<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seuramoe Liza &#187; Aceh</title>
	<atom:link href="http://liza-fathia.com/tag/aceh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liza-fathia.com</link>
	<description>Belajar Tentang Hidup dan Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 14:51:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Numpang Eksis di FLP</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2012/01/numpang-eksis-di-flp.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2012/01/numpang-eksis-di-flp.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 01:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[FLP]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Lingkar Pena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=1062</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya menjadi salah satu instruktur dalam acara inaugurasi (pengukuhan) untuk anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh angkatan pertama 2012. Acaranya berlangsung selama dua hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Lubuk, Aceh Besar. Hari itu tepatnya hari Sabtu dan Minggu (21-22 Januari 2012). Awalnya sempat ciut juga saat ditunjuk menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/01/1327293713FLP1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1064" title="1327293713FLP" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2012/01/1327293713FLP1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Beberapa hari yang lalu, saya menjadi salah satu instruktur dalam acara inaugurasi (pengukuhan) untuk anggota baru Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh angkatan pertama 2012. Acaranya berlangsung selama dua hari di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Lubuk, Aceh Besar. Hari itu tepatnya hari Sabtu dan Minggu (21-22 Januari 2012).</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya sempat ciut juga saat ditunjuk menjadi instruktur. Saya? Menjadi instruktur anggota baru FLP? Apa bisa? Apalagi saat disandingkan dengan pesohor FLP seperti Bu Boss Ade, Nuril dan Roby. Serasa mati kutu saja. Belum lagi dengan jadwal yang berubah-ubah. Apa saya bisa ikutan? Soalnya Januari adalah bulan yang padat bagi seorang Liza. Cieee, padat euy! Maklum aja di bulan ini banyak hal yang harus saya persiapkan, kerjakan, dan selesaikan. Walhasil, jadwal yang ditentukan tidak bentrok dengan kegiatan saya yang lain dan sayapun menjadi instruktur.<span id="more-1062"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jujur. Sebenarnya saya bukanlah anggota FLP yang aktif. Banyak kegiatan yang terpaksa saya lewatkan. Seperti kelas menulis, launching dan bedah buku, serta berbagai program FLP lainnya. Padahal saya adalah anggota kaderisasi FLP. Hmm, sungguh anggota durhaka. *maafkan saya ya FLP. Kalau mau beralasan, selama kurang lebih 2 tahun yang lalu saya memang tidak memiliki banyak waktu luang. Saban hari selalu saya habiskan di RS, kalau pun libur maka saya harus mencuci pakaian, menyetrika,  serta beristirahat. So, terpaksa menangguhkan FLP. Meskipun begitu FLP tetap berada di tempat spesial di hati ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menyelesaikan tugas di RS, sayapun berkomit pada diri untuk lebih aktif di FLP. Salah satunya denga ikutan inaugurasi ini. Ternyata menjadi instruktur itu ngga semengerikan yang saya bayangkan. Malah saya menjadi salah satu anggota FLP yang lumayan dikenal oleh anggota baru. Habisnya setiap hari berwara wiri di depan mereka sambil bercuap-cuap ini itu selama dua hari. Jadi kalau kamu mau terkenal jadilah instruktur. Peace <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Selain menjadi tukang cuap-cuap, ternyata seorang instruktur itu adalah tempat para anggota baru mengeluarkan uneg-uneg. Dan satu lagi, berhubung salah satu kewajian anggota baru adalah membuat profil panitia acara dan anggota lama FLP, maka otomatis pilihan utama yang mereka pilih adalah para intsruktur. Jangan heran ketika jam ISHOMA para insntruktur dikejar-kejar layaknya artis yang ingin diwawancarai oleh wartawan untuk pembuatan profil.  So, kalo mau seperti itu jadilah instruktur <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Ah, lama-lama tulisan saya kok makin aneh saja. Tips apa-apaan pula yang saya bagikan. Tapi satu hal yang ingin saya ungkapkan. Saya bahagia sekali menjadi bagian dari FLP. FLP itu bagaikan keluarga sendiri. Bahkan ketika bertemu anggota baru yang sebelumnya tidak saya kenal sekalipun. Seolah ada ikatan batin yang kuat. Hingga saya tidak mungkin berpisah dari FLP. Walaupun sering bolos rapat, sering tidak hadir pada kelas menulis, tetapi tak pernah terbesit keinginan untuk meninggalkan FLP. I love you full FLP <img src='http://liza-fathia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto : theglobejournal.com</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2012/01/numpang-eksis-di-flp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Qanun Penyandang Disabilitas</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2011/12/qanun-penyandang-disabilitas.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2011/12/qanun-penyandang-disabilitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 13:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyandang cacat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Minggu (4/12),  dalam rangka peringatan World Disability Day di Gedung RRI Banda Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, menghimbau kepada seluruh perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi pemerintah termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Aceh diminta menampung tenaga kerja penyandang disabilitas (cacat) minimal 1 persen dari jumlah pegawainya. Penerimaan itu salah satu kepedulian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Minggu (4/12),  dalam rangka peringatan <em>World Disability Day</em> di Gedung RRI Banda Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, menghimbau kepada seluruh perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi pemerintah termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Aceh diminta menampung tenaga kerja <strong>penyandang disabilitas </strong>(cacat) minimal 1 persen dari jumlah pegawainya. Penerimaan itu salah satu kepedulian terhadap kesejahteraan ekonomi mereka agar tidak termarginalkan (tidak tersisih) dari status sosial kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini menjadi angin segar bagi penyandangan disabilitas di provinsi Aceh. Mengingat kedudukan penyandang <a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html">Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</a> yang masih kerap menyudutkan mereka. Padahal, dalam undang-undang negara kita telah mengatur tentang pemberian lapangan kerja bagi penyandang disabilitas tersebut.<img title="More..." src="http://liza-fathia.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-969"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan rencana Pemerintah Aceh untuk membuat Qanun (Peraturan Daerah) tentang disabilitas adalah sesuatu kinerja yang sangat positif. Semoga hal itu bukan hanya retorika saja, tetapi kita harapkan memang dilaksanakan oleh badan-badan terkait. Apalagi penyandang<a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html"> Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</a> yang masih mendiskriminasikan mereka. Jika Qanun telah dibuat dan tetap dilanggar, maka pelanggaran HAM-lah yang terjadi. Bisa saja penyandang disabilitas menuntut perusahaan, instansi pemerintahan atau BUMN ke Komnas HAM.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga dengan peringatan Hari Disabilitas Sedunia ini, penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan dari masyarakat dan pemerintah layaknya warga negara lainnya. Mereka berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak serta berkewajiban juga untuk membangun negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Related post : <a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html">http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2011/12/qanun-penyandang-disabilitas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 14:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Disabilitas dan Pandangan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[Disabilitas dan Pandangan Masyarakat. Potret disabilitas di negeri ini seharusnya mendapat perhatian lebih, mengingat kelompok disabilitas memiliki keterbatasan untuk melakukan kegiatan layaknya manusia norma]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</h2>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba dalam rangka memperingati <strong>Hari Penyandang Disabilitas Internasional</strong> pada 3 Desember 2011 yang diselenggarakan oleh Kartunet.com dengan tema &#8220;<em>Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Penyandang Disabilitas :  Segala Keterbatasan dan Kelebihannya</strong></p>
<p style="text-align: center;">Oleh : Liza Fathiariani</p>
<p style="text-align: justify;">Hari itu, di dalam mobil penumpang L300, saya semakin merasa betapa negeri ini sangat pilih kasih. Betapa negeri yang dalam dalam sistem perundang-udangannya mengakui bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, ternyata hanya sebatas retorika yang realisasinya patut dipertanyakan. Hari itu ketika di samping saya seorang bapak penyandang <a href="http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html">disabilitas</a> menceritakan kejadian memilukan yang dialaminya beberapa saat sebelum ia menumpangi mobil tempat kami bertemu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sang bapak,  dengan tangan yang hanya memiliki ibu jari, telunjuk dan jari manis  memberikan ongkos pada kernet L300. Tangan satunya lagi tidak ada. Puntung. Iba hati ini melihatnya. Merasanya dirinya diperhatikan, Bapak yang telah paro baya itu tersenyum ke arahku. “Pulang ke Tangse juga?” tanyanya diiringi anggukanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata tujuan kami sama.<span id="more-952"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan bapak dengan disabilitas itu bercerita banyak tentang hidupnya. Ia bercerita masa mudanya, saat ia sekolah sampai menjadi sarjana ekonomi. Dengan disabilitas yang dibawa sejak lahir, saya sama sekali tidak menyangka ternyata dengan keterbatasannya ia mampu menyelesaikan jenjang pendidikan yang saya yakin saat itu hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Bapak itu kuliah di Fak. Ekonomi Unsyiah pada tahun 70an. Waktu dimana orang-orang belum begitu melek terhadap pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah beberapa kali saya hampir dikeluarkan gara-gara saya ngga punya tangan. Alasannya macam-macam, ngga bisa buat tugas lah, ngga bisa ngetik pake mesin tik, ah tidak masuk akal pokoknya. Belum lagi ejekan orang-orang.  Tapi saya bisa membuktikan saya bisa.”<!--more--></p>
<p style="text-align: justify;">“Terus sekarang Bapak kerja di mana?” Kulihat sebuah proposal digunakannya untuk mengipas tubuh. Hari sangat panas kala itu dan mobil yang kami tumpangi tak berAC.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya petani. Tadi baru dari kantor gubernur ngantar proposal. Mau minta dana untuk perternakan kambing, tapi tak dapat.” Jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya heran menatapnya. Seharusnya seorang sarjana seperti dia tak perlu membanting tulang menjadi petani di kampung. Memang tidak ada salahnya seorang sarjana menjadi petani, tetapi saya bisa membayangkan bagaimana nasib petani di kampung, jauh dari berkecukupan. Lalu dengan keadaanya bagaimana ia bisa bertani? Saya menyimpan saja pertanyaan itu dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan heran. Memang seperti inilah hidup. Meski seorang sarjana, tanpa modal sendiri jangan harap akan diperkerjakan oleh orang lain lebih-lebih dengan keadaan seperti saya ini. Jangankan pihak swasta, pemerintah saja tidak mau. Sudah beberapa kali saya melamar kerja, setiap melamar mereka pasti melihat tangan saya lalu mengatakan berbagai alasan yang intinya tidak diterima. Padahal saya bisa membuat pembukuan. Tapi kalau sekarang udah ngga kayak dulu. Udah tua, banyak lupanya. Jadi ya ke sawah saja. Setidaknya cukup untuk membiayai anak istri.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kak Mur, sang Juara Mengaji</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lain sang Bapak lain pula Kak Mur (saya lupa nama lengkapnya). Saya mengenal wanita itu ketika mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Waktu itu saya mengikuti cabang Fahmil Quran (cerdas cermat) sedangkan Kak Mur di bidang Tilawah (membaca Alquran dengan irama) untuk tunanetra. Ya, Kak Mur adalah penyandang disabilitas yang kedua matanya buta sejak ia masih kecil. Wanita keliharan tahun 1983 itu tidak ingat umur berapa ia tak bisa lagi menikmati indahnya dunia. Menurutnya, karena tidak memiliki biaya, ia tidak dibawa oleh orang tuanya  ke rumah sakit sampai akhirnya hanya gelap yang menemani Kak Mus sampai saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Bapak di mobil L300 yang bisa bersekolah sampai selesai sarjana, Kak Mur tidak pernah mengecap jenjang pendidikan. Ia tidak bersekolah karena dikampungnya tidak ada sekolah khusus tunanetra sedangkan sekolah umum tidak mau menerimanya. Tetapi ia rajin mengaji pada ustad di kampung. Bermodalkan telinga dan suara serta tekad yang kuat ia belajar huruf demi huruf yang tercantum dalam  Alquran. Dan dengan kemampuan dan suara indahnya dalam mengaji ia menjadi juara ditingkat propinsi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Begitulah potret penyandang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cacat">disabilitas </a>di negeri ini. Berjuang melawan diskriminasi yang kerap didapatkan dalam masyarakat. Tidak sedikit yang gugur. Malah banyak diantara mereka yang berhasil membuktikan jika disabilitas bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Bukankah keterbatasan seseorang tetap dapat diatasi dengan kegigihan?</p>
<p style="text-align: justify;">Ironisnya, diskriminasi yang terjadi belumlah usai. Pelayanan kesejahteraan sosial masih menganut paradigma bekerja untuk penyandang disabilitas bukan bekerja dengan penyandang disabilitas. Sehingga penyandang disabilitas lagi-lagi dikaitkan dengan iba, rasa kasihan, bukan malah menempatkan mereka sejajar dengan orang normal. Padahal sudah jelas-jelas dalam undang-undang No.4 tahun 1997 disebutkan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian masyarakat Indonesia yang memiliki kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan serta peran yang sama dalam segala aspek kehidupan maupun penghidupan seperti halnya warga negara Indonesia yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kartunet.Com Era Baru Penyandang Disabilitas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jujur, saya terkejut ketika mengetahui bahwa kartunet.com adalah hasil karya penyandang disabilitas. Dulu saya berpikir <a href="http://www.kartunet.com">kartunet.com</a> itu situs para pembuat film kartun.  Tidak pernah terlintas di pikiran saya jika kartunet merupakan singkatan dari karya tunanetra.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh <a href="http://www.kartunet.com">kartunet.com</a> adalah media yang luar biasa jika terus dikembangkan dengan baik. Betapa tidak, dengan adanya website ini mata saya menjadi terbuka. Saya menjadi tahu jika tidak sedikit anak negeri ini dengan segala keterbatasannya mampu menghasilkan karya yang sangat membanggakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga <a href="http://www.kartunet.com">kartunet.com</a> dapat terus mengangkat isu-isu seputar disabilitas sehingga mata rakyat Indonesia terbuka dan menyadari bahwa penyandang disabilitas bukanlah orang yang butuh dikasihani, bukanlah orang yang dilahirkan menjadi peminta-minta, tetapi penyandang disabilitas adalah bagian dari negara Indonesia yang juga mampu berperan andil dalam membangun negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam menggali dan mengembangkan <em>potensi penyandang  disabilitas</em> untuk dapat berpartisipasi di dalam pembangunan nasional.  Dan menjadi tugas kita bersama dalam  memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial /  vokasional untuk mewujudkan kesejahteraan sosial  bagi penyandang disabilitas.</p>
<h3>Disabilitas dan Pandangan Masyarakat</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2011/11/disabilitas-dan-pandangan-masyarakat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jak U Tangse</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/11/tangse-itu.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/11/tangse-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 09:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pidie]]></category>
		<category><![CDATA[Tangse]]></category>
		<category><![CDATA[visit aceh]]></category>
		<category><![CDATA[visit banda aceh 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Sayup- sayup hawa dingin merasup ke pori-pori. Tubuh yang sebelumnya penuh dengan peluh kini mulai segar oleh  semilir angin dari pegunungan. Jalanan penuh dengan tanjakan, dipagari perbukitan dan jurang terjal membuat adrenalin semakin melonjak. Sesekali terlihat monyet-monyet bergelantungan cheap without prescription buy online Amoxil cheap prescription on line doxycycline cialis professional di pohon pinggir jalan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_682" class="wp-caption alignleft" style="width: 256px"><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/11/lk.jpg"><img class="size-full wp-image-682 " title="lk" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/11/lk.jpg" alt="" width="246" height="184" /></a><p class="wp-caption-text">Sungai di Tangse</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sayup- sayup hawa dingin merasup ke pori-pori. Tubuh yang sebelumnya penuh dengan peluh kini mulai segar oleh  semilir angin dari pegunungan. Jalanan penuh dengan tanjakan, dipagari perbukitan dan jurang terjal membuat adrenalin semakin melonjak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesekali terlihat monyet-monyet bergelantungan <a href="http://amoxilpills.net">cheap without prescription  buy online Amoxil</a>  <a href="http://www.score-louisville.org/content/view/27">cheap <a href="http://sdoxycyclinebuy.com">prescription on line doxycycline</a>  cialis professional</a>  di pohon pinggir jalan. Menunggu lemparan makanan dari pengguna jalan. Di bawahnya, air sungai yang jernih mengalir dengan derasnya, menghantam bebatuan besar sehingga menghasilkan harmoni yang indah.<span id="more-681"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tangse, itulah nama tempat yang selalu membuatku terpesona. Di tengah-tengah pegunungan menghijau pemukiman penduduk ini hadir . Layaknya pulau di tengah lautan, begitulah Tangse. Kecamatan ini bagaikan pulau di tengah pegunungan yang rimbun. Dan jika ada yang bertanya dimanakah tempat yang cocok untuk refreshing? Melepas penat sambil menghirup udara segar? Maka Tangse adalah jawabannya. Kota dingin yang terletak di Kabupaten Pidie, Nanggoe Aceh Darussalam, menjadi pilihan <a href="http://moneygramlocations.info/moneygram-florida-jupiter.php">moneygram california</a>  yang tepat untuk untuk menghilangkan lelah setelah beraktivitas.</p>
<p style="text-align: center;"><a <a href="http://ampicillinpills.com">cheap Drugstore buy online Ampicillin</a>  href=&#8221;http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/11/okkkk.jpg&#8221;><img class="aligncenter size-full wp-image-686" title="okkkk" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/11/okkkk.jpg" alt="" width="627" height="392" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Jika ditempuh dari Banda Aceh-Tangse, maka waktu yang diperlukan sekitar 5 jam karena harus karena jaraknya mencapai lebih dari 100 km. Banyak mobil berjenis L300 yang mengantar jemput penumpang ke sana. Jangan khawatir akan tersesat, karena mopen ini akan mengantar langsung ke depan rumah penumpangnya.</p>
<p <a href="http://buydiflucancheap.com">cheap diflucan</a>  style=&#8221;text-align: justify;&#8221;>Meski lahir dan besar di tempat ini, tak membuat saya bosan untuk terus-menerus mengagumi pesonanya. Apalagi  saat-saat sekarang ini, ketika keintiman saya dengan Tangse mulai berkurang karena aktivitas yang padat, maka <a href="http://onlinelevitracheap.net ">buy buy cheap cheap levitra levitra</a>  rasa rindu seakan membahana, memuncak, <a href="http://amoxil-pharm.net">buy amoxicillin generic</a>  dan ingin segera melihatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungai, gunung, sawah, adalah yang saya rindukan selain rumah. Bercengkrama dengan dinginnya air sungai, menatap gunung hijau yang menjulang, dan bermain di sawah yang menguning. Menunggu pagi tiba, karena ingin melihat kabut masih menutupi pegunungan dan embun di dedaunan. Amboi. Sungguh kenikmatan yang tidak saya dapatkan di tempat lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak salah bukan jika saya merekomendasikan Tangse sebagai tempat yang tepat untuk melepas penat?</p>
<p style="text-align: <a href="http://amoxil-pharm.com">buy augmentin</a>  justify;&#8221;></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/11/tangse-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahai Teroris, Enyahlah dari Bumi Aceh</title>
		<link>http://liza-fathia.com/2010/03/wahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html</link>
		<comments>http://liza-fathia.com/2010/03/wahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 14:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Liza Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[antiteror]]></category>
		<category><![CDATA[densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaah islamiah]]></category>
		<category><![CDATA[noordin M TOP]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liza-fathia.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: <a href="http://www.score-louisville.org/component/option,com_jcalpro/Itemid,99999999/extmode,cat/cat_id,1/">cialis <a href="http://buydiflucancheap.com">diflucan order</a>  daily generic</a> <a href="http://ampicillinpills.com">buy Drugstore online cheap Ampicillin</a>   justify;&#8221;><a href="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/03/terorisaceh.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-524" title="CORRECTION Indonesia Terror Arrest" src="http://liza-fathia.com/wp-content/uploads/2010/03/terorisaceh.jpg" alt="" width="250" height="250" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mencekam! Itulah yang saya rasakan ketika melewati pegunungan Seulawah pada Jumat (5/03) kemarin. Puluhan aparat TNI dengan senjata lars panjangnya penuh siaga berpatroli pada beberapa titik di pegunungan yang sepi itu. Hujan yang terus mengguyur sejak siang sampai malam tiba tak membuat mereka urung untuk tetap berdiri di pinggir jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu di beberapa Polsek kecamatan yang  saya lalui, terlihat kendaraan yang menuju Banda Aceh – Medan di<em>sweeping </em>oleh aparat kepolisian setempat. KTP, SIM, STNK menjadi syarat sah untuk bisa melanjutkan perjalanan. Proses pemeriksaan bagi pengendara yang berKTP luar Aceh lebih lama dari mereka yang berKTP Aceh. Berbagai pertanyaan seperti ada keperluan apa di Aceh? Anda hendak kemana? Sudah berapa lama di Aceh? Dan berbagai pertanyaan lain diajukan dengan gaya khas mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Curiga! Itulah aroma yang kurasakan dari polisi-polisi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat-saat tersebut mengingatkanku pada beberapa <a href="http://amoxil-pharm.net">where to buy amoxicillin</a>  tahun silam. Saat Aceh masih berprahara dengan konflik yang berkepanjangan. <em>Sweeping</em> dan kontak senjata sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat Aceh. Namun, kali ini ketika pertikaian panjang itu telah berakhir dengan <a href="http://amoxilpills.net">buy without prescription online cheap Amoxil</a>  damai. Ketika tak ada lagi pertumpahan darah. Ketika masyarakat Aceh dengan semangatnya menghirup udara perdamaian. Ancaman yang akan mengusik ketenangan kembali terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang mengatakan kalau di Aceh tepatnya Aceh Besar terdapat teroris yang jumlahnya puluhan. Mereka menggunakan pegunungan Aceh Besar sebagai tempat untuk latihan. Ada yang menduga kalau mereka adalah bagian dari Jamaah Islamiyah, organisasi perpanjangan tangan jaringan teroris Al Qaidah di wilayah Asia Tenggara.  Dan masih terdapat hubungan dengan kelompok Noordin <a href="http://onlinelevitracheap.net ">buy generic levitra online</a>  M Top.<span id="more-523"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan untuk menyisir mereka yang dikatakan teroris ini, Mabes Polri mengirimkan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88). Berbicara tentang Densus 88, saya jadi ingat dengan proses penangkapan teroris Noordin M Top dulu.  Tak pernah saya duga sekarang pasukan antiteror <a href="http://moneygramlocations.info/moneygram-nevada-las-vegas-2.php">moneygram vegas</a>  itu juga telah berada di Serambi Mekah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai spekulasi muncul tentang keberadaan teroris di Aceh. Ada yang mengatakan kalau mereka ada kaitannya dengan GAM. Tapi ini dibantah oleh Presiden SBY.</p>
<p style="text-align: justify;">”Saya menyimak dan menerima laporan, tiba-tiba muncul aktivitas terorisme di Aceh. Ini bukan unsur GAM yang dulu, benar-benar kelompok teroris yang mengorganisasi diri dengan rapi. Memilih tempat latihan di Aceh dengan harapan orang tidak lagi melihat Aceh sebagai daerah konflik dengan harapan, kita terlena dan mereka bisa melakukan segalanya mempersiapkan <a href="http://sdoxycyclinebuy.com">doxycycline buy online</a>  aksi-aksi terorisme,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa keberadaan mereka di Aceh karena dekat dengan Selat Malaka, sehingga proses pengiriman senjata dari luar Indonesia seperti Malaysia dan Filipina jadi semakin mudah. Namun, Kapolri membantah dugaan keterlibatan negara asing dalam kasus ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Entahlah! Terlepas dari siapapun orang-orang yang dilabeli “teroris” itu. Dari manakah mereka berasal. Siapa yang menjadi <em>backing</em>nya. Saya tidak peduli. Yang saya dan seluruh rakyat Aceh inginkan adalah Tanoh Rencong ini tetap aman. Baru sejenak kami rakyat Aceh menghirup udara segar, tapi kini asap-asap peluru mulai memasuki paru-paru kami kembali. Tak hanya itu, korban yang jatuh bukan saja dari kepolisian dan teroris, tetapi juga rakyat kecil yang tak tahu apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihatlah bagaimana nasib Laila Fajri yang kini harus menjadi janda dan membesarkan kedua anaknya seorang diri karena suaminya Kamarudin menjadi korban penembakan di Pegunungan Jalin, Aceh Besar saat penggerebekan “teroris” pada 22 Februari lalu.</p>
<p <a href="http://amoxil-pharm.com">amoxicillin buy</a>  style=&#8221;text-align: justify;&#8221;>Semoga pihak yang berwenang dapat segera menyelesaikan sengketa ini. Dengan koordinasi yang baik antara kepala pemerintahan, aparat keamanan, dan ulama di Aceh, saya yakin masalah ini bisa diatasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada mereka yang bergelar teroris, janganlah kalian menjadikan Aceh kembali berlumur darah. Aceh baru saja sembuh dari luka yang parah. Lalu kenapa kalian kembali menyayat luka yang kini mulai sembuh itu?Enyahlah kalian dari Bumi Aceh ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>sumber foto : AFP</em></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liza-fathia.com/2010/03/wahai-teroris-enyahlah-dari-bumi-aceh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

