Hari ini saya mengikuti Kelas Menulis di sekretariat FLP. Sebuah kegiatan dwi mingguan yang memang diselenggarakan oleh kaderisasi FLP untuk mengupgrade para penulis baik baru bergabung maupun yang telah lama berkecimplung. Kedatangan saya di kelas ini bisa dibilang sangatlah telat. Acara yang telah dimulai sejak pukul sepuluh pagi tapi kehadiran saya satu jam setelahnya. Benar-benar ngaret. Maklum saja, hari Minggu adalah harinya anak kos membersihkan kostannya setelah enam hari sibuk beraktifitas. (Alasannya sedikit dimodifikasi
)
Saya tiba tepat ketika Ibnu, sang pemateri pada pertemuan kali ini membahas tentang Menentukan Batas dalam Menulis. Memang sebuah ide itu tidak terbatas. Tetapi ketika menulis dan berharap tulisan dibaca orang maka norma-norma berlaku di sana. Norma-norma baik itu kesusilaan, kesopanan, dan apapun itu harus tetap dijunjung tinggi. Saya tidak setuju jika ada orang yang berpendapat bahwa sebuah karya sastra itu bagaimanapun isinya layak diberikan apresiasi. Lantas bagaimana kalau isinya justru membuat tindakan asusila semakin banyak terjadi? Maka di sinilah diperlukan filter. Menulis tetap ada batasannya. more »

amoxicillin buy
