian sel yang sudah saya bahas.” ungkap wanita kelahiran Sigli, 35 tahun yang lalu ini .</p>
<p style="text-align: justify;">Namun kobaran semangat dari wajah guru Biologi ini sejenak hilang,”Koneksi internet di Sigli masih kurang bagus. fasilitas warnetnya juga kurang. Mungkin karena letaknya di kabupaten sehingga akses internetnya tidak secepat dibandingkan dengan di Banda Aceh. Hasilnya saya jarang mengupdate blog,” sesalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selain itu, antusiasme siswa terhadap media online masih kurang. Banyak diantara mereka masih belum begitu paham dengan internet, “ keluh wanita ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Telekomunikasi) telah ditetapkan di SMA tempat Ibu Rahmi mengajar, tapi  fasilitas komputer dan internet yang belum memadai menyebabkan para siswa belum begitu paham  dengan kemudahan yang ditawarkan dunia online ini. “Bahkan guru-guru di sekolah masih banyak yang belum melek internet,” paparnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau ada yang ingin memberikan pelatihan  internet seperti blog, saya pasti akan mensuport. Apalagi kalau pelatihan diberikan untuk siswa dan guru. Tentunya ini akan mempermudah proses belajar mengajar,” imbau pemilik “Blog Ibu Siti” ini penuh harap.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2009/12/guru-ngeblog-perlukah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>135</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

