Tag Archives: diabetes mellitus

Mutiara Itu Bernama Keluarga

Harta yang paling berharga adalah keluarga,

Istana yang paling indah adalah keluarga,

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga,

Mutiara tiada tara adalah keluarga. (OST Keluarga Cemara)

Setelah melewati delapan minggu koas di bagian Penyakit Dalam, saya semakin menyadari betapa pentingnya arti sebuah keluarga. Keluarga yang tak hanya bersama ketika suka, tapi di saat duka tengah menyelimuti mereka juga hadir dan memberikan kekuatan yang tak terhingga. Itulah yang saya rasakan ketika melihat pasien-pasien yang harus terbaring tanpa daya lalu ditemani sanak family yang tak kenal siang maupun malam tetap setia di sampingnya.

Seolah ada magnet yang luar biasa yang menarik sang pesakitan untuk segera bangkit dan sembuh. Tak hanya bergantung pada order cheap amoxil butiran cheap online Ampicillin buy Drugstore pil, obat suntik, infus, dan berbagai jenis terapi yang diberikan oleh dokter. Terlebih lagi saat mereka mulai putus asa sampai tak ingin sesuap nasi pun masuk ke mulut, maka kata-kata “Ibu! Ibu mau kan lebaran di rumah dengan keluarga? Jadi, kalau Ibu mau, Ibu harus makan dan cialis review minum obat biar Ibu cepat sembuh.” Spontan mereka mengangguk no prescription required dan memaksakan diri untuk makan meski lidah terasa pahit dan kelu. Bisa kembali berkumpul dengan keluarga! Itulah yang membuat para pasien itu semakin bersemangat. Read more »

Warnet, Warkop, Referat, dan Lain-lain

Sudah hampir sebulan  kegiatan luring alias offline saya membuat blog ini terbengkalai begitu saja. Tanpa updetan tulisan terbaru, blogwalking, dan kegiatan daring (online) lainnya ordering levitra online yang sering saya lakukan. Maklum saja, di luar dunia maya kegiatan saya cukup membuat saya dibilang sibuk. Ya, memang sebuah konsistensi yang harus ditempuh jika saya benar-benar ingin profesional di bidang saya tersebut (mencoba sedikit bijak dan mencintai pekerjaan saya).

Hari ini, berhubung kartu pascabayar yang saya gunakan untuk internetan belum lebih tepatnya ngga sempat dibayar (hehehe, ngeles), jadi saya memutuskan untuk ke warnet. Lama juga tidak ke warung penyedia internet ini dan yang membuat saya senang adalah kecepatannya itu lho. Jauh sekali kalau dibandingkan dengan menggunakan modem pribadi. Biasanya kalau di rumah, maka kata-kata “berjalan seperti siput” atau “kura-kura” kerap keluar untuk mengeluhkan lambatnya koneksi internet dari layanan yang sudah hampir dua tahun saya gunakan. Sekarang, yang keluar adalah “cepat sekali” sambil tersenyum.

Sangat jauh berbeda dengan dua tahun yang lalu, saat saya masih bergantung pada jasa warnet. Duh, saya harus bergonta-ganti warnet untuk mendapatkan akses yang cepat. Dan resikonya adalah jika ingin kecepatan akses yang cepat, maka harganya juga relatif tinggi. Bahkan hampir dua kali lipat dari warnet biasa.  Tapi kalau dikalkualasikan sebenarnya sama saja, murah tapi lambat akhirnya juga harus mengeluarkan biaya yang besar karena itu akan membuat saya harus berlama-lama di warnet tersebut. Sekarang? semua itu tidak berlaku lagi, kawan! Tahukah kenapa? Read more »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes